OTT KPK Bupati Bolaang Mongondow Utara: 14 Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita

OTT KPK menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dan 13 orang lain pada Senin (21/9/2026), terkait dugaan suap proyek jalan Dinas PUPR.

BeritaFlash AI · · Hukum

OTT KPK Bupati Bolaang Mongondow Utara: 14 Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita

Rangkuman

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (21/9/2026). Sirajudin diamankan di Jakarta bersama 13 orang lainnya dalam operasi yang tercatat sebagai OTT ke-21 KPK sepanjang 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan total 14 orang diamankan dalam operasi senyap tersebut. Lima orang ditangkap di Jakarta — salah satunya Sirajudin — delapan orang di Sulawesi Utara, dan satu orang di Gorontalo. "Pihak yang diamankan ada Bupati, Kepala Dinas, kemudian ASN lain, dan juga pihak-pihak swasta," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Menurut Budi, perkara ini diduga terkait penerimaan oleh sejumlah penyelenggara negara di lingkungan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Salah satu proyek yang disorot penyidik adalah pembangunan infrastruktur jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut. "Untuk proyeknya di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di Dinas PUPR," katanya. Dalam operasi itu, tim juga menyita barang bukti uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya kegiatan penindakan di lapangan. "Benar, sedang ada kegiatan di lapangan," katanya singkat saat dikonfirmasi. KPK memiliki waktu 1x24 jam sesuai KUHAP untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap. Konstruksi perkara secara lengkap baru akan dijabarkan dalam konferensi pers penetapan tersangka dan penahanan.

Sirajudin Lasena, kelahiran Kaidipang, 8 Januari 1975, adalah politikus PDI Perjuangan yang menjabat Bupati Bolmut sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Sebelumnya ia menjabat Penjabat Bupati Bolmut pada September 2023 hingga September 2024. Pada Pilbup Bolmut 2024, ia berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh dan menang dengan 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah. Anak kedelapan dari sembilan bersaudara ini meniti karier sebagai birokrat — sempat menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara — dan meraih gelar magister ekonomi pembangunan dari Universitas Gajah Mada pada 2013.

Penangkapan Sirajudin menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring operasi senyap KPK tahun ini. Sepanjang 2026, KPK telah menangkap Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Bupati Muara Enim Edison, Bupati Langkat Syah Afandin, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam sejumlah OTT berbeda.

Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi dari PDI Perjuangan maupun Pemerintah Kabupaten Bolmut terkait penangkapan ini. KPK juga belum merinci nilai pasti uang yang disita maupun identitas 13 orang lain yang turut diamankan.

Sumber

  1. OTT ke-21, KPK tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara — Antara
  2. KPK Ungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Terkait Proyek Jalan — CNN Indonesia
  3. OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara: 14 Ditangkap, Ratusan Juta Disita — CNN Indonesia
  4. OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Tangkap 14 Orang — Sindonews
  5. Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK di Jakarta — Sindonews
  6. KPK Konfirmasi Ada 'Tindakan' di Bolaang Mongondow, Bupati Dijerat? — Republika
  7. Sirajudin Lasena — Wikipedia

Berita terkait