OTT Bupati Klaten: KPK Sita Rp1 M, Diduga Bayar Oknum BPK demi WTP
OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjaring 20 orang; KPK sita Rp1 miliar dan bongkar dugaan setoran Rp1,3 miliar ke oknum BPK demi WTP.
Oleh Adi Rahmadi · · Hukum
Rangkuman
- KPK menggelar OTT di Klaten dan Jakarta, Kamis (15/10/2026), menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan 19 orang lainnya.
- Kepala Perwakilan BPK Jateng diduga meminta Rp1,3 miliar untuk mengkondisikan predikat WTP; baru Rp400 juta terealisasi.
- Barang bukti uang tunai sekitar Rp1 miliar disita; Hamenang meminta maaf kepada warga Klaten usai pemeriksaan.
KLATEN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kamis (15/10/2026). OTT Bupati Klaten ini berlangsung paralel di dua kota: 19 orang termasuk bupati diamankan di Klaten, sementara Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah ditangkap di Jakarta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara ini diduga terkait penerimaan oleh penyelenggara negara berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Selain itu, ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit," kata Budi kepada wartawan, dikutip dari CNBC Indonesia.
Detail modus di balik OTT ini diungkap sumber CNNIndonesia.com di internal KPK. Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, diduga meminta sejumlah uang kepada Bupati Klaten agar laporan keuangan Pemkab Klaten memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dari permintaan Rp1,3 miliar, baru sekitar Rp400 juta yang terealisasi. Modusnya, menurut sumber itu, adalah menghilangkan sejumlah temuan pada audit BPK 2025.
Dari operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan barang bukti uang tunai. "Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar," ujar Budi Prasetyo. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan pihaknya mengamankan penyelenggara negara, ASN Pemkab Klaten, dan pihak swasta.
Usai menjalani pemeriksaan maraton di Mapolresta Klaten hingga sekitar pukul 22.30 WIB, Hamenang keluar lewat pintu utara melewati ruang SIM bersama penyidik yang membawa koper dan tong sampah berisi barang bukti. Kepada wartawan, bupati berusia 36 tahun itu menyatakan penyesalan. "Pertama-tama saya mohon maaf, telah mengecewakan masyarakat Kabupaten Klaten. Mohon maaf, mohon doanya," katanya sebelum masuk ke mobil, seperti dilaporkan detikJateng via CNBC Indonesia. Ia kemudian dibawa ke gedung KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Hamenang Wajar Ismoyo adalah kader PDI Perjuangan yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Klaten periode 2019-2024. Ia dilantik sebagai Bupati Klaten pada awal 2025 berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto, kader Partai Gerindra, setelah menang pada Pilkada 2024. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang berdasarkan catatan KPK turut menjadi salah satu nama yang disebut dalam perkembangan perkara, mengaku prihatin atas kabar OTT tersebut.
OTT ini juga menyentuh lembaga audit negara. Terkuaknya dugaan permintaan uang oleh Kepala Perwakilan BPK Jateng menambah daftar panjang perkara yang menyeret oknum auditor BPK dalam beberapa tahun terakhir, dan menjadi pukulan bagi kredibilitas lembaga pemeriksa keuangan negara itu.
Hingga Jumat pagi, para pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka sebelum mengumumkan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga menyebut OTT di Klaten ini menjadi salah satu dari belasan OTT yang digelar lembaga antirasuah sepanjang 2026.
Sumber
- Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Ada Uang Rp1 M — CNBC Indonesia
- Kepala BPK Jateng Diduga Minta Uang ke Bupati Klaten Terkait WTP — CNN Indonesia
- KPK Sita Duit Rp 1 Miliar Saat OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo — Detik
- Bupati Klaten terjaring OTT terkait dugaan suap, KPK sita uang tunai Rp1 miliar — Antara
Topik
Berita terkait
- KPK Geledah Kanwil BPN Jatim, Temukan Rekening Penampung Setoran Kantah
- KPK Dalami Dugaan Silmy Karim Beri Uang ke Dosen UB Setiap Bimbingan S3
- Gus Yaqut Singgung Saksi Kasus Kuota Haji Bisa Beli 2 Range Rover dan Vila
- KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Buru Bukti Suap HGB Rp106 M
- OTT KPK Bupati Bolaang Mongondow Utara: 14 Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita