Serangan Kapal Cape Dao di Selat Hormuz Tewaskan Pelaut India
Serangan kapal Cape Dao di Selat Hormuz dekat Oman, Rabu (24/9/2026), menewaskan satu pelaut India; New Delhi mengecam dan menuntut perlindungan pelayaran.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- MV Cape Dao diserang 2,5 mil laut dari lepas pantai Musandam, Oman, Rabu (24/9) pagi; dua torpedo menghantam sisi kiri kapal
- Satu pelaut India tewas, 27 awak dievakuasi Angkatan Laut Oman; 20 dari 28 awak adalah warga India
- Kemenlu India mengecam serangan dan menuntut penghentian penargetan pelayaran komersial di kawasan
JAKARTA — Serangan terhadap kapal kargo MV Cape Dao di Selat Hormuz menewaskan seorang pelaut warga negara India, Rabu (24/9/2026), menambah panjang daftar korban jiwa di jalur pelayaran vital minyak dunia itu dan memicu kecaman keras dari pemerintah India.
Pusat Keamanan Maritim Oman menyatakan kapal berbendera Antigua dan Barbuda itu diserang pada jarak sekitar 2,5 mil laut dari lepas pantai Kegubernuran Musandam. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan menewaskan satu awak kapal, seperti dilaporkan AFP dan dikutip Detik. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya melaporkan kapal itu dihantam proyektil tak dikenal sekitar pukul 06.30 UTC saat melintasi Selat Hormuz, lalu terapung dalam keadaan terbakar.
Hindustan Times melaporkan, berdasarkan keterangan Forward Seamen's Union of India (FSUI), kapal itu dihantam dua torpedo di sisi kiri: satu mengenai dek C di area akomodasi, satu lagi menghantam lambung dekat ruang mesin. Kapal berlayar dari Mina Saqr, Uni Emirat Arab, menuju India dengan 28 awak, 20 di antaranya warga India. Sebanyak 27 awak yang selamat dievakuasi kapal Angkatan Laut Kerajaan Oman ke dermaga dan mendapat perawatan medis.
Korban tewas diidentifikasi serikat pelaut sebagai Suraj Yadav, 26 tahun, wiper asal Deoria, Uttar Pradesh, yang bekerja untuk Keyline Maritime Services. Menurut laporan Direktorat Administrasi Maritim India yang dikutip Hindustan Times, Yadav mengalami luka di kepala dan meninggal akibat luka-lukanya; keluarganya telah diberi tahu melalui telepon. Seorang awak lain, insinyur keempat dari NavSukh Marine, mengalami luka ringan. Sesuai kode etik, nama korban ini ditulis lengkap karena identitasnya sudah diumumkan resmi oleh serikat pelaut dan Kedutaan India serta diberitakan luas media nasional India.
Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan yang menyebabkan warganya kehilangan nyawa secara tragis dan mendesak pihak-pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan. "Penargetan terhadap pelayaran komersial, pelaut, dan infrastruktur sipil di kawasan ini harus dihentikan, dan kebebasan navigasi serta perdagangan tanpa hambatan melalui jalur air internasional di kawasan ini harus segera dipulihkan," bunyi pernyataan Kemlu India seperti dikutip AFP. Kedutaan Besar India di Oman menyatakan turut berduka dan tengah berkoordinasi dengan otoritas Oman untuk keselamatan 19 awak India yang tersisa.
FSUI, serikat yang berafiliasi dengan Centre of Indian Trade Unions, menuntut pertanggungjawaban dan menyatakan seluruh pelaut akan mengenakan pita hitam pada 25 September sebagai bentuk protes. "Pelaut sipil tak bersalah dibantai di dalam dan sekitar Hormuz. Jaminan-jaminan itu tidak menghentikan pembunuhan," kata Manoj Yadav dari FSUI, yang juga mendesak India mengirim angkatan lautnya untuk melindungi pelaut. Menurut hitungan serikat, sebelum insiden ini sudah 10 pelaut tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam serangan terhadap kapal-kapal berawak India di kawasan sejak krisis Asia Barat meletus.
Serangan terhadap Cape Dao terjadi di tengah memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz. Sejak perang di Timur Tengah dimulai, Iran berupaya menegakkan kendali atas jalur maritim bagi minyak dan gas Teluk serta beberapa kali menyerang kapal yang dituduh tidak berkoordinasi dengan otoritas Iran atau menyimpang dari rute yang ditetapkan; Amerika Serikat membalas dengan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan Rabu pagi ini, dan perincian UKMTO soal proyektil tak dikenal berbeda dari laporan serikat soal dua torpedo — perbedaan keterangan yang belum terjawab hingga berita ini diturunkan.
Serangan ini juga terjadi tepat ketika Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Iran berada di New York untuk Sidang Majelis Umum PBB, di mana kedua negara dilaporkan membuka kembali kontak diplomatik tidak langsung lewat mediator Qatar untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata interim runtuh pada Juli, menurut Reuters yang dikutip gCaptain. Data terbaru Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat 83 insiden terkonfirmasi dan 23 pelaut tewas di dalam dan sekitar Selat Hormuz sejak konflik dimulai. Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez pekan lalu memperingatkan agar pemerintah berhenti menjadikan pelayaran niaga sebagai sasaran. "Jangan gunakan konflik ini untuk menyerang pelaut tak bersalah," ujarnya.
Sebelum Cape Dao, dua kapal lain diserang di Selat yang sama pada 21 September: tanker minyak mentah LR Stephanie terkena proyektil tak dikenal hingga dua pelaut luka, dan kapal pengangkut LPG Al Maryah terkena serpihan proyektil saat berlayar keluar. Keduanya mampu melanjutkan pelayaran.
Sumber
- Pelautnya Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, India Meradang — Detik
- Indian seafarer killed in torpedo attack on MV Cape Dao near Oman — Hindustan Times
- Seafarer Killed in Hormuz Attack as Trump Pushes Iran Deal at UN — gCaptain