Iran Tegaskan Hanya Negosiasi Bisa Akhiri Konflik dengan AS
Menlu Iran Abbas Araghchi tegaskan hanya negosiasi bisa akhiri konflik dengan AS, usai Trump menolak proposal buka Selat Hormuz dalam tujuh hari.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Menlu Iran Abbas Araghchi: hanya negosiasi yang bisa mengakhiri konflik dengan AS
- Trump menolak proposal Iran membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari, menyebutnya 'tidak dapat diterima'
- Oman menjadi mediator utama, Iran-Oman hampir selesaikan mekanisme maritim baru di Selat Hormuz
TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa hanya negosiasi yang dapat mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Pernyataan Araghchi disampaikan melalui Telegram pada Minggu (27/9), merespons penolakan Trump yang disampaikan dari Gedung Putih sehari sebelumnya.
Trump menyebut proposal Iran "tidak dapat diterima" dan mengklaim Teheran menginginkan kesepakatan karena "mereka kalah telak." Ia juga menyatakan AS sudah memiliki "kendali total" atas Selat Hormuz, dengan "minyak dalam jumlah besar" melewatinya, yang menurutnya menyebabkan kenaikan harga minyak global dan biaya bahan bakar bagi konsumen.
Araghchi mengakui penolakan Trump, tetapi menegaskan Iran akan menunggu respons resmi AS yang "definitif." Ia mengingatkan bahwa presiden AS memiliki riwayat membuat pernyataan yang kontradiktif. Menurut Araghchi, syarat untuk membuka selat sama dengan yang tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati kedua pihak pada Juni — kesepakatan yang ia sebut dilanggar AS dalam hitungan hari ketika Washington kembali melancarkan serangan bom dan rudal ke Iran.
Iran mengangkat isu pembukaan selat dan penghentian permusuhan dalam pembicaraan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan lalu. Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan gas dan minyak dunia, efektif ditutup sejak perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam wawancara dengan CBS mengatakan bahwa "ketidakpercayaan yang diciptakan oleh perang ini perlu diatasi" agar pembicaraan berhasil. Ia menyatakan Iran terbuka untuk membahas implementasi MoU secara bertahap guna mengakhiri kebuntuan, tetapi menegaskan bahwa "AS perlu menunjukkan bahwa mereka tidak bermaksud menggulingkan pemerintah kami."
Pezeshkian menuduh Trump "merobek" MoU ketika AS melanjutkan kampanye pengeboman. "Kalau kita tidak mematuhi apa yang sudah kita tulis, bisakah kita benar-benar menyelesaikannya lewat dialog?" ujarnya.
Oman, yang sebagian besar menggantikan peran Pakistan sebagai mediator utama antara AS dan Iran, menyerukan semua pihak untuk terus membuka dialog guna menyelesaikan krisis. Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi mengatakan di Sidang Umum PBB bahwa "semua pihak" harus bekerja sama dengan Oman dalam upaya menjaga navigasi di jalur air strategis itu.
Perkembangan terbaru, Iran dan Oman dilaporkan hampir menyelesaikan pembentukan mekanisme maritim baru di Selat Hormuz. Menurut Araghchi, rute-rute pelayaran saat ini akan digantikan oleh rute baru setelah kesepakatan tercapai, dan para ahli sedang menyusun peta yang relevan. Namun ia menekankan bahwa tercapainya kesepakatan rute baru tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali — pembukaan kembali bergantung pada kondisi lain yang telah disampaikan kepada AS melalui perantara.
Konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang ini telah mengguncang ekonomi global, mengerek harga minyak, dan membahayakan beberapa koridor udara tersibuk di dunia. Meski kedua pihak masih bertukar pesan melalui perantara, Teheran menegaskan tidak menganggap ini sebagai negosiasi, dan hanya akan mempertimbangkan untuk melanjutkan pembicaraan jika AS menghentikan tindakan yang dianggap melanggar MoU dan memberikan kompensasi.
Sumber
- Iran insists only negotiations will end the war with the US — Morning Star
- Trump says Iran is eager for a deal to end the war as he extends deadline to allow for diplomacy — Kaltim Today
- Iran Menetapkan Syarat untuk Melanjutkan Negosiasi dengan AS — VOV World
- Trump Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz, Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat — Pikiran Rakyat