Iran Ancam Kerahkan Senjata Baru dan Target Baru Jika AS Menyerang

IRGC ancam kerahkan senjata baru dan ubah geografi perang jika AS kembali menyerang Iran, serta peringatkan negara kawasan yang membantu akan dianggap terlibat.

BeritaFlash AI · · Internasional

Iran Ancam Kerahkan Senjata Baru dan Target Baru Jika AS Menyerang
Foto: Rudal Kheibar Shekan dalam parade Pekan Pertahanan Suci di Teheran, 2023. · Mohammad Hossein Ghanbarian / Student News Agency (snn.ir) · Attribution (CC BY)

Rangkuman

TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan mengerahkan senjata-senjata baru dan mengincar target-target baru jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

"Jika terjadi agresi baru, kami tentu akan mengubah persenjataan dan cakupan wilayah perang," kata juru bicara IRGC Hossein Mohebbi dalam pernyataannya, Senin (21/9/2026), seperti dilansir AFP dan Reuters yang dikutip Detik. Ia menambahkan pasukannya siap menghadapi perang berkepanjangan. "Kami akan menghadirkan senjata-senjata baru dengan kemampuan baru di medan perang, dan dunia akan terkejut. Target-target kami juga belum tentu sama seperti sebelumnya. Kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang," cetusnya.

Pernyataan Mohebbi disampaikan setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pusat komando terpadu militer Iran, mengklaim menerima informasi bahwa AS telah memutuskan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran. "Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," bunyi pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB. Klaim ini sejauh ini belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak ketiga.

Angkatan Bersenjata Iran menegaskan setiap serangan AS akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di Timur Tengah. Negara-negara kawasan juga diperingatkan akan dianggap terlibat jika berpihak pada agresi AS. "Mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran," tegas pernyataan Khatam al-Anbiya.

Dalam perkembangan terpisah, IRGC menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik AS di atas Selat Hormuz. Menurut pernyataan IRGC yang dikutip Republika, AS sebenarnya telah mempensiunkan drone MQ-1 Predator pada 2018, namun diklaim terpaksa mengoperasikannya kembali setelah kehilangan banyak unit MQ-9 yang lebih canggih. Klaim penembakan drone ini juga belum diverifikasi pihak independen.

Dari sisi Amerika, media AS melaporkan Presiden Donald Trump sedang dalam tahap pengambilan keputusan terkait Iran. Kepada Fox News, Trump menyebut opsi yang tersedia adalah melenyapkan Iran, membiarkan mereka hancur secara ekonomi, atau mencapai kesepakatan. Kedutaan besar virtual AS untuk Iran juga mengeluarkan peringatan keamanan yang mengimbau warga tidak bepergian ke Iran dan segera meninggalkan negara itu.

Sebelumnya, kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei menyatakan Teheran telah menyerahkan daftar persyaratan kepada AS untuk mengakhiri konflik, seraya menegaskan kesiapan menghadapi serangan baru. Konflik kedua negara telah berlangsung hampir tujuh bulan dengan jalan buntu; perang terbuka pertama pecah Juni 2025 selama 12 hari, dan agresi kedua dimulai 28 Februari 2026 yang berlangsung 40 hari hingga awal April, menurut catatan Sindonews dari Press TV.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya telah mengimbau warga negara Indonesia terus waspada menyusul eskalasi di kawasan. Situasi masih berkembang dan sebagian besar informasi terbaru berasal dari pernyataan resmi kedua pihak yang saling berseberangan.

Sumber

  1. Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru — Detik
  2. IRGC Janjikan Senjata Baru yang Bakal Buat Dunia Takjub — Republika
  3. Ini Kejutan Baru Iran! Siap Gunakan Senjata Baru dan Ubah Geografi Perang — Sindonews
  4. Direktur CIA temui Presiden Mesir bahas Iran, Gaza, dan Sudan — Antara

Berita terkait