Selat Hormuz Bisa Dibuka Lagi, Iran Ajukan Syarat ke AS di Sela Sidang PBB
Iran menyampaikan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz kepada AS lewat pembicaraan bermediator di sela Sidang Umum PBB di New York.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Iran dan AS menggelar pembicaraan intensif di sela Sidang Umum PBB ke-81 di New York pada Selasa (23/9)
- Iran mengajukan syarat buka kembali Selat Hormuz: cabut blokade laut, lepas aset beku, akhiri perang di semua front
- Keterangan berbeda: Trump sebut pertemuan langsung 3 jam, Witkoff menyebut pembicaraan lewat mediator
NEW YORK — Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan intensif di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York pada Selasa (23/9) waktu setempat, dengan fokus mengakhiri perang dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyampaikan syarat-syarat Teheran kepada Utusan Khusus AS Steve Witkoff.
Menurut kantor berita Reuters yang dikutip Jerusalem Post, seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam hitungan hari apabila Washington mengendurkan tekanan militer dan mengangkat blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Syarat resmi yang disampaikan Iran mencakup tiga hal: pencabutan segera blokade angkatan laut AS, pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan, dan pengakhiran perang di seluruh wilayah yang oleh Teheran disebut garis depan "perlawanan".
Namun terdapat perbedaan keterangan soal format pertemuan. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di PBB bahwa Witkoff dan Jared Kushner mengadakan pertemuan "sangat baik dan sangat produktif" selama tiga jam dengan delegasi Iran, dan ia meyakini ada "momentum yang kuat" menuju kesepakatan. Sebaliknya, Witkoff sendiri, dalam unggahan di X yang dilansir Al Jazeera, menyebut pembicaraan berlangsung tidak langsung — para mediator, tulisnya, "bergerak bolak-balik" antara delegasi Amerika dan Iran sepanjang hari Selasa. "Mereka berhasil menyelesaikan satu putaran diskusi yang kami harap akan terbukti konstruktif dan menjanjikan," kata Witkoff.
Nada optimisme diplomatik itu berbarengan dengan retorika keras. Hanya beberapa jam sebelum kabar pertemuan, Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengaku siap mengambil "keputusan besar": membuat kesepakatan atau "memusnahkan Iran dengan cepat", seraya mengulangi tuduhan bahwa Teheran mengupayakan senjata nuklir. "Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," katanya usai bertemu Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Teheran membalas lewat pernyataan bersama Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, unit komando operasional tertinggi negara itu. Militer Iran memperingatkan akan melancarkan "pukulan yang jauh lebih keras, menghancurkan, dan tak terduga" terhadap agresor jika AS melancarkan serangan baru, seraya menyebut ancaman Trump mencerminkan "kebuntuan strategis Amerika" dan bukan kekuatan. Pernyataan itu merupakan posisi resmi Iran; klaim kedua belah pihak soal situasi di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.
Di dalam negeri Iran sendiri, tanda-tanda kehidupan normal mulai terlihat. Dilansir AFP via Detik, sekitar 16,5 juta anak Iran kembali bersekolah pada Rabu (23/9) setelah berbulan-bulan sekolah ditutup akibat perang yang pecah pada 28 Februari. Di Minab, kota di selatan Iran yang sekolahnya terkena serangan dan menewaskan 120 anak, Wakil Presiden Bidang Sains dan Teknologi Hossein Afshin membunyikan bel tanda dimulainya tahun ajaran baru. Upacara pembukaan tahun ajaran yang dihadiri Presiden Masoud Pezeshkian digelar dua hari lebih awal agar ia bisa bertolak ke New York menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Hingga kini belum ada kesepakatan resmi. Seorang sumber keamanan Iran kepada Al Jazeera menyebut peluang melanjutkan diplomasi terbuka jika Washington memenuhi persyaratan dan komitmen Iran, sementara Witkoff memastikan para mediator akan melanjutkan tugas mereka pada putaran berikutnya.
Sumber
- Gelar Perundingan di Momen Sidang Umum PBB, Iran dan AS Fokus Akhiri Perang — Sindonews
- Jika AS Lancarkan Invasi Lagi, Iran Siapkan 5 Taktik Serangan Tak Terduga — Sindonews
- Witkoff, Kushner meet mediators as Iran sets demands for reopening Hormuz — Jerusalem Post/Reuters
- Anak-anak di Iran Kembali Bersekolah Usai Ditutup Akibat Serangan AS — Detik/AFP