Houthi Serang Riyadh dan Aramco Yanbu, Alarm Udara Saudi Berbunyi
Houthi mengklaim menyerang sasaran sensitif di Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu dengan rudal dan drone, memicu alarm udara pertama di Saudi sejak Juli 2026.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Houthi mengklaim menyerang sasaran sensitif di Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu dengan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone pada Sabtu (20/9/2026)
- Otoritas Saudi menyatakan berhasil mencegat satu rudal balistik yang mengarah ke Riyadh; asap hitam membubung dari tangki bahan bakar dekat bandara internasional dan penerbangan sempat terganggu
- Eskalasi terjadi di tengah blokade maritim Houthi di Laut Merah dan efektifnya Selat Hormuz tertutup akibat perang AS-Israel dengan Iran; JP Morgan mengaku kesulitan memodelkan dampaknya pada harga minyak
RIYADH — Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk lokasi sensitif di ibu kota Riyadh dan fasilitas perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Yanbu, Sabtu (20/9/2026). Serangan itu memicu alarm serangan udara pertama di Riyadh sejak Houthi meningkatkan serangan dan mendeklarasikan embargo maritim terhadap Saudi pada Juli 2026, demikian dilaporkan BBC.
Juru bicara militer Houthi, Yahya al-Sarea, dalam pernyataan daring mengatakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone digunakan untuk menyerang sasaran sensitif di Riyadh serta fasilitas minyak dan gas Aramco di Yanbu di pesisir Laut Merah. Ia menyebut serangan itu sebagai balasan atas apa yang disebutnya upaya kriminal musuh Saudi menargetkan Sanaa, ibu kota Yaman yang saat ini dikuasai Houthi. Sebelumnya, al-Sarea menuding Saudi melancarkan 300 serangan udara ke wilayah Yaman dalam sepekan terakhir.
Otoritas Saudi menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan satu rudal balistik yang ditembakkan ke arah Riyadh, tanpa mengonfirmasi serangan lanjutan atau korban. Namun, sebelumnya gumpalan asap hitam terlihat membubung dari tangki bahan bakar di dekat bandara internasional King Khalid, Riyadh, dan penerbangan sempat terganggu pada Sabtu. Jurnalis Reuters dan AFP melaporkan mendengar ledakan di ibu kota, sementara situs pelacak penerbangan FlightRadar24 mencatat penundaan dan pembatalan di bandara tersebut. Seorang warga Riyadh utara berusia 27 tahun kepada AFP mengaku mendengar alarm lalu jendelanya bergetar. "Itu benar-benar menakutkan. Saya tidak menyangka," katanya.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi menyebut pertahanan udara juga menggagalkan upaya permusuhan yang menargetkan warga sipil di kota Bish, Taif, Farasan, dan Yanbu. Pertahanan Sipil Saudi sempat mengirim peringatan telepon pada Jumat malam hingga Sabtu pagi sebelum mengumumkan keadaan aman.
Ketegangan ini terjadi di tengah konflik yang meluas. Houthi baru-baru ini menguasai kota pelabuhan strategis Mokha dan Pulau Perim, gerbang jalur pelayaran utama yang digunakan Saudi untuk mengekspor minyak ke Asia dan Eropa. Jalur Laut Merah itu menjadi andalan kapal-kapal Saudi setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Houthi menyebut blokade laut mereka sebagai balasan atas blokade Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah barat laut Yaman yang dikuasai Houthi.
Dampak ekonomi mulai terasa. Saham-saham di Arab Saudi dan kawasan Teluk dilaporkan melemah pada Minggu (21/9/2026), sehari setelah serangan itu, menurut Reuters. Sebelumnya, serangan Houthi terhadap sejumlah fasilitas minyak Saudi telah menyebabkan kebakaran dan penghentian operasi sementara, menekan pasar energi global dan mendorong harga bensin dan solar naik tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pada Jumat, bank investasi JP Morgan menyatakan kesulitan memprediksi dampak perang terhadap harga minyak, dengan mengatakan kepada investor bahwa mereka tidak tahu bagaimana memodelkan akhir konflik ini.
Dua sumber yang mengetahui persoalan mengatakan kepada CBS News bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah meminta Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan militer terhadap Houthi, tetapi Trump sejauh ini menolak melibatkan militer AS secara langsung dan menawarkan bantuan intelijen serta dukungan penargetan. Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Selasa lalu, di mana pemerintah Yaman dan Arab Saudi meminta tindakan lebih tegas terhadap Houthi yang mereka tuduh mencekik Selat Bab al-Mandab. Perang saudara Yaman sejak 2014 telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan mendorong salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 22 juta orang membutuhkan bantuan menurut PBB.
Sumber
- Houthis say they targeted Saudi capital with ballistic missiles — BBC
- Saudi Arabia issues first air raid alerts for Riyadh since Houthis escalated attacks — BBC
- Saudi, Gulf stocks fall after Houthis claim Riyadh attacks — Reuters
- Houthis Claim Missile, Drone Attacks on Riyadh, Aramco Facility in Yanbu — The Media Line