Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz 7 Hari Jika AS Cabut Blokade
Pejabat senior Iran ke Kyodo: Teheran siap membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari dan kembali berunding jika AS mengurangi tekanan militer.
BeritaFlash AI · · Internasional
Rangkuman
- Pejabat senior Iran anonim membocorkan proposal ke Kyodo News pada Selasa (22/9/2026)
- Teheran siap buka Selat Hormuz dalam 7 hari jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade pelabuhan
- Inisiatif disetujui Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei; Iran akan konsultasi di Sidang Umum PBB, tapi Pezeshkian-Trump tidak akan bertemu langsung
JAKARTA — Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, dengan syarat Amerika Serikat mengambil langkah awal mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Tawaran itu diungkapkan seorang pejabat senior Iran yang menolak disebut namanya kepada kantor berita Jepang Kyodo News pada Selasa (22/8/2026) waktu setempat, dan dikutip luas media Indonesia antara lain Sindonews dan IDXChannel.
Proposal yang disampaikan ke Washington melalui mediator itu menyerukan dimulainya kembali pembicaraan untuk mengakhiri secara permanen permusuhan antara kedua negara. Teheran berencana memanfaatkan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pekan ini untuk berkonsultasi dengan negara-negara perantara. Kendati demikian, pejabat itu menegaskan tidak akan ada pertemuan langsung antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela sidang.
Jika Washington memberi sinyal siap bernegosiasi dan mengambil langkah menuju pencabutan blokade, Iran siap membuka kembali selat itu dalam tujuh hari dan kembali ke meja perundingan. Inisiatif baru tersebut diklaim telah disetujui Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyebut Teheran telah mengajukan tujuh syarat kepada AS, mencakup pengakhiran blokade pelabuhan Iran dan pencairan aset-asetnya yang dibekukan. Tuntutan itu pula yang selama ini menjadi hambatan pembukaan kembali Hormuz.
Konflik terbuka Iran dan AS-Israel pecah akhir Februari 2026 setelah serangan besar-besaran terhadap Iran. Teheran membalas dengan peluncuran drone dan rudal ke seantero Timur Tengah serta mengancam pelayaran di Selat Hormuz, jalur sempit yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi minyak global. Nota kesepahaman AS-Iran yang dicapai pada Juni kolaps karena perselisihan soal selat tersebut.
Media Iran Tasnim melaporkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi merumuskan daftar tuntutan yang antara lain mencakup mengakhiri perang di semua front, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pengakhiran sanksi, pencairan aset, dan kompensasi kerusakan perang. Garda Revolusi Iran menegaskan akan mempertahankan blokade sampai seluruh syarat diterima, sebagai bukti bahwa klaim dan kondisi di lapangan bisa berbeda dari penawaran diplomatik yang beredar.
Dalam pernyataannya, AS melalui Trump menyebut pendekatannya tehadap Teheran sebagai "bersikap tenang" dan tengah "setengah bernegosiasi". Pengamat menilai tawaran tujuh hari ini bisa mengendurkan harga minyak yang sempat melonjak melewati US$100 akibat blokade. Namun analis juga menegaskan selama syarat-syarat Teheran tidak diterima, ancaman penutupan Hormuz masih menjadi alat tawar strategis Iran. Pengamat Timur Tengah menilai tawaran tujuh hari ini menandai pelunakan sikap Iran yang sebelumnya bersikeras tak akan membuka selat sebelum seluruh tuntutan diterima. Namun hingga ada keputusan resmi Washington, Hormuz masih berstatus jalur perang. Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi Gedung Putih atas proposal terbaru itu.
Sumber
- Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari Jika AS Setuju Cabut Blokade — IDXChannel
- Iran Siap Buka Lagi Selat Hormuz dalam 7 Hari Jika AS Kurangi Tekanan Militer dan Cabut Blokade — Sindonews
- Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz sampai AS Bayar Kompensasi Perang — Detik