Perang Iran: Teheran Bertahan di Hormuz, Biaya Perang AS Tembus Rp706 T
Ketegangan AS-Iran memanas: Teheran bersiap hadapi skenario perang skala penuh, biaya perang AS capai USD43,6 miliar, Trump klaim Houthi sepakat tak serang AS.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Iran meyakini AS-Israel bersiap perang skala penuh; Ketua Parlemen Iran Ghalibaf menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup hingga syarat Iran dipenuhi
- Biaya perang AS melawan Iran mencapai USD43,6 miliar (Rp706 triliun) per 3 September menurut US Central Command
- Trump mengancam Iran sekaligus membuka peluang bertemu Presiden Pezeshkian di Sidang Umum PBB; ia juga mengklaim Houthi sepakat tak menyerang AS
TEHERAN — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru. Teheran disebut meyakini segala skenario menunjukkan AS dan Israel sedang bersiap menghadapi perang skala penuh, sehingga Iran merasa tidak punya pilihan selain menggunakan apa yang mereka sebut sebagai bahasa kekuatan.
Menurut akademisi Iran Mostafa Khoshcheshm yang dikutip Aljazirah, Senin, pilihan terbaik yang dimiliki Teheran adalah menaikkan harga minyak mentah guna memengaruhi hasil pemilihan umum sela mendatang di AS. Agar hal itu terwujud, Iran meyakini mereka harus menutup Selat Hormuz untuk sementara waktu, setidaknya selama beberapa bulan. Khoshcheshm menilai Presiden Donald Trump hanya memahami bahasa kekuatan, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan kembali menempuh opsi militer karena posisinya sedang lemah menjelang pemilihan umum Israel. Pandangan ini merupakan analisis, bukan keputusan resmi negara.
Sikap resmi Teheran tak kalah keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negaranya harus berjuang sekaligus bernegosiasi, seraya menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga syarat-syarat Iran dipenuhi. Pesan serta syarat Iran, kata dia, telah disampaikan secara tegas melalui perantara, dan jalan tipu daya maupun pemaksaan sepihak sudah tertutup. Perlu dicatat bahwa klaim penutupan Hormuz ini berasal dari pernyataan pejabat Iran; belum ada konfirmasi independen soal status pelayaran aktual di selat itu.
Di Washington, Trump menyampaikan pesan ganda. Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, ia menyebut hanya ada beberapa pilihan tersedia dalam menghadapi perang dengan Iran: menghancurkan Iran, membiarkannya membusuk secara ekonomi, atau mencapai kesepakatan. Ia bahkan melontarkan ancaman bernada provokatif, mempertanyakan kapan dan apakah dirinya akan meledakkan seluruh Iran, sekaligus menyebut sejumlah pejabat Iran sedang bersembunyi seperti tikus. Namun Trump juga mengaku terbuka bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung pekan ini.
Terkait Yaman, Trump mengklaim kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah sepakat untuk tidak berperang melawan AS, meski kelompok itu justru meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan rudal ke Riyadh pada Sabtu lalu. Washington, kata Trump, terus menjalin komunikasi dengan Houthi. Klaim ini belum dikonfirmasi pihak Houthi.
Sementara itu, biaya perang terus membengkak. Perkiraan terbaru Komando Pusat AS yang disampaikan kepada anggota parlemen pekan ini menunjukkan biaya perang melawan Iran telah mencapai 43,6 miliar dolar AS, lebih dari 706 triliun rupiah, per 3 September, dikutip dari The Associated Press. Laporan Congressional Budget Office sebelumnya menyebut perang menelan biaya 38 miliar dolar hingga 1 Agustus dan terus membakar sekitar 3 miliar dolar per bulan. Biaya persenjataan melonjak lebih dari 6 miliar dolar hanya dalam sebulan, dari 21,7 miliar menjadi 28,1 miliar dolar. Dampak politiknya diprediksi terasa pada pemilu sela Kongres November mendatang, ketika Partai Republik menghadapi ketidakpopuleran perang. Kedutaan virtual AS untuk Iran telah mengimbau warga AS tidak bepergian ke Iran dengan alasan apa pun, memperingatkan konflik bisa meningkat dengan cepat.
Sumber
- Teheran Bersiap, AS-Israel Rencanakan Serangan Besar-Besaran — Republika
- Militer AS Perkirakan Perang Iran Telah Telan Biaya Lebih dari Rp706 Triliun — Okezone
- Trump Klaim Houthi Sepakat Tak Akan Serang AS di Tengah Gempuran ke Saudi — Kumparan