Penarikan Pasukan AS dari Irak Diumumkan Trump, Misi Dua Dekade Berakhir
Trump mengumumkan pasukan Amerika terakhir meninggalkan Irak dan berakhirnya Operasi Inherent Resolve setelah dua dekade, Kamis 1 Oktober 2026.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Trump mengumumkan pasukan Amerika terakhir meninggalkan Irak, mengakhiri misi militer yang dimulai sejak invasi 2003
- Pentagon mengakhiri Operasi Inherent Resolve; keamanan diserahkan ke angkatan bersenjata Irak, AS hanya bantu pelatihan dan intelijen
- Trump memuji PM Irak baru Ali al-Zaidi dan menegaskan AS bisa mengirim kembali pasukan jika diperlukan
WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Irak, mengakhiri kehadiran militer yang berlangsung lebih dari dua dekade sejak invasi 2003. Pengumuman disampaikan Trump pada Rabu waktu AS (Kamis pagi WIB) melalui akun resmi Gedung Putih dan Truth Social, bertepatan dengan pengakhiran resmi Operasi Inherent Resolve oleh Pentagon.
"Hari ini, dengan bangga saya umumkan bahwa pasukan Amerika terakhir sedang meninggalkan Irak!" tulis Trump, dikutip Detik dari akun X resmi Gedung Putih. Ia menyebut keputusan itu sebagai "hari yang baik bagi Amerika" sekaligus kemenangan bagi Irak. "Hari ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS — yang telah dihancurkan sepenuhnya oleh Pemerintahan Trump pada masa jabatan pertamanya," ujarnya.
Trump juga memuji Perdana Menteri Irak yang baru, Ali al-Zaidi. Menurutnya, AS meninggalkan Irak dalam kondisi memiliki pemimpin yang ia dukung sejak awal. "Ia memenangkan pemilihan umum yang awalnya tidak diprediksi akan dimenangkannya, dan ia menang dengan keunggulan mutlak!" kata Trump. Ia menambahkan, "Kita datang untuk memerangi kekhalifahan. Tidak ada lagi kekhalifahan. Kita akan pulang!"
Secara terpisah, Pentagon mengumumkan pasukan AS dan koalisi secara resmi mengakhiri Operasi Inherent Resolve, operasi yang diluncurkan pada 2014 untuk memerangi ISIS. Tanggung jawab keamanan di wilayah tersebut kini sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Irak. AS, menurut Pentagon, hanya akan memberikan bantuan terbatas berupa pelatihan militer dan berbagi informasi intelijen, seperti dilaporkan Antara.
Trump membandingkan penarikan dari Irak dengan penarikan dari Afghanistan pada masa pemerintahan Joe Biden. Menurutnya, penarikan dari Pangkalan Udara Erbil berlangsung tertib dan peralatan militer AS tetap terjaga, tidak seperti di Afghanistan yang menyisakan banyak aset dan menewaskan 13 prajurit. "Saya menetapkan misi yang jelas, memberikan sarana kepada para komandan untuk menyelesaikannya, dan menolak membiarkan kehadiran sementara berubah menjadi kehadiran permanen," ungkapnya.
Kehadiran militer AS di Irak dimulai dengan invasi pada 2003 di bawah Presiden George W. Bush dengan dalih senjata pemusnah massal yang tak pernah ditemukan. Setelah penarikan besar pada 2011, pasukan AS kembali dikirim pada 2014 di era Presiden Barack Obama untuk memimpin koalisi internasional melawan ISIS yang saat itu menguasai sepertiga wilayah Irak, termasuk kota Mosul. Operasi itu berlanjut di masa pemerintahan Joe Biden sebelum resmi berakhir pada 2026 di bawah Trump. CNBC Indonesia mencatat misi dua dekade itu menelan biaya sangat besar dan menewaskan ribuan tentara AS serta ratusan ribu warga Irak.
Meski menyatakan pulang, Trump tetap membuka opsi kembali. Dalam pernyataan terpisah dikutip Antara, ia menegaskan AS bisa mengirim kembali pasukan ke Irak jika diperlukan. Pernyataan ini menjadi catatan penting di tengah ketegangan kawasan yang masih tinggi, mengingat Irak berbatasan langsung dengan Iran dan menjadi arena persaingan pengaruh antara Washington dan Teheran. Bagi pemerintahan baru PM Ali al-Zaidi, berakhirnya misi asing menjadi ujian pertama membuktikan kemampuan pasukan Irak menjaga stabilitas tanpa payung koalisi.
Sumber
- Trump Umumkan Pasukan AS Tinggalkan Irak, Klaim Menang Telak Atas ISIS — Detik
- Trump sebut penarikan pasukan AS dari Irak 'hari baik bagi Amerika' — Antara
- Trump: AS bisa kirim kembali pasukan ke Irak jika diperlukan — Antara
- Berawal Dari Invasi, AS Akhiri Misi di Irak Selama Dua Dekade — CNBC Indonesia