Selat Trump: Trump Tolak Proposal Gencatan Iran, Ejek Hormuz di Medsos
Donald Trump menolak proposal gencatan senjata 7 hari dari Iran dan mengunggah gambar 'Selat Trump', dengan sinyal serangan baru usai pemilu sela.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Trump menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan Selat Hormuz dan perundingan nuklir baru dengan imbalan pencabutan blokade ekonomi
- Setengah jam setelah penolakan, Trump mengunggah gambar rekayasa 'Selat Trump' di Truth Social
- Inggris mengevakuasi warga di sekitar RAF Fairford, pangkalan yang dipakai AS untuk serangan ke Iran, dan menangkap beberapa pria terkait dugaan pelanggaran bahan peledak
JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak mentah-mentah proposal gencatan senjata tujuh hari yang diajukan Iran, lalu mengejek Teheran dengan mengunggah gambar bertuliskan "Selat Trump" di platform Truth Social miliknya. Penolakan itu terjadi di tengah memanasnya ketegangan AS-Iran yang sudah berbulan-bulan berperang terbuka.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal yang dikutip CNBC Indonesia, Minggu (27/9/2026), proposal damai Iran sebenarnya mencakup tawaran pembukaan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz serta pembukaan pintu perundingan nuklir baru. Sebagai timbal balik, AS diminta mencabut blokade ekonomi yang melumpuhkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun Trump memilih mempertahankan blokade maritim tersebut.
Sekitar setengah jam setelah laporan penolakan beredar, Trump mengunggah gambar rekayasa "Selat Trump" — gaya khas yang mengingatkan publik pada aksinya mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Gulf of America melalui dekrit kepresidenan. Hingga kini belum ada perintah eksekutif resmi soal pengubahan nama Selat Hormuz.
Wall Street Journal juga melaporkan Trump skeptis Iran akan mematuhi tuntutan Washington. Kepada staf dekatnya, ia menyiratkan rencana gelombang serangan pengeboman lanjutan yang kemungkinan baru digencarkan usai pemilu sela (midterm election) November mendatang, meski cadangan amunisi militer AS dilaporkan menipis setelah perang berbulan-bulan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyebut implementasi tahap awal proposal gencatan senjata hanya memerlukan empat hingga lima hari. Menurut Reuters, Iran masih menunggu respons formal atas proposal yang disampaikan lewat mediasi Qatar.
Di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa, Trump melontarkan ultimatum: "Apakah kesepakatan akan dibuat dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali... atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam itu secara cepat?" Sementara itu, delegasi Iran di New York justru tampil aktif — Araghchi bertemu lebih dari dua puluh diplomat, termasuk pertemuan langsung yang jarang terjadi dengan utusan AS Steve Witkoff, meski menuai kecaman dari kelompok garis keras di dalam negeri Iran.
Ketegangan juga menjalar ke Inggris. Kepolisian Gloucestershire mengevakuasi warga dari rumah-rumah di Whelford, dekat pangkalan udara RAF Fairford — pangkalan yang digunakan pasukan AS untuk melancarkan serangan ke Iran — dan menangkap beberapa pria atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak, dikutip dari Detik yang melansir Al-Jazeera. Status 'insiden besar' ditetapkan; sekitar 30 kendaraan darurat disiagakan. Pada Maret lalu, tiga pengebom B-1B Lancer AS mendarat di RAF Fairford usai apa yang diyakini sebagai misi serangan pertama AS ke Iran dari pangkalan Inggris. Korps Garda Revolusi Iran pada Juli memperingatkan pangkalan-pangkalan yang dipakai menyerang Iran bisa dianggap target sah, meski otoritas Inggris belum mengaitkan penangkapan itu dengan Iran.
Dari sisi Teheran, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengungkapkan sebagian kemampuan strategis angkatan bersenjata Iran sengaja disimpan di infrastruktur bawah tanah yang aman, seturut laporan IRNA yang dikutip Antara. Ia mengklaim langkah itu memicu kegagalan perhitungan musuh soal kekuatan pertahanan dan kapasitas produksi senjata Iran dalam perang 12 hari dan 40 hari melawan Israel dan AS. Sebelum konflik terbuka, Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dunia; kelumpuhan jalur ini telah memicu lonjakan harga BBM global.
Sumber
- Trump Tolak Tawaran Damai dari Iran, Ubah Hormuz Jadi 'Selat Trump' — CNBC Indonesia
- Inggris Mendadak Evakuasi Warga Dekat Pangkalan yang Dipakai AS Serang Iran — Detik
- Iran Tampil sebagai Pemenang Perang di Sidang Umum PBB, Ini 5 Alasannya — Sindonews
- Jubir Iran ungkap kemampuan militer strategis disimpan di bawah tanah — Antara
- Trump Tolak Tawaran, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz — Kumparan