Parlemen Iran Pertimbangkan Keluar dari NPT, AS-Iran Tempuh Jalur Mediator

Parlemen Iran meninjau RUU keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir, di tengah pembicaraan terpisah AS-Iran lewat mediator dan gagasan Qatar soal Selat Hormuz

Oleh · · Internasional

Parlemen Iran Pertimbangkan Keluar dari NPT, AS-Iran Tempuh Jalur Mediator
Foto: Suasana sidang Majelis Permusyawaratan Islam (parlemen Iran) di Teheran · Fooroogh Taherkhani / Mehr News Agency · CC BY 4.0

Rangkuman

TEHERAN — Parlemen Iran sedang mempertimbangkan langkah keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), salah satu pilar utama rezim pengendalian senjata nuklir dunia. Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengatakan, Senin (28/9/2026), bahwa rancangan undang-undang untuk hengkang dari NPT sedang ditinjau secara mendesak.

"Rancangan undang-undang untuk keluar dari NPT saat ini sedang ditinjau secara mendesak dan akan dibahas pada hari yang sama saat dokumen tersebut diterima secara resmi. Namun, parlemen juga akan mempertimbangkan implikasi internasionalnya," kata Nikzad, dikutip kantor berita Fars seperti dilaporkan Antara. Pernyataan itu memperkuat sinyal serupa yang disampaikan pada 13 September oleh Abbas Goudarzi, anggota presidium parlemen, yang menyebut keluarnya Iran dari NPT sebagai "langkah yang sangat nyata dan mudah untuk diwujudkan."

NPT, yang dibuka untuk penandatanganan pada 1968 dan berlaku sejak 1970 dengan 191 negara pihak, memang memberi hak kepada setiap anggota untuk menarik diri berdasarkan Pasal X — dengan pemberitahuan tiga bulan sebelumnya jika terjadi "peristiwa luar biasa" yang membahayakan kepentingan tertinggi negara. Ini bukan kali pertama Teheran mengancam keluar: pada Juni 2025, di tengah perang dua belas hari dengan Israel dan Amerika Serikat, parlemen Iran juga menyiapkan RUU serupa.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dari podium Majelis Umum PBB pekan lalu menegaskan Republik Islam tidak akan membuat senjata nuklir. Wacana keluar dari NPT ini juga berkembang di tengah transisi kepemimpinan Iran pasca tewasnya Ali Khamenei dalam perang 2026; penerusnya, Mojtaba Khamenei, sejauh ini belum berkomentar soal larangan keagamaan terhadap senjata nuklir yang dulu dikeluarkan ayahnya — ketidakpastian yang menambah kekhawatiran Barat, menurut laporan Antara.

Bersamaan dengan itu, saluran diplomatik tetap berjalan. Reuters melaporkan perwakilan Amerika Serikat dan Iran pada Senin secara terpisah mengadakan pembahasan dengan negara-negara mediator mengenai upaya mengakhiri konflik Timur Tengah. Menurut sumber kedua pihak, pembicaraan lanjutan akan fokus pada amandemen rencana tujuh hari yang diajukan Iran pekan sebelumnya — proposal yang sebelumnya ditolak Presiden Donald Trump. Axios sempat mengutip pejabat AS yang menyebut Trump siap melonggarkan sanksi dan mencairkan dana Teheran yang diblokir jika ada "kemajuan konkret" pada kesepakatan nuklir, namun Trump kemudian membantah laporan itu. Pada awal September, Trump sendiri menyebut peluang 99,9 persen Washington membuat kesepakatan nuklir dengan Teheran.

Di jalur terpisah, Teheran menyatakan Qatar telah mengajukan gagasan baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, arteri minyak dunia yang terganggu sejak konflik memanas, seperti diberitakan Antara dari laporan yang sama. Pemerintahan Trump juga dilaporkan mempertimbangkan pengecualian sanksi sementara untuk penerbangan yang mengangkut jamaah Syiah antara Iran dan Irak — sinyal kecil pelonggaran di tengah kebuntuan.

Para pengamat menilai manuver NPT ini lebih sebagai alat tawar ketimbang keputusan final: keluar dari NPT akan membuat Iran kehilangan payung hukum internasional untuk program nuklir damainya sekaligus memicu isolasi lebih dalam, namun ancaman itu efektif menaikkan tekanan pada AS dan sekutu Eropa-nya. Yang jelas, hingga kini belum ada fakta terkonfirmasi bahwa Iran benar-benar mendaftarkan RUU tersebut untuk disahkan — semua masih berada di tahap pertimbangan parlemen, dan pasar energi dunia tetap waspada menanti arah diplomasi Selat Hormuz.

Sumber

  1. Parlemen Iran pertimbangkan keluar dari Non-Proliferasi Nuklir — Antara
  2. AS, Iran bahas akhiri konflik dengan mediator secara terpisah — Antara
  3. Iran: Qatar ajukan gagasan baru ke AS untuk buka Selat Hormuz — Antara
  4. Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) — UN

Berita terkait