Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak 6 Bulan Lalu

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ternyata sudah mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu, diungkap Sekjen Sarmuji.

Oleh · · Politik

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak 6 Bulan Lalu
Foto: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Foto resmi Kementerian ATR/BPN. · Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI · Public domain

Rangkuman

JAKARTA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ternyata telah mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Pengunduran diri itu bukan peristiwa baru: menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, Nusron menyampaikannya langsung kepada Ketua Umum Bahlil Lahadalia lebih dari enam bulan lalu.

"Ya benar, Mas Nusron menyampaikan langsung ke Ketua Umum. Sudah agak lama, mungkin lebih enam bulan lalu," kata Sarmuji kepada wartawan, dikutip dari Okezone dan Sindonews, Minggu (20/9/2026). Konfirmasi senada disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia. "Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," ujar Doli, Sabtu (19/9/2026), dikutip dari Detik. Keduanya belum mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.

Meski keluar dari struktur kepengurusan, Nusron dipastikan tetap menjadi anggota partai berlambang pohon beringin itu. "Kemungkinan Pak Nusron berkonsentrasi ke urusan yang lain, tetapi masih punya komitmen untuk tetap berada di Partai Golkar," tutur Sarmuji. Dalam susunan DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron tercatat menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Kabar pengunduran diri ini mencuat di momen yang tidak mudah bagi sang menteri. Kementerian yang dipimpinnya sedang diterpa operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam OTT pada Senin, 14 September 2026, KPK menetapkan delapan tersangka, antara lain Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN berinisial LMP, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung berinisial ADR, serta ERW yang disebut KPK sebagai orang kepercayaan Nusron.

Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan, ERW diduga menerima Rp1,5 miliar dari pihak Summarecon sebagai bagian dari permintaan fee Rp2 miliar untuk pembukaan blokir dan pemecahan HGB atas tanah yang dikelola Summarecon di Kabupaten Bogor. KPK juga menyita barang bukti bernilai besar dalam perkara ini. Nusron sendiri tidak ditetapkan sebagai tersangka, dan KPK tidak menggeledah ruang kerjanya.

Menanggapi perkara itu, Nusron menyatakan menghormati proses hukum. "Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparatur penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada," katanya usai salat Jumat di kantor Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9/2026). Ia menegaskan pelayanan publik tetap berjalan normal dan menjadikan peristiwa ini momentum pembenahan internal.

Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, 12 Oktober 1973. Kader NU itu pernah menjadi Ketua Umum PB PMII (2000-2003) dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (2010-2015), sebelum menjabat Kepala BNP2TKI pada 2014-2019 di era Presiden Joko Widodo. Ia lima kali terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah II sejak 2004, dan dilantik sebagai Menteri ATR/BPN pada 21 Oktober 2024 di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengapa Nusron memilih hengkang dari kepengurusan partai yang telah membesarkannya selama lebih dari dua dekade, dan mengapa kabar itu baru terungkap sekarang. Golkar sendiri belum mengumumkan siapa penggantinya di posisi Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP.

Sumber

  1. Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai Golkar Tenyata Sudah Lebih dari 6 Bulan — Okezone
  2. Ternyata Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak 6 Bulan Lalu — Sindonews
  3. Nusron Wahid Ajukan Mundur dari Kepengurusan Golkar Beberapa Bulan Lalu — Detik
  4. Nusron Wahid Angkat Bicara soal OTT KPK: Kami Menghormati — Sindonews
  5. KPK: Diminta Rp2 Miliar Terkait HGB, Summarecon Serahkan Rp1,5 Miliar ke Orang Kepercayaan Nusron — Sindonews
  6. Nusron Wahid — Wikipedia

Topik

Berita terkait