Maskapai Iran Boleh Terbang ke Najaf, Irak Capai Kesepakatan Sanksi dengan AS
Irak dan AS sepakat mengizinkan maskapai Iran mengoperasikan 40 penerbangan per hari ke kota suci Najaf lewat waiver sanksi terbatas, mulai Oktober 2026.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- AS memberi pengecualian sanksi sehingga maskapai Iran, kecuali Mahan Air, boleh mengoperasikan 40 penerbangan per hari dari dan ke Najaf, Irak.
- Kesepakatan dicapai Baghdad dan Washington pada Jumat (2/10/2026) setelah bandara Najaf pekan lalu menangguhkan seluruh penerbangan Iran demi mematuhi sanksi baru AS.
- Penerbangan dijadwalkan mulai Oktober dan diprioritaskan untuk jemaah, pasien pengobatan medis, dan pelancong; penerapan sanksi AS sendiri berjalan tidak seragam di berbagai negara.
JAKARTA — Maskapai penerbangan Iran kembali mendapat jalan untuk terbang ke Irak. Amerika Serikat memberikan pengecualian sanksi (waiver) setelah pemerintah Irak mencapai kesepakatan dengan Washington pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat, yang mengizinkan maskapai Iran mengoperasikan hingga 40 penerbangan setiap hari dari dan ke kota suci Najaf.
Kantor Perdana Menteri Irak menyatakan Baghdad telah mencapai kesepakatan yang mengizinkan maskapai penerbangan Iran, kecuali Mahan Air, mengoperasikan 40 penerbangan setiap hari dari dan ke Najaf. Kota di selatan Irak itu merupakan salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim Syiah karena menjadi lokasi Makam Imam Ali, sehingga rute ini vital bagi arus jemaah asal Iran yang jumlahnya jutaan orang per tahun. Demikian dilansir dari AFP, Sabtu (3/10/2026), yang juga dikonfirmasi Reuters melalui sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.
Kesepakatan ini lahir setelah tekanan sanksi yang berlapis. Bulan lalu AS mengumumkan serangkaian sanksi baru yang luas terhadap maskapai penerbangan Iran sebagai bagian dari upaya menekan perekonomian Teheran di tengah perang dan kebuntuan pembukaan Selat Hormuz. Pekan lalu, bandara Najaf menangguhkan seluruh penerbangan Iran sebagai bentuk kepatuhan terhadap sanksi tersebut. Akibatnya, para pelancong dan jemaah harus berjibaku mencari rute alternatif yang lebih jauh dan mahal.
Beberapa hari setelah penangguhan itu, AS memberikan izin khusus lebih dulu kepada Iraqi Airways, maskapai penerbangan nasional Irak, untuk tetap melanjutkan penerbangannya. Kini pengecualian diperluas ke maskapai-maskapai Iran. Sumber di bandara menyebut pengecualian berlaku untuk perjalanan jemaah, sementara kementerian transportasi Irak menyatakan penerbangan akan dimulai pada bulan Oktober.
Dalam pernyataannya, kantor Perdana Menteri Irak menyambut baik respons positif pemerintah AS dan menyatakan izin khusus baru ini akan memperlancar pergerakan jemaah dan pelancong, khususnya mereka yang bepergian untuk tujuan pengobatan medis, kunjungan keagamaan, dan pariwisata. Pengecualian Mahan Air menunjukkan Washington tetap membedakan maskapai yang selama ini mereka tuduh terkait Garda Revolusi Iran.
Menariknya, penerapan sanksi AS di lapangan tampak tidak seragam. Awal pekan ini, Tiongkok dan Rusia dilaporkan mengabaikan sanksi tersebut, sementara Turki mengizinkan Iran Air, namun tidak Mahan Air, untuk terbang ke Istanbul. Uni Emirat Arab, yang menjadi rumah bagi komunitas Iran dalam jumlah besar, justru menghentikan seluruh penerbangan.
Saat mengumumkan sanksi tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington akan menghentikan operasi maskapai penerbangan Iran dan telah mengirim utusan ke berbagai penjuru dunia untuk menekan negara-negara lain agar mengisolasi Teheran. Kesepakatan Najaf memperlihatkan bahwa di tengah tekanan itu, Washington masih membuka ruang pengecualian kemanusiaan dan keagamaan, terutama untuk kepentingan sekutu seperti Baghdad.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan karena jutaan umat Muslim Indonesia juga biasa berziarah ke Irak, dan setiap pelonggaran jalur udara kawasan memengaruhi harga tiket serta ketersediaan rute umrah dan ziarah. Pemerintah Irak belum merinci apakah kuota 40 penerbangan per hari itu bisa dinaikkan bila permintaan membeludak pada musim ziarah besar seperti Arbain.
Sumber
- Irak dan AS Capai Kesepakatan, Maskapai Iran Boleh Terbang ke Kota Suci Najaf — Detik
- US to grant sanctions waiver for flights between Iran and Iraq's Najaf — Reuters (via Incisor News)
- US grants waiver for Iranian flights at Najaf Airport — Zaviye News