Iran Siapkan Pembalasan Lebih Keras, AS Kerahkan 3 Kapal Induk

Iran menyiapkan pembalasan lebih luas jika AS menyerang lagi, usai Trump menolak tawaran gencatan terbaru dan mengerahkan kapal induk ke kawasan.

Oleh · · Internasional

Iran Siapkan Pembalasan Lebih Keras, AS Kerahkan 3 Kapal Induk
Foto: Kapal-kapal Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz. AS akan mengerahkan tiga kapal induk di sekitar Iran hingga akhir November 2026. · Alex R. Forster/U.S. Navy · Public domain

Rangkuman

TEHERAN — Iran menyiapkan rencana pembalasan yang lebih luas dan lebih keras jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer berskala besar, di tengah upaya diplomasi mengakhiri perang tujuh bulan kedua negara yang kini menemui jalan buntu. Demikian dilaporkan Reuters, Kamis (1/10/2026), mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal Teheran.

Menurut laporan Reuters, para komandan Iran tengah menimbang opsi pembalasan yang lebih luas, mulai dari kawasan Selat Hormuz hingga kepentingan-kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Kendati demikian, Teheran disebut masih membuka jalur diplomatik meski peluang tercapainya kompromi dinilai kecil. Belum ada keputusan final yang diambil para pemimpin Iran terkait rencana tersebut.

Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran gencatan senjata terbaru dari Iran. Dalam wawancara dengan majalah Time, Trump menyebut tawaran Teheran itu tidak memadai. Trump juga mengisyaratkan Amerika Serikat bisa kembali menyerang Iran dan memperingatkan bahwa waktunya semakin dekat, seperti dilaporkan Associated Press dan dikutip sejumlah media AS.

Di sisi lain, Iran mengindikasikan telah menerima respons resmi dari Amerika Serikat atas proposal terbarunya untuk mengakhiri perang. Hal itu disampaikan para pejabat Iran pada Rabu (30/9), menurut Times of Israel. Isi jawaban resmi AS itu tidak diungkapkan ke publik, namun penolakan Trump atas tawaran gencatan mengindikasikan posisi Washington yang belum melunak.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menghindar dari perundingan. Menurut kantor berita Tasnim yang dikutip Al Jazeera, Pezeshkian menyatakan Iran tidak pernah menghindari dialog dengan Amerika Serikat, meski telah diserang tiga kali saat negosiasi berlangsung. Pernyataan itu merujuk pada serangan-serangan AS terhadap fasilitas Iran di tengah proses diplomatik yang berjalan sejak awal konflik.

Tekanan militer Washington terhadap Teheran juga terus ditambah. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hingga akhir November mendatang, tiga kapal induk dan dua grup pendarat akan dikerahkan di sekitar perairan Iran. Pengerahan kekuatan sebesar itu menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi tekanan nyata di tengah tarik-ulur diplomasi.

Di dalam negeri Iran sendiri situasi keamanan terus bergerak. Al Jazeera melaporkan pasukan keamanan Iran menewaskan enam anggota yang disebut Teheran sebagai kelompok teroris yang diduga merencanakan serangan bom dari kota Manjilabad di dekat Ibu Kota Teheran. Klaim tersebut belum bisa diverifikasi secara independen.

Perang Iran-Amerika Serikat yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan telah mengguncang kawasan: Selat Hormuz yang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dunia berulang kali menjadi ajang ancaman, harga minyak dunia bergejolak, dan sekutu AS di Teluk berada dalam siaga tinggi. Dengan penolakan tawaran gencatan terbaru dan rencana pembalasan Iran yang tengah disiapkan, para pengamat menilai risiko eskalasi besar dalam beberapa pekan ke depan meningkat, meski kedua pihak sama-sama menyatakan pintu dialog belum tertutup.

Sumber

  1. Iran readies harder retaliation if attacked as diplomacy faces long odds — Reuters
  2. Iran war live: Pezeshkian says Tehran to continue seeking talks; US deploys strike group — Al Jazeera
  3. Trump says latest Iran peace offer not enough, may resume strikes — AP/St. Paul Pioneer Press
  4. Iran indicates it received official US response to latest offer on ending war — Times of Israel

Berita terkait