Iran Serang Kapal Tanker LPG di Selat Hormuz, Trump Indikasikan Aksi Militer
Garda Revolusi Iran menyerang kapal tanker LPG NV Sunshine di Selat Hormuz; Trump sebut Iran gagal total dan buka opsi aksi militer.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- IRGC mengaku menyerang kapal tanker LPG raksasa NV Sunshine di selatan Selat Hormuz karena dianggap melintasi rute ilegal
- Badan maritim Inggris UKMTO melaporkan insiden terpisah: proyektil tak dikenal membakar kapal tanker GEM NO.2 berbendera Panama dekat perairan UEA
- Trump menyebut Iran mengalami kegagalan total namun menegaskan tidak akan menyerang sebelum pemilu sela AS 3 November
TEHERAN — Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang sebuah kapal tanker pengangkut LPG raksasa di jalur perairan strategis itu, dengan tuduhan kapal tersebut berusaha melintasi rute ilegal.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran dan dilansir AFP, Sabtu (10/10/2026), IRGC menyatakan pasukannya telah mengambil alih kendali atas pengelolaan selat tersebut. "Beberapa jam lalu, sebuah kapal pengangkut LPG raksasa bernama NV Sunshine, yang dimiliki NatWit, yang mencoba melintas melalui rute ilegal di sebelah selatan Selat Hormuz, telah diserang," sebut pernyataan IRGC pada Jumat (9/10) waktu setempat, dikutip dari Detik.
Sejak perang melawan Amerika Serikat dan Israel berkecamuk pada akhir Februari lalu, Teheran memang berkeras agar kapal-kapal meminta izin dan hanya melintasi rute yang telah ditentukan Iran. Namun semakin banyak kapal yang nekat mengambil jalur alternatif menyusuri pesisir selatan Selat Hormuz, jalur satu-satunya untuk keluar-masuk kawasan Teluk yang kaya minyak.
Secara terpisah, badan maritim Inggris UKMTO melaporkan sebuah proyektil tak dikenal memicu kebakaran pada sebuah kapal yang berada dalam jarak 24 kilometer dari lepas pantai Al Jazeera Al Hamra, Uni Emirat Arab, di barat daya Selat Hormuz. "Status awak kapal, penilaian kerusakan, dan dampak lingkungan saat ini belum diketahui," kata UKMTO. Perusahaan keamanan Inggris, Vanguard, mengidentifikasi kapal itu sebagai kapal tanker minyak mentah berbendera Panama, GEM NO.2.
Insiden-insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah kapal tanker lain dihantam serangan di lepas pantai Qatar, sekitar 500 kilometer di barat Selat Hormuz. Perlu dicatat, identitas penyerang dalam sejumlah insiden terakhir ini belum dikonfirmasi pihak independen; klaim IRGC soal NV Sunshine sejauh ini baru berasal dari pernyataan sepihak Teheran, sementara penyelidikan UKMTO atas insiden GEM NO.2 masih berjalan.
Di Washington, Presiden AS Donald Trump justru melempar sinyal keras. Dikutip dari Anadolu Agency, Trump menyebut Iran sedang mengalami "kegagalan total". "Militer mereka telah dikalahkan. Mereka tidak memiliki angkatan laut. Mereka tidak memiliki angkatan udara. Inflasi mereka mencapai 300 persen," klaim Trump. Ketika ditanya apakah AS akan mengambil tindakan militer sekarang, ia menjawab: "Kami mungkin saja melakukannya. Kita lihat saja nanti."
Namun Trump sendiri sebelumnya menegaskan lewat Truth Social bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November, seraya menyebut sedang berlangsung "diskusi produktif" dengan Teheran. Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman dengan mediasi Pakistan dan Qatar untuk menghentikan pertempuran, tetapi penerapannya buntu, antara lain soal kendali atas Selat Hormuz.
Perang yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan itu membuat lalu lintas minyak komersial di Selat Hormuz praktis terhenti dan mendorong lonjakan harga bahan bakar dunia. Washington menerapkan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sesekali menembaki kapal-kapal yang terkait Teheran, sementara kapal perang AS dilaporkan media-media Amerika berupaya mengawal kapal dagang yang melintasi jalur selatan selat tersebut.
Sumber
- Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Tuduh Lintasi Rute Ilegal — Detik
- Trump Sebut Iran 'Gagal Total', Indikasikan Aksi Militer Terbuka — Detik
- Arogansi Barat Akan Berakhir dalam Debu dan Kehinaan, Iran: Kalian Akan Berlutut — Sindonews
- Berbulan-bulan Dihajar AS, Benteng Persenjataan Iran Kokoh Bertahan? Ini Kata Media Barat — Republika
Topik
Berita terkait
- Iran Ancam Kerahkan Senjata Baru dan Target Baru Jika AS Menyerang
- Pezeshkian di PBB: Iran Tak Akan Bertekuk Lutut, Siap Berdialog Tanpa Paksaan
- Trump tolak tawaran Iran buka Selat Hormuz, pertimbangkan serangan baru
- Iran Tegaskan Hanya Negosiasi Bisa Akhiri Konflik dengan AS
- Selat Hormuz: Iran Tunggu Jawaban Resmi AS atas Rencana Tujuh Poin