Houthi Dituduh Serang Gardu Listrik Pemasok Masjid Nabawi Madinah
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh Houthi menyerang gardu listrik Taybah di Madinah yang memasok Masjid Nabawi; Houthi membantah dan menyebutnya kebohongan.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Koalisi Saudi: drone Houthi menyerang gardu distribusi listrik Taybah di Madinah, Selasa 29 September pukul 05.11 waktu setempat, satu transformator lumpuh
- Pemeriksaan puing drone disebut mengonfirmasi keterlibatan Houthi; fasilitas itu memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs tersuci Islam
- Houthi membantah lewat kantor berita Saba dan menuduh Saudi menutupi kegagalan membuktikan klaim sebelumnya soal Mekkah; OKI dan negara-negara Teluk mengecam serangan itu
JAKARTA — Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi melakukan serangan pesawat nirawak (drone) terhadap gardu distribusi listrik Taybah di Kota Madinah, fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam Islam. Tuduhan itu dibantah keras oleh Houthi, memperpanjang babak baru ketegangan terburuk antara kedua pihak sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB tahun 2022.
Juru bicara Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan serangan terjadi pada Selasa, 29 September, pukul 05.11 waktu setempat. Menurutnya, serangan itu menyebabkan satu unit transformator tidak dapat beroperasi, meski jaringan listrik secara keseluruhan tidak terganggu. "Serangan tersebut menyasar fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah," kata Al-Maliki dalam pernyataan yang diunggah di X, dikutip Kumparan dan Reuters, Jumat (2/10/2026).
Al-Maliki menuturkan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan puing-puing drone oleh pihak berwenang mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan tersebut. Ia menyebut serangan ini sebagai kelanjutan dari upaya berulang milisi Houthi untuk menargetkan dua masjid suci, yakni Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sekaligus memprovokasi perasaan jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Koalisi berjanji terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi situs suci dan para jemaah haji maupun umrah.
Houthi membantah tuduhan itu. Seorang sumber militer Houthi yang dikutip kantor berita Saba yang dikelola kelompok tersebut menyebut tuduhan Saudi sebagai kebohongan. Menurutnya, klaim itu bertujuan menutupi kegagalan Saudi membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi menargetkan kota suci Mekkah. Dua minggu lalu, Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan drone Houthi di selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang; Koalisi menyebut insiden itu sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah sejak 2017, yang juga dibantah Houthi.
Eskalasi tidak berhenti di situ. Dilansir Al Jazeera, koalisi juga menyatakan pada Kamis (1/10) mencegat dan menghancurkan empat drone yang diluncurkan Houthi di atas kota Khamis Mushait di selatan Saudi, serta dua rudal balistik di atas Khamis Mushait dan Jazan. Beberapa jam setelah pernyataan Koalisi soal Madinah, pihak Houthi melaporkan adanya serangan Saudi terhadap Ibu Kota Yaman, Sanaa, serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran. Belum ada konfirmasi resmi Saudi atas laporan itu. Jika terkonfirmasi, serangan ke Sanaa akan menjadi yang pertama sejak Juli, ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyerang landasan pacu bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.
Di medan tempur Yaman sendiri, bentrokan memanas. Angkatan bersenjata pemerintah Yaman yang diakui internasional mengklaim menewaskan sedikitnya 30 pejuang Houthi di front al-Aqrud, distrik al-Masrakh, Taiz, serta melukai puluhan lainnya. Enam serangan udara juga disebut menimbulkan kerugian besar di tenggara Taiz. Pasukan pemerintah bahkan menyatakan melancarkan lebih dari dua puluh serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz, dengan sasaran gudang rudal, pusat komando, dan lokasi militer lainnya.
Permusuhan kedua pihak kembali pecah tahun ini setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Juli dan mulai menyerang wilayah serta pelayaran Saudi, sementara pasukan Houthi mencatat kemajuan wilayah signifikan di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman. Saudi membalas dengan serangan udara dan dukungan terhadap pasukan pemerintah Yaman.
Serangan terhadap Madinah memicu kecaman luas. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan sejumlah negara Teluk, menurut kantor berita Anadolu, mengutuk serangan drone yang dituduhkan kepada Houthi terhadap gardu listrik Madinah tersebut. Koalisi menegaskan akan terus mengambil dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah aksi milisi Houthi, melindungi dua masjid suci, serta menjamin keselamatan para tamu Allah di Mekkah dan Madinah.
Sumber
- Koalisi Saudi: Houthi Serang Gardu Listrik di Madinah yang Pasok Masjid Nabawi — Kumparan
- Koalisi Saudi Sebut Houthi Serang Gardu Pemasok Listrik ke Masjid Nabawi — Detik
- Saudi-led coalition says power station attacked in Medina, blames Houthis — Al Jazeera
- OIC, Arab states condemn drone attack on Saudi Arabia's Medina power station — Anadolu Agency