Houthi Serang Bandara Riyadh dan Abha, 3 Tewas dan 36 Terluka

Kelompok Houthi Yaman menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Abha, Arab Saudi, menewaskan tiga warga sipil dan melukai 36 orang.

Oleh · · Internasional

Houthi Serang Bandara Riyadh dan Abha, 3 Tewas dan 36 Terluka
Foto: Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi · liton islam · CC BY 3.0

Rangkuman

RIYADH — Kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua bandara internasional di Arab Saudi pada Selasa dan Rabu, 6-7 Oktober 2026, menewaskan tiga warga sipil dan melukai 36 orang lainnya. Serangan ini menjadi korban sipil perdana di wilayah Saudi dalam eskalasi terbaru perang Yaman yang kembali membara sejak Juli lalu.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan terpisah. "Pada Selasa dan Rabu... Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitasnya," demikian pernyataan GACA, dikutip AFP. Pernyataan resmi Saudi tidak menyebut langsung pelakunya, tetapi Houthi telah mengaku bertanggung jawab.

Rincian korban berbeda tipis antar-sumber. Menurut GACA yang dikutip Al Arabiya, dua perempuan—berkewarganegaraan Maroko dan Aljazair—tewas di Bandara Abha bersama 28 orang terluka, sementara seorang warga Sudan tewas dan delapan orang terluka di Bandara King Khalid, Riyadh. Versi lain yang dilansir AFP menyebut korban tewas di Abha adalah seorang warga Mesir dan seorang warga Aljazair. Korban luka di Riyadh mencakup lima warga Saudi, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan, dengan kondisi bervariasi dari luka ringan hingga serius.

Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan serangan itu melalui akun X. "Angkatan bersenjata kami baru saja menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik. Serangan itu akurat, atas karunia Tuhan, dan menyebabkan gangguan lalu lintas udara," tulisnya. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan rudal berhasil dicegat dan mengklaim telah menghancurkan platform peluncuran rudal balistik yang dipakai dalam serangan ke Riyadh.

Serangan tidak berhenti di Saudi. Kantor berita pemerintah Yaman, Saba, melaporkan rudal dan drone juga menyasar bandara Aden, ibu kota sementara pemerintah Yaman. Satu rudal jatuh di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum pesawat dari Kairo dijadwalkan mendarat; pesawat itu terpaksa dialihkan ke Jeddah. Saree juga mengklaim drone dan rudal Houthi menyasar Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait serta 11 titik konsentrasi pasukan yang didukung Saudi di selatan Bab al-Mandab.

Ketegangan ini adalah babak baru perang saudara Yaman yang kembali pecah pada Juli 2026 setelah empat tahun gencatan senjata. Bulan lalu, Houthi merebut seluruh garis pantai barat Yaman di Laut Merah, termasuk kota pelabuhan strategis Mocha, dalam salah satu pertempuran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Yaman yang diakui internasional pekan ini mengklaim melancarkan serangan balasan besar-besaran dan memaksa Houthi keluar dari sejumlah wilayah strategis—klaim yang dibantah Houthi dan sulit diverifikasi independen karena akses jurnalis terbatas.

Di lapangan, bentrokan Rabu di Yaman barat menewaskan sedikitnya 62 kombatan, termasuk 37 anggota Houthi, menurut sumber militer kedua kubu kepada AFP. Saba melaporkan lima warga sipil terluka di Kota Taiz akibat tembakan rudal Houthi. Saree balik menuduh pesawat tempur F-15 dan Typhoon Saudi melancarkan 156 serangan udara dalam 24 jam terakhir, sehingga total serangan Saudi sejak eskalasi dimulai mencapai 1.798 kali, menyasar Sanaa, Taiz, Saada, Al-Jawf, Marib, dan Amran. PBB memperkirakan lebih dari 200.000 orang telah mengungsi di dalam Yaman akibat pertempuran terbaru ini.

Sumber

  1. Houthi Serang 2 Bandara Saudi, 3 Orang Tewas dan 36 Terluka — Kumparan
  2. Saudi Klaim Serangan Houthi Tewaskan Tiga Warga Sipil di Riyadh — Republika
  3. Timur Tengah Makin Chaos, Bandara Saudi Jadi Sasaran-Korban Berjatuhan — CNBC Indonesia
  4. Mengapa Saudi Tak Mau Menguji Aliansi Mekkah dalam Melawan Houthi? — Sindonews

Berita terkait