Serangan Udara Guncang Sana'a Yaman, Houthi Tuding Agresi Saudi
Serangan udara menghantam Sana'a dan sejumlah provinsi Yaman pada Kamis malam, beberapa jam setelah koalisi Saudi mencegat rudal dan drone Houthi.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Lebih dari lima ledakan dahsyat mengguncang Sana'a pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, menurut kesaksian warga kepada Xinhua
- TV al-Masirah milik Houthi menyebut serangan juga menyasar Saada, Amran, dan Taiz; belum ada rincian korban
- Beberapa jam sebelumnya koalisi pimpinan Saudi mengaku mencegat dua rudal balistik dan empat drone Houthi ke Khamis Mushait dan Jazan
SANA'A — Serangkaian serangan udara menghantam Sana'a, ibu kota Yaman yang dikuasai kelompok Houthi, pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, dan memicu ledakan-ledakan dahsyat di seluruh penjuru kota. Serangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi lain di negara yang dilanda perang tersebut, demikian dilaporkan saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi dan dikutip Antara dari kantor berita Xinhua. Peristiwa ini menjadi babak baru eskalasi konflik Yaman yang kembali memanas dalam sepekan terakhir.
Saluran TV Houthi itu melaporkan bahwa apa yang disebutnya sebagai "agresi Saudi" menargetkan Sana'a, serta Provinsi Saada dan Amran di Yaman utara, dan Provinsi Taiz di barat daya. Hingga Jumat pagi, belum ada rincian resmi mengenai target spesifik, jumlah korban, maupun tingkat kerusakan.
Warga Sana'a menuturkan kepada Xinhua bahwa lebih dari lima ledakan dahsyat mengguncang ibu kota dalam waktu singkat, dengan suara ledakan menggema di beberapa lingkungan permukiman. Ledakan bertubi-tubi dalam tempo cepat itu menandakan serangan dilakukan hampir bersamaan ke sejumlah titik.
Belum ada komentar langsung dari Arab Saudi terkait klaim serangan tersebut. Namun serangan udara ini terjadi hanya beberapa jam setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan, lewat pernyataan di platform media sosial X, bahwa pihaknya mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik serta empat drone yang diluncurkan Houthi ke arah Khamis Mushait dan Jazan di barat daya Arab Saudi. Pola serangan balas-membalas dalam hitungan jam ini menguatkan dugaan serangan udara ke Sana'a merupakan respons atas gelombang rudal dan drone tersebut.
Eskalasi lintas batas itu berlangsung di tengah memanasnya kembali front Yaman. Al Jazeera melaporkan, pasukan pemerintah Yaman yang diakui internasional mengklaim telah menewaskan sekitar 30 petempur Houthi dan melukai 50 lainnya dalam pertempuran sengit di Taiz pada hari yang sama, setelah Houthi disebut membuka tembakan berat di distrik Jabal Habashi dan Maqbanah. Koalisi Saudi sebelumnya juga menuduh Houthi menyerang stasiun distribusi listrik yang memasok Masjid Nabawi di Madinah pada Selasa — tuduhan yang dibantah keras oleh sumber militer Houthi kepada kantor berita Saba sebagai "kebohongan".
Konflik Yaman meletus pada akhir 2014 ketika Houthi merebut Sana'a dan sebagian besar wilayah utara, yang mendorong intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui internasional. Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 sempat meredam sebagian besar permusuhan berskala besar, namun serangkaian serangan dan pertempuran terbaru menandai eskalasi paling tajam sejak perjanjian itu mulai goyah.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Sana'a dilaporkan masih tegang dan warga diminta waspada terhadap kemungkinan serangan susulan. Belum ada pernyataan resmi dari PBB maupun mediator internasional terkait eskalasi terbaru ini. Perkembangan di Yaman juga berkaitan erat dengan ketegangan kawasan yang lebih luas, menyusul rangkaian serangan lintas negara yang melibatkan Houthi, Arab Saudi, serta tarik-menarik kepentingan Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Sumber
- Serangan udara hantam Sana'a yang dikuasai Houthi, provinsi lain Yaman — Antara
- Saudi-led coalition says power station attacked in Medina, blames Houthis — Al Jazeera