Gangguan GPS Pesawat dari Timur Tengah Terasa Sampai Jakarta, Ini Kata AirNav
AirNav Indonesia mencatat gangguan sinyal GPS pada pesawat dari Timur Tengah yang terbawa hingga Jakarta imbas perang AS-Iran; pendaratan dialihkan ke ILS.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- AirNav Indonesia: pesawat dari Timur Tengah mengalami gangguan GPS yang terus berlanjut hingga mendarat di Jakarta setelah pecahnya perang AS-Iran
- Pesawat tidak bisa memakai RNP approach berbasis satelit dan dialihkan ke ILS approach berbasis panduan radio dari darat
- Keselamatan penerbangan tidak terganggu, tetapi antrean pendaratan jadi lebih panjang; sumber gangguan di sekitar Jakarta belum diketahui
JAKARTA — Dampak perang Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah ikut terasa di dunia penerbangan Indonesia. AirNav Indonesia mencatat sejumlah pesawat yang datang dari kawasan Timur Tengah mengalami gangguan sinyal GPS yang terus berlanjut hingga memasuki ruang udara Jakarta.
Direktur Keamanan, Keselamatan dan Standardisasi AirNav Indonesia Nurtjahjo Utomo menjelaskan fenomena itu mulai teramati setelah pecahnya konflik AS-Iran. "Awalnya adalah kejadian setelah mulai perang Amerika-Iran, ini banyak pesawat yang datang dari arah Timur Tengah, setelah mereka mengalami gangguan GPS di sekitar Timur Tengah, ternyata GPS-nya masih terus belum bisa normal sampai mendarat di Jakarta," kata Nurtjahjo dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jumat (2/10/2026), dikutip dari CNBC Indonesia.
Gangguan tersebut membuat sejumlah penerbangan tidak dapat menggunakan prosedur RNP approach yang mengandalkan navigasi satelit. "Sehingga mereka minta kembali ke penerbangan konvensional, jadi pakai ILS approach. Nah ternyata setelah itu gangguan juga terjadi di sekitar wilayah udara Jakarta," ujarnya. Berbeda dengan RNP approach, ILS approach menggunakan panduan sinyal radio dari peralatan di darat untuk membantu pesawat mendarat.
AirNav mengaku tidak dapat memastikan sumber gangguan yang tercatat di sekitar ruang udara Jakarta. "Ini kami juga tidak mengetahui sumbernya dari mana, tetapi kita hanya bisa mencatat dan kita kembali bahwa karena gangguan terhadap GPS, maka penerbangan-penerbangan ini adalah kembali menggunakan metode penerbangan yang konvensional, artinya berbasis dengan panduan alat navigasi di darat, AVOR, ILS, dan lain-lain," kata Nurtjahjo.
Ia menegaskan gangguan sinyal GPS tidak berarti pesawat kehilangan seluruh kemampuan navigasinya, karena sistem navigasi berbasis darat masih dapat digunakan sebagai alternatif. "Sehingga secara keselamatan tidak terganggu, namun demikian akhirnya beberapa penerbangan antreannya juga menjadi lebih panjang. Jadi gangguannya lebih kepada pengaturan lalu lintas penerbangannya saja, tetapi tidak mengganggu terhadap keselamatan," ujar Nurtjahjo.
Di jalur legislatif, anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menegaskan fenomena jamming atau gangguan sinyal GPS harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan nasional, seperti dikutip dari laman resmi DPR. AirNav Indonesia sendiri dalam siaran persnya menyatakan penanganan gangguan sinyal navigasi telah siap: saat gangguan GNSS terdeteksi, petugas lalu lintas udara (ATC) segera berkoordinasi dengan pilot pesawat terdampak dan meneruskan informasi ke unit ATC yang berdekatan serta wilayah informasi penerbangan (FIR) lain.
Gangguan GPS akibat konflik Timur Tengah sebelumnya lebih banyak dilaporkan di sekitar Teluk Persia. Layanan pemantau navigasi mencatat aktivitas pemalsuan sinyal (spoofing) dan pengacauan (jamming) yang signifikan di kawasan itu, yang membuat navigasi kapal dan pesawat kacau. Pekan ini ketegangan di kawasan kembali memanas: otoritas Iran menyatakan tiga kapal tanker terkait Uni Emirat Arab diserang di Selat Hormuz karena dianggap melintas tanpa izin, dan satu supertanker dilaporkan terbakar di lepas pantai Oman, menurut laporan Press TV dan kantor berita Fars yang dikutip Sindonews.
Di front diplomatik, perang juga menyeret isu energi. Presiden AS Donald Trump mengancam menyetop ekspor solar ke Eropa jika negara-negara Uni Eropa tidak melepas lebih banyak cadangan BBM untuk meredam kenaikan harga akibat konflik dengan Iran. Juru bicara Komisi Eropa Anna-Kaisa Itkonen menolak ancaman itu. "Larangan tersebut tidak akan menguntungkan siapa pun. Hal itu akan mengikis kepercayaan kami terhadap Amerika Serikat sebagai mitra yang dapat diandalkan," ujarnya, dikutip dari Sindonews. Bagi Indonesia, gangguan GPS yang terbawa hingga Jakarta menjadi pengingat bahwa perang ribuan kilometer jauhnya tetap bisa menyentuh keselamatan penerbangan di rumah sendiri.
Sumber
- Perang AS dan Iran Bikin Gangguan Sinyal GPS Pesawat Sampai Jakarta — CNBC Indonesia
- Saadiah Uluputty: Gangguan GPS Pesawat Jadi Peringatan Serius bagi Sistem Keselamatan Penerbangan — DPR RI
- AirNav Indonesia Pastikan Penanganan Gangguan Sinyal Navigasi Telah Siap — AirNav Indonesia
- 3 Kapal Tanker Terkait UEA Diserang, Iran Peringatkan Transit Selat Hormuz Tanpa Izin — Sindonews
- Dampak Perang Iran: AS Ancam Setop Ekspor Solar, Uni Eropa Didesak Lepas Cadangan BBM — Sindonews