G7 Lepas Cadangan Minyak 100 Juta Barel untuk Tekan Harga Solar

Kelompok G7 sepakat melepas hingga 100 juta barel cadangan darurat minyak dan solar selama empat bulan demi meredam lonjakan harga energi global.

Oleh · · Ekonomi

G7 Lepas Cadangan Minyak 100 Juta Barel untuk Tekan Harga Solar
Foto: Tangki-tangki penyimpanan di sebuah kilang minyak. · Carl Young (Riding with Carl) · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

JAKARTA — Kelompok tujuh negara ekonomi besar (G7) sepakat melepas hingga 100 juta barel cadangan darurat minyak mentah dan solar ke pasar global dalam empat bulan ke depan. Keputusan itu diambil dalam pertemuan darurat virtual para pemimpin G7 pada Jumat (2/10/2026) untuk meredam lonjakan harga solar yang menembus rekor di Amerika Serikat dan Eropa.

Berdasarkan proposal yang disusun Presiden Prancis Emmanuel Macron selaku ketua G7 saat ini, paket pelepasan terdiri atas 50 juta barel solar dan 50 juta barel minyak mentah. Pelepasan akan dikoordinasikan Badan Energi Internasional (IEA), dengan volume solar dalam jumlah besar dikucurkan lebih dulu dalam 20 hari pertama. Jika dibagi merata selama empat bulan, volume itu setara sekitar 830.000 barel per hari.

"Keputusan bersama dan persatuan ini seharusnya dapat menurunkan harga. Volume yang kami lepaskan juga akan menambah likuiditas di pasar dan menurunkan harga," kata Macron dalam pernyataan virtual usai pertemuan, dikutip Sindonews dari AP, Sabtu (3/10/2026). Macron juga menegaskan seluruh anggota berkomitmen tidak membatasi perdagangan produk energi antarnegara mitra.

Kesepakatan ini lahir di tengah tekanan keras Washington. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam melarang ekspor solar AS kecuali negara-negara Eropa menguras cadangan darurat mereka untuk mendinginkan pasar. Ancaman itu muncul setelah harga solar di pompa AS menembus rekor 6,52 dolar per galon pada 22 September dan berada di 6,37 dolar per galon pada Jumat, menurut data AAA — pukulan telak bagi ekonomi menjelang pemilu sela AS pada November. Komisi Eropa sempat menolak apa yang disebutnya "ancaman" AS, namun pembicaraan telepon semalam antara Macron dan Trump melunakkan sikap Paris. Di platform Truth Social, Trump menyebut Eropa telah setuju melepas "sejumlah besar cadangan solar mereka" dan prosesnya dimulai "segera".

Akar krisis ini berlapis. Gangguan ekspor bahan bakar fosil dari Timur Tengah membatasi produksi kilang di kawasan itu maupun di China, pembeli utama minyak Teluk. Kilang-kilang Rusia juga diserang Ukraina hingga produksi bahan bakarnya anjlok ke titik terendah dalam 20 tahun. Akibatnya, AS mengekspor rekor 1,9 juta barel per pekan ke pembeli luar negeri pada awal Agustus, yang menguras stok distilat AS ke level musiman terendah sejak 1996. Eropa sendiri memproduksi sekitar 70 persen solar yang dikonsumsinya, tetapi tetap bergantung pada impor untuk menutup kekurangan.

Di Inggris, harga solar rata-rata di pompa menembus rekor 2 poundsterling per liter pada Jumat. Menurut lembaga otomotif RAC, mengisi penuh tangki mobil keluarga kini menelan biaya 110 poundsterling, naik hampir 32 poundsterling dibanding sebelum perang Iran. Truk, van, dan kendaraan pertanian Inggris umumnya memakai solar, sehingga kenaikan harga dipastikan merambat ke harga barang di seluruh ekonomi.

Pasar sempat merespons positif. Harga minyak Brent yang diperdagangkan di atas 100 dolar per barel pada Jumat — dibanding sekitar 72 dolar sebelum perang Iran dimulai — turun ke kisaran 98 dolar setelah kabar pelepasan cadangan, meski kembali menembus 102 dolar pada akhir perdagangan.

Namun sejumlah analis meragukan efektivitas langkah ini. Walt Chancellor dari Macquarie Group menilai keputusan Eropa lebih mengandalkan cadangan sendiri ketimbang impor AS tidak menyentuh persoalan mendasar. "Masalah inti yang dihadapi AS bukanlah masalah solar," ujarnya. Pelepasan minyak mentah strategis juga tidak otomatis menjadi solar: kilang harus mengolahnya lebih dulu, dan hasilnya sangat bergantung pada kapasitas, logistik, serta jenis minyak mentah yang tersedia. Para menteri G7 akan membahas kemungkinan pelepasan tambahan dalam beberapa hari ke depan, dengan harapan memberi kelegaan menjelang musim dingin ketika permintaan solar biasanya meningkat.

G7 beranggotakan Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, dengan keterwakilan Uni Eropa.

Sumber

  1. Harga Solar Naik Gila-gilaan, G7 Sepakat Lepas Cadangan Minyak 100 Juta Barel — Sindonews
  2. G7 to release up to 100m barrels of emergency oil and diesel reserves — The Guardian
  3. G7 agrees 100 million-barrel emergency oil release amid US pressure over diesel — Euronews
  4. The G7 will release 100 million reserve barrels of diesel fuel over the next 4 months — NPR

Berita terkait