G7 Desak Iran Hentikan Pasokan Senjata ke Houthi, Ancam Keamanan Energi Global

Menlu G7 desak Iran hentikan pasokan senjata ke Houthi Yaman dan kecam serangan kelompok itu terhadap Arab Saudi serta kapal kargo di Selat Bab al-Mandab.

BeritaFlash AI · · Internasional

G7 Desak Iran Hentikan Pasokan Senjata ke Houthi, Ancam Keamanan Energi Global

Rangkuman

NEW YORK — Menteri luar negeri negara-negara anggota Group of Seven (G7) mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Iran untuk menghentikan pasokan senjata dan dukungan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan itu dikeluarkan usai pertemuan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Senin (22/9/2026) waktu setempat.

Para menlu dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat itu juga mengecam "dengan keras" serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal kargo komersial. Mereka menyebut eskalasi pertempuran melawan pasukan pro-pemerintah yang didukung Saudi sebagai ancaman terhadap keamanan regional dan energi global.

"Kami menyerukan kepada Houthi untuk segera menghentikan semua aksi militer, semua ancaman dan serangan terhadap pengiriman sipil, dan kembali ke proses politik dengan itikad baik," bunyi pernyataan bersama tersebut, dilansir BBC. "Tindakan mereka yang tercela merupakan pola eskalasi berbahaya yang berisiko memperburuk konflik, merusak perdagangan internasional, dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi global."

Pernyataan G7 juga menegaskan kembali dukungan terhadap pemerintah Yaman yang sah serta komitmen terhadap persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Yaman. Iran sebelumnya membantah memasok senjata ke Houthi dan mengklaim hanya mendukung secara politik.

Situasi di Yaman memanas dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok Houthi yang didukung Iran telah menguasai sisi Yaman dari Selat Bab al-Mandab, jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi alternatif penting setelah Selat Hormuz secara efektif ditutup sejak perang antara AS-Israel dengan Iran pecah akhir Februari 2026.

Menurut Antara, para menlu G7 menyebut situasi di Yaman sebagai "ancaman yang tidak dapat diterima terhadap stabilitas dan keamanan regional." Mereka menegaskan perlunya memastikan keselamatan dan keamanan maritim secara permanen guna mencegah gangguan berkepanjangan pada rantai pasokan global, di tengah prediksi kenaikan harga energi.

Di lapangan, ribuan pengungsi dilaporkan melarikan diri dari Yaman dalam beberapa hari terakhir setelah Houthi merebut wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk dekat Selat Bab al-Mandab. Houthi juga melancarkan ratusan drone dan rudal ke kota-kota dan infrastruktur di barat daya Arab Saudi, termasuk ibu kota Riyadh.

Sebaliknya, Houthi menuduh Arab Saudi menargetkan warga sipil dalam serangan udara di wilayah mereka. Kantor berita Saba yang dikuasai Houthi melaporkan serangan fajar terhadap sebuah rumah di kota pelabuhan Laut Merah Mokha pada Selasa menewaskan enam orang, termasuk dua anak dan seorang wanita. Koalisi pimpinan Saudi belum berkomentar.

Sementara itu, media pemerintah Yaman melaporkan warga sipil terluka dalam serangan rudal Houthi di pasar di distrik Mudaribah wa al-Ara, provinsi Lahj, sekitar 20 km timur wilayah yang dikuasai Houthi. Rekaman CCTV terverifikasi menunjukkan amunisi menghantam area padat orang dan kendaraan, menyebabkan ledakan besar.

Inggris telah mengumumkan akan memberikan dukungan "pengisian bahan bakar udara-ke-udara defensif" untuk Arab Saudi, melibatkan satu pesawat Voyager yang berbasis di RAF Akrotiri, Siprus. Prancis juga menyatakan siap bekerja mengamankan infrastruktur energi Saudi dengan pendekatan "murni defensif."

Sumber

  1. Iran must stop arming Houthis in Yemen, G7 says ahead of UN General Assembly — BBC
  2. Menlu G7 desak Houthi hentikan serang kapal kargo — Antara
  3. G7 Desak Iran Hentikan Dukungan Senjata untuk Houthi di Yaman — MetroTV
  4. As Houthis grab Bab al-Mandeb, US appears willing to watch from sidelines — Al Jazeera

Berita terkait