Fake BTS di Jalur MRT Jakarta, 5 Tersangka Pembobol Kartu Kredit Ditangkap

Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobol kartu kredit bermodus SMS palsu yang disebar memakai alat fake BTS di sepanjang rute MRT Jakarta.

Oleh · · Hukum

Fake BTS di Jalur MRT Jakarta, 5 Tersangka Pembobol Kartu Kredit Ditangkap
Foto: VulcanSphere · CC BY 4.0

Rangkuman

JAKARTA — Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobolan kartu kredit yang menyebarkan SMS palsu menggunakan alat pemancar sinyal seluler buatan alias fake BTS di sepanjang rute MRT Jakarta, dari Bundaran HI hingga Blok M. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kepala Subdirektorat IV Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan tiga korban yang menerima SMS berisi promo mengatasnamakan perbankan, e-commerce, hingga penyedia layanan telekomunikasi. "Ada yang dari perbankan, ada yang dari e-commerce, ada juga dari provider. Intinya mengatakan 'saldo poin plus-plus anda sudah mau habis, untuk menukarkan menjadi voucher atau barang, silakan klik link berikut ini', dan diarahkan ke sebuah website palsu yang menyerupai website asli," tutur Grawas kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (2/10/2026), dikutip dari CNN Indonesia.

Setelah korban masuk ke situs palsu itu, mereka diminta memasukkan data kartu kredit. Dari situlah data korban dicuri dan rekeningnya dibobol.

Grawas menjelaskan, SMS penipuan itu disebar para pelaku memakai alat blasting berupa fake BTS. Alat ini mensimulasikan spektrum frekuensi GSM ke ponsel di sekitarnya sehingga dapat beroperasi layaknya BTS asli, meski sebenarnya hanya BTS bayangan. Karena pesan tampak datang dari pemancar resmi, SMS penipuan bisa muncul dengan nama bank atau pengirim resmi lain di ponsel korban.

Penyelidikan mengarah pada sebuah mobil berwarna perak berpelat B 2755 XXX yang terpantau mencurigakan pada 31 Juli 2026. Menurut Grawas, mobil itu melaju lambat dan berulang kali bolak-balik di sekitar rute MRT. "Atas hal itu, tim melakukan penggeledahan dan menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh pelaku GM sebagai driver," kata dia, dikutip dari Liputan6.

Dari pemeriksaan, GM mengaku bekerja atas perintah seseorang berinisial NL yang berperan mencari mobil sekaligus sopir. Keterangan NL membawa penyidik pada AGW, orang yang menggaji NL dan GM. Penyidikan berlanjut ke dua sosok lain: JYI, teknisi yang memasang alat fake BTS ke dalam mobil, serta AD yang mengatur isi dan jumlah SMS yang disebar GM.

"Perkara ini masih kami kembangkan dan akan kami dalami keterkaitan serta peran-peran tersangka lainnya," ujar Grawas. Dari tangan para tersangka, polisi menyita satu unit mobil, rangkaian alat fake BTS yang terdiri dari aki, amplifier, dan power supply, lima unit ponsel, buku rekening, kartu ATM, hingga uang tunai Rp50 juta.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pengguna ponsel di ruang publik. SMS berisi tautan yang mengatasnamakan bank atau e-commerce patut dicurigai, apalagi bila meminta data kartu kredit. Masyarakat yang menerima SMS semacam itu diimbau tidak mengklik tautan dan memverifikasi langsung ke kanal resmi perusahaan terkait.

Sumber

  1. Kasus SMS Blast Bobol Kartu Kredit Pengguna MRT Jakarta, 4 Tersangka — CNN Indonesia
  2. Polisi Bongkar Kasus Pembobol Kartu Kredit Pakai Fake BTS — Okezone
  3. 5 Tersangka Fake BTS Ditangkap, Polisi Sita Mobil hingga Uang Rp50 Juta — Liputan6

Berita terkait