Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober Imbas Houthi, 53 Jemaah Umrah RI Batal Terbang
Otoritas Saudi memperpanjang penutupan Bandara King Khalid sambil memastikan keselamatan fasilitas; maskapai mulai menunda rute dan calon jemaah asal Makassar tertahan.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional
Rangkuman
- Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup hingga 17 Oktober 2026 pukul 21.00 GMT setelah serangkaian serangan Houthi
- Serangan Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang; serangan Minggu menewaskan satu orang
- Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Makassar batal berangkat setelah penerbangan lanjutan Kuala Lumpur–Madinah dibatalkan; Kemenhaj memastikan tak ada jemaah RI yang jadi korban
Otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu (17/10) menyusul rangkaian serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi dari Yaman. Keputusan itu diambil demi memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara.
Dikutip dari Detik yang melansir Reuters, Selasa (13/10/2026), otoritas penerbangan sipil Saudi menyatakan operasional bandara dihentikan sementara untuk "memungkinkan penyelesaian prosedur guna memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara". Pemberitahuan resmi bagi penerbang (NOTAM) yang diterbitkan Senin menunjukkan bandara akan tetap ditutup hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober.
Bandara tersebut telah ditutup sejak serangan pada Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Pada Minggu (11/10), serangan susulan menewaskan satu orang dan melukai hampir belasan orang lainnya, masih menurut laporan yang sama.
Situasi makin tegang pada Senin (12/10) malam, ketika kelompok Houthi menyatakan telah menyerang bandara itu dengan rudal balistik. Klaim itu muncul tak lama setelah Arab Saudi mengumumkan keberhasilannya mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan kelompok tersebut ke arah Riyadh. Houthi juga mengaku menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait, wilayah barat Arab Saudi, menggunakan pesawat drone, meski belum ada konfirmasi dari pihak Saudi.
Dampak serangan langsung terasa ke dunia penerbangan. Diberitakan Antara, maskapai Gulf Air resmi menunda penerbangan rute Riyadh hingga 17 Oktober 2026. Maskapai-maskapai lain dilaporkan ikut membatalkan jadwal mereka imbas eskalasi ini.
Eskalasi kawasan juga menyedot perhatian internasional. Menurut Antara, Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak dilakukannya investigasi atas serangan terhadap bandara internasional Riyadh. Pemerintah Indonesia, lewat pernyataan yang dikutip Antara, mengutuk serangan yang menyasar infrastruktur sipil dalam konflik Houthi-Saudi tersebut.
Dampak bagi warga Indonesia sudah nyata. Diberitakan CNN Indonesia, sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Makassar, Sulawesi Selatan, tertunda keberangkatannya pada Senin (12/10) setelah penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah dibatalkan. Rombongan biro perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah itu semula dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi, namun hanya mengangkut 30 penumpang reguler. "Dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan," kata Ruly, Selasa (13/10), dikutip dari CNN Indonesia. Ia menambahkan, hari itu tidak tersedia penerbangan langsung dari Makassar menuju Madinah maupun Jeddah.
Di tengah kekhawatiran publik, Kementerian Haji dan Umrah memastikan tidak ada jemaah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan Houthi di Riyadh, demikian diberitakan CNN Indonesia. Di parlemen, Komisi VIII DPR meminta pemerintah memastikan jemaah umrah Indonesia tidak ditelantarkan menyusul kacau-balau penerbangan ke Arab Saudi, menurut laporan Detik. Sejumlah pengamat bahkan menyarankan Indonesia menunda sementara pengiriman jemaah umrah sampai situasi keamanan kawasan lebih terkendali, dikutip dari Republika.
Sumber
- Penutupan Bandara Riyadh Diperpanjang hingga 17 Oktober Imbas Serangan Houthi — Detik
- Krisis Saudi-Houthi, 53 Jemaah Umrah Makassar Batal Berangkat — CNN Indonesia
- Kemenhaj: Tak Ada Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh — CNN Indonesia
- Gulf Air tunda penerbangan rute Riyadh hingga 17 Oktober 2026 — Antara
- PBB desak investigasi serangan terhadap bandara internasional Riyadh — Antara
- RI kutuk serangan ke infrastruktur sipil dalam konflik Houthi-Saudi — Antara
- Bandara Riyadh Diserang, Komisi VIII DPR Minta Jemaah Umrah Tak Ditelantarkan — Detik
- Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pengamat: Indonesia Sebaiknya Tunda Mengirim Jamaah Umrah — Republika
Topik
Berita terkait
- Serangan Udara Guncang Sana'a Yaman, Houthi Tuding Agresi Saudi
- Pakta Pertahanan Mekkah Gelar Rapat Darurat Bahas Serangan Houthi
- Houthi Serang Bandara Riyadh dan Abha, 3 Tewas dan 36 Terluka
- Serangan Houthi di Bandara Riyadh: 12 Tewas dari 7 Negara, 309 Terluka
- Serangan Houthi ke Bandara Riyadh: WN Pakistan Tewas, 11 Terluka