Balita Dibunuh Ortu di Kebayoran Lama: Korban Gizi Buruk dan Penuh Luka
Balita 20 bulan berinisial SF dibunuh ayah tiri dan ibu kandung di toilet umum Kebayoran Lama; autopsi temukan gizi buruk dan luka kekerasan lama dan baru.
Oleh Adi Rahmadi · · Hukum

Rangkuman
- Bayi 20 bulan berinisial SF tewas dibunuh ayah tiri AR (22) dan ibu kandung JM (19) di toilet umum dekat Stasiun Kebayoran Lama pada Sabtu (31/10) malam
- Hasil autopsi RS Polri menemukan korban gizi buruk serta luka kekerasan lama dan baru di wajah, dada, perut, dan anggota gerak
- Motif ekonomi: pasutri mengaku tak sanggup membiayai anak; jasad dibungkus kantong kresek lalu dikubur dangkal di lahan kosong Benhil
JAKARTA — Seorang bayi berusia 20 bulan berinisial SF tewas dibunuh ayah tirinya, AR (22), dan ibu kandungnya, JM (19), di toilet umum di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026) malam. Hasil autopsi tim forensik RS Polri mengungkap fakta memilukan: korban dalam kondisi gizi buruk dan tubuhnya penuh luka bekas kekerasan, baik luka baru maupun luka lama.
Dokter forensik Asri Megaratri Pralebda menjelaskan, kondisi gizi korban tidak sesuai usianya. "Pada pemeriksaan, kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang seharusnya normal pada usia tersebut," kata Asri dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026), dikutip dari Detik.
Tim forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan pada wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak korban. Pemeriksaan rontgen tulang di Rumah Sakit Polri dilakukan untuk memastikan ada tidaknya patah tulang. "Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar, yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam," imbuh Asri.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seali Syah Alam mengungkapkan kronologi kejadian bermula di toilet umum di seberang Stasiun Kebayoran Lama. Menurutnya, AR melakukan aksinya di lokasi itu sebanyak dua kali, masing-masing sekitar pukul 19.00 WIB dan pukul 23.00 WIB. Dalam rekonstruksi yang digelar polisi, Senin, terlihat adegan AR berulang kali menenggelamkan korban ke dalam ember berisi air hingga bocah itu muntah-muntah, seperti dilaporkan Detik.
Pasangan suami istri ini diketahui memiliki dua anak, dan memilih si bungsu untuk dieksekusi. Soal motif, Seali menyebut alasan ekonomi. "Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu," ujarnya. Usai membunuh, keduanya berjalan kaki dari Kebayoran Lama menyusuri kawasan Palmerah hingga Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, mencari lokasi untuk menghilangkan jejak. Jasad korban yang sudah dibungkus kantong kresek kemudian dikubur dangkal di sebuah lahan kosong di Benhil, seperti diberitakan Kumparan dan Okezone.
Kasus ini terungkap berkat kecurigaan warga. Pemilik toilet umum mendengar jeritan tangis korban, dan kecurigaan menguat ketika tersangka kembali mendatangi lokasi kejadian. "Setelah dilakukan pendalaman, lalu tersangka juga kembali ke lokasi, itu masyarakat juga semakin curiga, sehingga diamankanlah tersangka ini, lalu dilaporkan kepada pihak kepolisian yaitu di Polsek Kebayoran Lama," kata Seali. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan apresiasi kepada warga yang melapor dan mengimbau masyarakat tidak ragu menghubungi Layanan Polisi 110 jika mengetahui dugaan kekerasan terhadap anak.
Saat ini AR dan JM telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Keduanya dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 468 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 dan/atau Pasal 458 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023. Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk menelusuri pengemudi transportasi daring yang diduga mengantar pihak terkait setelah kejadian. Jenazah korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Tingkat I.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak dalam sepekan terakhir di Jabodetabek, setelah sebelumnya publik diguncang kasus nenek membakar cucu di Depok. Polda Metro Jaya menegaskan setiap anak berhak mendapatkan rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan.
Sumber
- Bocah Dibunuh Ortu di Jaksel Alami Gizi Buruk, Tubuh Juga Penuh Luka — Detik
- Sebelum Tewas, Bayi 20 Bulan Ditenggelamkan Bapak Tiri hingga Muntah — Detik
- Sadis! Kronologi Pembunuhan Bayi 20 Bulan, Disiksa Dalam Toilet Lalu Dikubur Pakai Kresek di Benhil — Okezone
- Balita Dalam Kondisi Kurang Gizi Saat Dibunuh Ortu di Toilet Umum Jaksel — Liputan6
- Balita Tewas di Toilet Pasar Kebayoran Lama, Dokter Forensik Temukan Luka Lebam Baru dan Lama — Sindonews
Topik
Berita terkait
- Polda Metro Tetapkan Pria Penendang Perempuan di Mal Senayan City sebagai Tersangka
- Selebgram Jule positif etomidate usai ditangkap di apartemen
- Pria Tendang Wanita di Senayan City: Polisi Bantah Isu Copet, Ini Motifnya
- Ganja 62,5 Kg di Petamburan Digagalkan Polda Metro, 2 Pria Ditangkap
- Masinis KA Argo Bromo Tersangka Tabrakan KRL Bekasi, Terancam 12 Tahun