AS Serang Pulau Qeshm Iran, Minyak Brent Melesat ke USD106 per Barel
AS mengonfirmasi serangan udara 'defensif' ke Pulau Qeshm Iran di Selat Hormuz; Teheran membalas keras dan harga minyak dunia melonjak.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Pejabat AS mengonfirmasi serangan udara ke Pulau Qeshm Iran, disebut 'terbatas dan defensif'
- Ketua Parlemen Iran Ghalibaf: bola kini di tangan AS untuk mencegah perang; Iran siaga penuh
- Minyak Brent melonjak 1,76% ke USD106,61 per barel, memupus harapan diplomasi yang sempat muncul
TEHERAN — Ketegangan Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah pasukan AS melancarkan serangan udara ke Pulau Qeshm, pulau strategis Iran yang menghadap langsung ke Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengonfirmasi serangan itu kepada Reuters pada Senin malam waktu setempat atau Selasa (3/11/2026) dini hari WIB, dikutip dari CNBC Indonesia.
"Serangan tersebut bersifat terbatas dan bukan merupakan dimulainya kembali operasi tempur skala besar," ujar pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonimitas. Pejabat lain menyebut serangan itu sebagai "langkah defensif" terhadap pihak Iran yang menggunakan rudal darat-ke-udara untuk menyasar aset-aset Amerika. Pentagon sendiri mengarahkan permintaan komentar ke Komando Pusat AS (CENTCOM).
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, sebelumnya melaporkan beberapa ledakan di Pulau Qeshm. Menurut hitungan media Iran yang dikutip Sindonews, setidaknya terjadi lima ledakan di pulau itu. Media-media AS menyebut serangan menyasar sejumlah radar dan peluncur rudal. Pulau Qeshm merupakan pulau terbesar di Teluk Persia dan menjadi lokasi sistem radar, peluncur rudal, serta berbagai fasilitas militer Iran lainnya. Menariknya, meski serangan telah dikonfirmasi sejumlah sumber kepada media, baik Teheran maupun Washington secara resmi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengakui serangan tersebut.
Ketegangan di kawasan sebenarnya sudah memanas sejak akhir pekan. Pada Sabtu (31/10/2026), dua kapal nelayan Iran dilaporkan diserang pasukan AS sekitar 18 mil laut di lepas pantai desa Masan, Pulau Qeshm, menurut laporan media Iran Mehr yang dikutip Sindonews.
Teheran merespons dengan nada keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Iran telah memberikan jawaban yang kuat dan rasional kepada Washington. "Negara-negara di kawasan tersebut perlu mengetahui bahwa Iran telah memberikan tanggapan yang kuat dan rasional kepada pihak Amerika, dan kini bola berada di tangan AS untuk mencegah perang," kata Ghalibaf dalam sidang parlemen, dilaporkan kantor berita Tasnim. Ia menegaskan Iran siap bertempur dengan "jari yang sudah berada di pelatuk" dan memperingatkan kesalahan strategis apa pun dari Washington akan menyeret pasukan AS ke medan pertempuran baru. Pejabat senior Iran juga menegaskan kepada Reuters bahwa Teheran tidak akan menerima tuntutan berlebihan dari Washington.
Di Washington, situasi politik turut memanaskan suasana. Laporan Axios dan Wall Street Journal yang dikutip CNBC Indonesia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Donald Trump memerintahkan serangan baru terhadap Iran segera setelah pemilihan paruh waktu AS. Percakapan telepon keduanya digambarkan "keras" oleh sumber Israel. Trump disebut ingin memberi kesempatan bagi negosiasi, dan pekan lalu Wakil Presiden AS J.D. Vance mengirim surat kepada kepala keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaei, berisi tawaran memulai kembali perundingan. Sementara itu, klaim jurnalis Tucker Carlson di X bahwa AS "mungkin hanya tinggal beberapa hari lagi" dari serangan nuklir ke Iran tetap sebatas klaim tanpa konfirmasi.
Dampak ekonomi langsung terasa. Harapan damai yang sempat menekan harga minyak di awal pekan sirna. Pada perdagangan Selasa, harga minyak mentah acuan Brent melesat USD1,84 atau 1,76 persen ke USD106,61 per barel, sementara acuan AS West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,66 persen ke USD98,06 per barel, menurut Sindonews. Lonjakan harga energi ini ikut menekan pasar keuangan global, termasuk bursa saham dan rupiah Indonesia yang sama-sama melemah hari ini.
Sumber
- Netanyahu Desak Trump Bom Iran Pakai Nuklir Usai Pemilu Sela AS — CNBC Indonesia
- Iran Sebut Bola Ada di Tangan AS untuk Cegah Perang — Sindonews
- Harapan Damai AS-Iran Sirna, Harga Minyak Dunia Melesat Tembus USD106 per Barel — Sindonews
Topik
Berita terkait
- Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz, AS Kirim 9.000 Pasukan
- Perang Iran: Teheran Bertahan di Hormuz, Biaya Perang AS Tembus Rp706 T
- Iran Belum Putuskan Keluar dari NPT, Trump Ancam 'Hal Besar akan Terjadi'
- Houthi Serang Riyadh dan Aramco Yanbu, Alarm Udara Saudi Berbunyi
- Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz 7 Hari Jika AS Cabut Blokade