Serangan Houthi ke Bandara Riyadh: WN Pakistan Tewas, 11 Terluka

Serangan Houthi ke Bandara King Khalid, Riyadh, Minggu (11/10/2026) menewaskan satu WN Pakistan dan melukai 11 orang; operasi penerbangan disetop.

Oleh · · Internasional

Serangan Houthi ke Bandara Riyadh: WN Pakistan Tewas, 11 Terluka
Foto: Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang kembali diserang Houthi pada Minggu (11/10/2026). · U.S. Air Force / Air Mobility Command · Public domain

Rangkuman

RIYADH — Kelompok Houthi Yaman kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sehari setelah serangan paling mematikan di wilayah kerajaan itu dalam lebih dari satu dekade. Otoritas Penerbangan Sipil Saudi mengonfirmasi satu orang, seorang warga negara Pakistan, tewas dan 11 orang lainnya terluka dalam serangan Minggu tersebut, dikutip dari Reuters.

Serangan Minggu terjadi hanya berselang sehari setelah serangan Sabtu (10/10) yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang lainnya, menurut pernyataan otoritas penerbangan sipil Saudi. Sebelumnya pada Kamis (8/10), serangan Houthi juga menewaskan tiga warga Saudi termasuk Kapten Hamoud Ali Alkalthami, pilot maskapai Saudia Airlines, dan menghancurkan sebuah pesawat Airbus A320 milik Saudia.

Beberapa jam sebelum serangan Minggu, kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir dan mengancam akan terus menargetkan bandara-bandara kerajaan, menyebutnya sebagai "teater operasi pasukan kami". Koalisi pimpinan Saudi melaporkan sebuah proyektil menghantam bandara dan memicu kebakaran, sementara sistem pertahanan udara berhasil mencegat satu rudal di dekat lokasi. Otoritas penerbangan sipil kemudian melaporkan serangan lain yang menyasar bandara di Dammam, wilayah timur kerajaan.

"Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," ujar seorang warga di kawasan Al-Aarid, bagian utara Riyadh, dikutip AFP. Seorang warga lain berusia 32 tahun menggambarkan kekacauan pasca-ledakan: "Orang-orang yang berada di Terminal 3 mulai berlari ke arah kami. Beberapa orang kehilangan tangan atau lengannya. Orang-orang berlarian sambil membawa orang-orang yang terluka, berlumuran darah."

Pihak berwenang menghentikan operasi di Bandara Internasional King Khalid sampai pemberitahuan lebih lanjut. Menurut dua sumber senior penerbangan yang dikutip AFP, radar dan peralatan komunikasi bandara mengalami kerusakan dan landasan pacu perlu diperiksa. Layanan pemantau lalu lintas udara Flightradar24 menyatakan penutupan bandara diperpanjang. Situs resmi bandara Dammam juga menunjukkan banyak penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, mengalami penundaan.

Serangan tersebut memicu respons internasional. Kedutaan Besar Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan Spanyol di Riyadh memperingatkan warganya untuk menghindari bandara, sementara Australia mendesak warganya tetap di dalam rumah dan "berlindung di tempat". Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi. "Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya," kata Trump di Gedung Putih. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengecam serangan yang disebutnya mengerikan, meski negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. PBB turut mengecam serangan Sabtu.

Di tengah eskalasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menelepon Menteri Luar Negeri Saudi untuk menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketegangan tersebut. "Sikap bersikeras menggunakan pendekatan militer dengan mengabaikan solusi politik hanya akan semakin memperumit situasi saat ini," demikian pernyataan pemerintah Iran di Telegram. Araghchi menegaskan krisis kawasan tidak dapat dituntaskan lewat jalan militer dan Iran siap memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman.

Arab Saudi memimpin koalisi internasional yang mendukung pemerintah Yaman secara militer sejak 2015, setelah ibu kota Sanaa jatuh ke tangan Houthi. Perang sempat mereda lewat gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022-2023, namun konflik memanas kembali menyusul perang Israel di Gaza dan ketegangan regional yang melibatkan AS, Israel, dan Iran pada 2026. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengimbau WNI di Arab Saudi untuk menghindari tempat-tempat rawan.

Sumber

  1. Breaking: Bandara Saudi Dihantam Rudal Lagi, Operasi Penerbangan Setop — CNBC Indonesia
  2. Terminal Bandara Riyadh Terbakar Diserang Houthi, Sejumlah Orang Terluka — Detik
  3. Rentetan Serangan Houthi ke Riyadh yang Kembali Telan Korban — Detik
  4. Houthi Serang Bandara Saudi, Begini Pesan Iran ke Riyadh — Republika
  5. Peringatan! WNI di Saudi Agar Hindari Tempat Rawan — Republika

Topik

Berita terkait