Serangan Drone Ukraina ke Moskow: 2 Tewas, Kilang Minyak Rusak
Serangan drone Ukraina terbesar ke Moskow menewaskan dua orang dan merusak kilang minyak utama, tepat di hari terakhir pemilu parlemen Rusia.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Rusia mengklaim menembak jatuh lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, 450 di antaranya mengarah ke Moskow.
- Dua warga sipil tewas di wilayah Moskow; kilang minyak utama Moskow dan tiga blok apartemen rusak.
- Zelensky memuji serangan itu; Sobyanin menuduh Kyiv berupaya mengganggu pemilu parlemen Rusia yang berakhir Minggu.
MOSKOW — Serangan drone besar-besaran yang menargetkan Moskow dan wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya dua orang serta merusak kilang minyak utama ibu kota Rusia. Serangan itu terjadi tepat pada hari terakhir pemilihan umum parlemen Rusia yang berlangsung tiga hari, Minggu (20/9/2026) waktu setempat.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, pasukan pertahanan udara Rusia telah mencegat dan menembak jatuh lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, dan 450 di antaranya mengarah langsung ke ibu kota. Ia menyebutnya serangan "paling masif" yang pernah terjadi. "Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya," tulis Sobyanin di Telegram, dikutip AFP via Detik.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru memuji serangan tersebut. "Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," katanya. Zelensky menyebut salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. "Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," ujarnya.
Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov menyatakan dua korban tewas adalah warga sipil: seorang wanita berusia 44 tahun di Sofyino setelah drone menghantam bangunan tempat tinggal berlantai tiga, dan seorang pria lanjut usia yang tewas setelah rumah pribadinya terkena serangan di distrik Orekhovo-Zuevo. SindoNews melaporkan sedikitnya 20 orang lainnya terluka, termasuk dua anak-anak di Sofyino. Jatuhnya drone juga memicu kebakaran di sebuah gedung berlantai 21 dan memaksa sekitar 400 orang dievakuasi. Otoritas setempat juga melaporkan tiga blok apartemen rusak di Kotelniki, wilayah Moskow, menurut CNBC Indonesia yang mengutip Reuters.
Sobyanin mengakui sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan, meski tanpa korban jiwa di lokasi itu. Kilang tersebut sebelumnya sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak saling menargetkan fasilitas energi. Faktanya, kedua pihak justru meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur energi, transportasi, dan pusat logistik.
Di sisi lain, pejabat Ukraina menyatakan sembilan orang, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat serangan Rusia di wilayah Kyiv dan Sumy pada Sabtu. Sementara di wilayah Kherson yang diduduki Moskow, sebuah bus dilaporkan terhantam serangan drone Ukraina dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum, menurut keterangan otoritas setempat.
Pemilu parlemen yang berlangsung sejak Jumat adalah yang pertama digelar Rusia sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Hanya partai-partai pendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar ikut pemilihan, dan partai Rusia Bersatu diprediksi kembali menang mudah. Pemungutan suara ini dinilai menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap perang yang kini memasuki tahun kelima.
Sumber
- Serangan Drone Hantam Moskow di Hari Terakhir Pemilu Parlemen, 2 Orang Tewas — Detik
- 450 Drone Diluncurkan Ukraina ke Moskow, Menarget Kilang Minyak dan Logistik Rusia — Sindonews
- Putin Bobol! Drone Ukraina Hantam Moskow, Apartemen Rusak-Warga Tewas — CNBC Indonesia