Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur, Korsel Gelar Rapat Darurat

Korea Utara menembakkan rudal balistik dari Wonsan ke Laut Timur, Minggu (20/9/2026); Korsel gelar rapat darurat, Jepang protes keras.

BeritaFlash AI · · Internasional

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur, Korsel Gelar Rapat Darurat
Foto: Alinor at en.wikipedia · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

SEOUL — Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Timur pada Minggu (20/9/2026), memicu rapat keamanan darurat di Seoul dan protes keras dari Tokyo. Peluncuran ini menjadi yang ke-14 kalinya dilakukan Pyongyang sepanjang tahun 2026 dan memperpanjang rangkaian provokasi di Semenanjung Korea.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran sekitar pukul 15.00 waktu setempat dari wilayah Wonsan, kota pesisir di sisi timur Korea Utara. Rudal tersebut terbang sekitar 450 kilometer sebelum jatuh ke perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Menurut militer Korsel, otoritas intelijen Seoul dan Washington telah melacak serta berbagi informasi sejak tahap awal peluncuran, dan informasi itu juga diteruskan kepada Jepang.

Detik melaporkan, mengutip AFP, bahwa Kementerian Pertahanan Korea Selatan kemudian mengonfirmasi adanya peluncuran kedua tak lama setelah pukul 18.00, meski rinciannya belum diumumkan. Kantor Perdana Menteri Jepang turut mengonfirmasi melalui platform X bahwa proyektil tersebut diduga sebagai rudal balistik. Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan proyektil itu telah jatuh, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Kami memantau secara ketat berbagai aktivitas Korea Utara dan mempertahankan kemampuan serta kesiapan untuk merespons secara luar biasa setiap provokasi, berdasarkan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang kokoh," demikian pernyataan JCS, dikutip Antara dari Yonhap.

Kantor Keamanan Nasional kepresidenan Korea Selatan langsung menggelar rapat keamanan darurat untuk meninjau respons Seoul dan menilai dampak peluncuran terhadap keamanan nasional. Seoul mendesak Pyongyang segera menghentikan peluncuran rudal balistiknya, menyebutnya sebagai tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Jepang, dilaporkan kantor berita Kyodo, melayangkan protes keras dan mengecam peluncuran itu sebagai ancaman terhadap perdamaian serta keamanan kawasan.

Peluncuran Minggu ini terjadi hanya sekitar sepekan setelah Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan yang sama ke arah Laut Timur pada 12 September 2026. Dua hari setelahnya, Pyongyang mengklaim telah menggelar latihan serangan daya tembak yang melibatkan unit artileri dan rudal dengan sistem tempur baru, termasuk drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket ganda berkaliber besar, dan rudal balistik taktis. Pada peluncuran sebelumnya, rudal-rudal itu dinilai sebagai seri Hwasong-11 dan peluru dari peluncur roket ganda superbesar 600 milimeter.

Ketegangan meningkat setelah Pyongyang berulang kali mengecam latihan militer gabungan di kawasan. Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un yang berpengaruh, mengecam latihan maritim multinasional Pacific Vanguard sedangkan Korut juga mengecam latihan bilateral Ulchi Freedom Shield antara Korsel dan AS serta latihan trilateral Freedom Edge yang melibatkan Jepang. Pyongyang menyebut semua latihan itu sebagai latihan invasi.

Menurut CNBC Indonesia, peluncuran 12 September lalu dilakukan sehari setelah AS, Korsel, dan Jepang mengakhiri latihan militer trilateral Freedom Edge yang berlangsung lima hari. Komando Pasifik AS saat itu menyatakan peluncuran Korut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap wilayah AS maupun sekutunya. Namun rangkaian uji coba yang berulang dalam waktu berdekatan menunjukkan Pyongyang terus mempercepat pengembangan persenjataannya.

Sejumlah pengamat menilai langkah Korea Utara memperluas persenjataan nuklir, ditambah hubungan yang makin erat dengan Rusia dan China, dapat memengaruhi posisi Kim Jong-un dalam kemungkinan diplomasi dengan Amerika Serikat. Kim sebelumnya menyatakan Pyongyang bisa kembali ke meja perundingan apabila AS menghentikan kebijakan yang disebutnya bermusuhan dan menghormati status Korea Utara sebagai negara nuklir. Hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi dari media pemerintah Korea Utara mengenai peluncuran terbaru ini.

Sumber

  1. Korea Utara luncurkan rudal balistik ke arah Laut Timur — Antara
  2. Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Rapat Keamanan Darurat — Detik
  3. Kim Jong Un Ngamuk! Korut Tembakan Rudal ke Laut Jepang — CNBC Indonesia

Berita terkait