Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri di Istana Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Kepresidenan, Rabu (7/10/2026).

Oleh · · Politik

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri di Istana Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Foto: Istana Merdeka, Jakarta; Presiden Prabowo mengumpulkan 800 perwira tinggi TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/10/2026). · Gunkarta Gunawan Kartapranata · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi (pati) TNI dan Polri dari seluruh Indonesia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan besar itu digelar menjelang genap dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya, dan menjadi salah satu arahan langsung terbesar Prabowo kepada jajaran jenderal, laksamana, dan marsekal di dua institusi keamanan negara.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun," kata Prabowo dalam taklimatnya, dikutip dari Detik. Ia menyatakan ingin memaparkan kondisi terkini bangsa dan negara secara langsung. "Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," ujarnya.

Selain perwira tinggi aktif, Prabowo juga mengundang sejumlah purnawirawan yang dianggapnya sebagai senior. "Di sini juga saya mengundang, tidak semua senior, yang mungkin banyak kesempatan hadir pada hari ini dan juga mereka-mereka yang saya anggap masih perlu mengikuti perkembangan negara dan bangsa kita," kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dalam laporannya, Agus menyebut kegiatan ini momentum untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Agus menegaskan arahan Presiden akan menjadi pedoman penting menentukan langkah dan kebijakan TNI ke depan, terutama di tengah dinamika lingkungan strategis yang makin kompleks. "Termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan," ucap Agus.

Senada, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan taklimat ini menjadi momentum bagi Polri menerima arahan, kebijakan, dan penegasan dari Presiden. "Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas fungsi dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah di mana pun berada," tutur Suyudi. Ia menambahkan Polri akan fokus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan skala besar dengan ratusan perwira tinggi TNI-Polri ini jarang terjadi dan menarik perhatian publik, terlebih digelar di tengah berbagai isu nasional yang tengah berkembang, termasuk dinamika politik seputar putusan Mahkamah Konstitusi dan perbincangan mengenai pergantian Panglima TNI. Namun dalam taklimatnya, Prabowo menegaskan fokus pertemuan adalah gambaran kondisi bangsa menjelang dua tahun pemerintahannya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada hari yang sama menyatakan DPR belum menerima surat presiden terkait pergantian Panglima TNI, dan menurutnya Presiden belum berencana mengganti panglima. Pernyataan itu meredakan spekulasi yang sempat beredar bersamaan dengan berkumpulnya ratusan perwira tinggi di Istana.

Sumber

  1. Prabowo Ungkap Alasan Kumpulkan 800 Perwira Tinggi TNI dan Polri di Istana — Detik
  2. 800 Pati TNI-Polri Dikumpulkan di Istana, Prabowo: Saya Undang Jelang Dua Tahun Pemerintahan — Okezone
  3. Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, Prabowo Bahas Kondisi Indonesia — Liputan6

Berita terkait