Prabowo Sebut Reshuffle Jelang Dua Tahun Pemerintahan "Logis", Partai Koalisi Serahkan ke Presiden
Presiden Prabowo Subianto menyatakan perombakan kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya merupakan hal yang logis, meski menegaskan timnya sejauh ini dinilai bekerja baik.
Oleh Adi Rahmadi · · Politik
Rangkuman
- Prabowo menyebut momentum dua tahun pemerintahan sebagai waktu yang logis untuk menilai kinerja menteri karena masing-masing sudah punya kesempatan membuktikan kemampuan.
- Presiden menegaskan evaluasi kabinet berjalan terus-menerus dan menyebut alasan reshuffle bisa beragam, termasuk promosi dan penempatan pejabat sesuai kompetensi.
- Sejumlah partai pendukung pemerintah menyatakan perombakan kabinet adalah hak prerogatif Presiden; hingga Jumat (18/9) belum ada pengumuman resmi soal nama maupun waktu pelaksanaan.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahannya. Pernyataan itu memantik perhatian publik karena 20 Oktober 2026 menandai genap dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran yang dilantik pada Oktober 2024.
Menjawab pertanyaan apakah momentum dua tahun merupakan saat yang tepat untuk merombak kabinet, Prabowo menilai hal itu wajar. "Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya," kata Presiden dalam program dialog "Presiden Prabowo Menjawab", sebagaimana dikutip iNews, Jumat (18/9/2026). Kendati demikian, Prabowo menyatakan evaluasi terhadap jajarannya dilakukan secara terus-menerus dan sejauh ini hasilnya positif. "Kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke," ujarnya, dikutip dari Inilah.com.
Dalam dialog yang sama, Presiden mengibaratkan kabinetnya sebagai kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, penyerang, dan pemain cadangan. Menurut laporan Detikcom, pernyataan itu disampaikan saat Prabowo ditanya Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi mengenai kemungkinan evaluasi besar-besaran terhadap kabinet. Prabowo menegaskan pemerintah lebih dulu berfokus pada persoalan mendasar karena, menurutnya, permasalahan Indonesia sangat kompleks.
Presiden juga menjelaskan bahwa perombakan kabinet tidak selalu berarti pencopotan. "Jadi kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar," kata Prabowo seperti dikutip CNN Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia mencontohkan capaian swasembada pangan yang menurutnya ditargetkan tercapai dalam empat tahun, namun dilaporkan tercapai dalam waktu satu tahun.
Nada percaya diri juga disampaikan Prabowo di luar isu kabinet. Saat memberikan sambutan pada resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, Presiden menyatakan pemerintahannya yang berjalan hampir dua tahun telah mencatat sejumlah keberhasilan. "Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omon-omon saja," ujarnya, dikutip dari Antara. Sebelumnya, dalam sidang kabinet evaluasi menjelang dua tahun pemerintahan, Prabowo menyebut ada 108 masalah yang diselesaikan pemerintah dalam setahun lebih, sembari mengingatkan jajarannya agar tidak besar kepala.
Sinyal dari Istana direspons beragam oleh partai pendukung pemerintah. Ketua DPP PKB Daniel Johan menyatakan reshuffle sepenuhnya hak prerogatif Presiden dan berharap program prioritas, termasuk di sektor pertanian, perikanan, serta ketahanan pangan, tetap berjalan, sebagaimana dikutip Aktual.com. Sekjen NasDem Hermawi Taslim, dalam pemberitaan media yang sama, juga menilai perombakan kabinet adalah kewenangan Presiden yang paling mengetahui hasil evaluasi para pembantunya. Golkar dan PAN, menurut pemberitaan tvOneNews dan Detikcom, menyatakan siap mengikuti keputusan Presiden.
Isu perombakan ini muncul di tengah frekuensi pergantian pejabat yang tergolong tinggi. Menurut catatan Kompas.id, dalam kurang dari dua tahun memimpin, Prabowo setidaknya telah enam kali merombak kabinet, atau rata-rata sekitar empat bulan sekali, dengan perombakan kelima dilakukan di Istana Negara pada 27 April 2026. Kompas.id juga mencatat tingginya laju bongkar pasang itu berlangsung di tengah koalisi besar di parlemen.
Hingga Jumat (18/9/2026), belum ada pengumuman resmi dari Istana mengenai nama menteri yang akan diganti maupun jadwal pelaksanaan reshuffle. Informasi mengenai isu ini masih berkembang dan sejumlah media memberitakan detail waktu pernyataan Presiden secara berbeda, antara perekaman dialog dan waktu penayangannya.
Sumber
- Masuk Tahun ke-2, Prabowo Sebut Momentum Pas Reshuffle Lagi — CNN Indonesia
- Prabowo Beri Sinyal Reshuffle Kabinet jelang 2 Tahun Menjabat: Kalau Nggak Cocok, Harus Ganti Orang — iNews
- Prabowo Singgung 'Reshuffle' Jelang 2 Tahun Pemerintahan: Kalau tidak Cocok Diganti — Inilah.com
- Prabowo Buka Kans Rombak Kabinet, NasDem Merasa Tak Berhak Ikutan — Detikcom
- Prabowo Buka Kans Rombak Kabinet di 2 Tahun Pemerintahan, PAN: Kami Taat Keputusan — Detikcom
- Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet, Golkar Siap Terima Keputusan — tvOneNews
- Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet, Begini Respons dari Berbagai Partai — Aktual.com
- Prabowo: Dua tahun pemerintahan capai berbagai keberhasilan — ANTARA News
- Prabowo: Sidang kabinet evaluasi jelang 2 tahun pemerintahan — ANTARA News
- "Reshuffle" Kabinet Prabowo dan Jebakan "Overconfidence" — Kompas.id
- "Reshuffle" Kabinet Prabowo Jilid V, Antisipasi Kritik yang Menguat? — Kompas.id
- Prabowo Soal Reshuffle Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan: Harus Cari Benar The Right Man in The Right Place — Forum Keadilan