Kuliah Gratis PTN: Prabowo Bentuk Tim Khusus Dipimpin Pratikno

Prabowo membentuk tim khusus dipimpin Menko PMK Pratikno untuk menghitung anggaran kuliah gratis di PTN, target rampung dua pekan hingga sebulan.

BeritaFlash AI · · Politik

Kuliah Gratis PTN: Prabowo Bentuk Tim Khusus Dipimpin Pratikno
Foto: Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus kuliah gratis PTN dipimpin Menko PMK Pratikno. · Darwis Photography, Ministry of State Secretariat · Public domain

Rangkuman

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk menghitung anggaran program kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN). Tim tersebut dipimpin Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan ditargetkan menyelesaikan kajian dalam waktu dua pekan hingga sebulan ke depan.

"Tadi Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus dipimpin Pak Menko tadi, PMK, yang akan mem-breakdown lagi hitungan-hitungan," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Selain Pratikno dan Brian, tim khusus ini akan melibatkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Tim ini bertugas menghitung ulang secara lebih detail anggaran yang dibutuhkan untuk menggratiskan biaya kuliah di PTN seluruh Indonesia.

Brian mengungkapkan, Kemendiktisaintek sebenarnya sudah melakukan kajian dan perhitungan awal sejak 2024. Berdasarkan hitungan standar biaya program studi setiap mahasiswa per wilayah, dibutuhkan setidaknya Rp93,7 triliun per tahun. "Kita sudah ada hitunganya sejak 2024, dihitung oleh Kementerian. Nah itu kita gunakan sebagai standar acuan makanya kemarin keluar angka Rp93 triliun yang pernah saya sampaikan di komisi sepuluh," tuturnya.

Opsi yang sedang dikaji mencakup penggantian pendapatan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada jalur mandiri, serta pendapatan lain yang selama ini digunakan kampus untuk operasional. Brian menjelaskan bahwa pendapatan dari program pascasarjana di beberapa PTN saat ini justru mensubsidi program sarjana, sehingga skema penggantian dari APBN perlu memperhitungkan struktur pendanaan tersebut secara komprehensif.

"Tadi beberapa hitung-hitungan sudah kita lakukan, beberapa analisa mulai dari pendapatan UKT yang ada saat ini, kemudian berapa IPI pada jalur mandiri, kemudian juga pendapatan lain-lainnya yang karena di perguruan tinggi negeri itu kadang-kadang pendapatan dari pascasarjana itu mensubsidi program sarjana," ujarnya.

Hasil perhitungan tim khusus ini akan dilaporkan kembali kepada Presiden Prabowo untuk menetapkan langkah dan tahapan selanjutnya. "Harapannya dalam waktu barangkali 2 minggu sampai 1 bulan begitu ya Pak Menko, akan kita dapatkan lagi hitungan-hitungan yang lebih rasional, tahapan-tahapan yang lebih baik," ujarnya.

Brian menambahkan, Presiden Prabowo menginginkan program kuliah gratis ini segera berjalan, meski tetap melalui tahapan yang matang. "Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung," ucapnya.

Selain kuliah gratis, rapat terbatas yang digelar Rabu juga membahas komitmen pendidikan gratis dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan, bantuan akan diberikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk seluruh murid di sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Sumber

  1. Prabowo Bentuk Tim Khusus Hitung Anggaran PTN Gratis, Dipimpin Pratikno — Detik
  2. Prabowo Buat Timsus Kaji Anggaran Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN — CNN Indonesia
  3. Pratikno Jelaskan Nasib UKT-Skema Dana Bos Usai Rapat dengan Prabowo — CNBC Indonesia
  4. Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Kuliah Gratis di PTN — Okezone

Berita terkait