Pendidikan negeri gratis SD sampai PTN, Prabowo gelar ratas di Istana hari ini

Prabowo gelar ratas di Istana Merdeka, Rabu (23/9/2026), membahas langkah mewujudkan pendidikan negeri gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri.

BeritaFlash AI · · Politik

Pendidikan negeri gratis SD sampai PTN, Prabowo gelar ratas di Istana hari ini
Foto: Istana Merdeka, Jakarta, lokasi rapat terbatas Presiden Prabowo membahas pendidikan negeri gratis. · Michael J. Lowe · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026) siang, untuk membahas langkah mewujudkan pendidikan negeri gratis mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri (PTN).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan agenda tersebut. "Iya, siang ini Pak Presiden akan mengadakan rapat terbatas, membahas bagaimana caranya pendidikan negeri dapat gratis, dari SD sampai perguruan tinggi negeri," ujar Teddy dalam keterangan yang diterima wartawan di Jakarta, dikutip dari Antara.

Menurut Teddy, ratas digelar khusus untuk merumuskan langkah-langkah yang dapat ditempuh pemerintah agar akses pendidikan negeri gratis terwujud di seluruh jenjang. Rapat ini merupakan tindak lanjut komitmen Prabowo memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh anak Indonesia.

Titah pendidikan gratis itu sebelumnya disampaikan Prabowo saat berpidato di HUT ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9). "Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," kata Prabowo kala itu, dikutip dari Detik.

Dalam pidato yang sama, Prabowo menyinggung sumber anggarannya. Ia menyebut dana yang selama ini dikorupsi harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. "Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri," tuturnya. Ia juga mencontohkan persoalan mendesak lain: perbaikan sekolah yang atapnya runtuh, sekolah tanpa WC layak, hingga perbaikan gaji guru, hakim, perawat, dan dokter.

Agenda turunan yang sudah disampaikan pemerintah antara lain menggratiskan sekolah negeri, memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak, serta meningkatkan kesejahteraan dan gaji guru. Lewat ratas hari ini, Presiden ingin memastikan komitmen itu diterjemahkan menjadi kebijakan terukur yang bisa dilaksanakan.

Di pihak lain, akademisi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta Gerry Katon Mahendra mengingatkan aspek keadilan bagi perguruan tinggi swasta (PTS). Menurut dia, Indonesia memiliki ribuan PTS yang menampung mayoritas mahasiswa nasional; jika kuliah gratis hanya berlaku di PTN tanpa kebijakan pendamping, calon mahasiswa akan bermigrasi massal ke PTN dan ribuan PTS terancam kolaps, berdampak pada dosen, tenaga kependidikan, dan ekonomi sekitar kampus.

Gerry mengusulkan skema berkeadilan: perluasan kuota KIP Kuliah, fokus beasiswa pada bidang STEM, serta pembatasan kuota mahasiswa baru PTN secara jumlah dan waktu agar PTS tetap punya ruang. "Kebijakan kuliah gratis harus dirancang berkeadilan bagi seluruh elemen bangsa, baik yang menempuh pendidikan di PTN maupun PTS," katanya, dikutip dari Antara.

Hingga berita ini diturunkan, hasil ratas belum diumumkan. Publik menanti skema resmi pemerintah: cakupan gratisnya, sumber pendanaan pasti, dan nasib PTS dalam desain besar pendidikan negeri gratis ala Prabowo.

Sumber

  1. Seskab: Presiden hari ini gelar ratas bahas pendidikan negeri gratis — Antara
  2. Prabowo Gelar Ratas Khusus Bahas Pendidikan Gratis SD hingga PTN — Detik
  3. Prabowo: Pendidikan SD, SMP, SMA, Universitas Negeri Harus Gratis — Detik
  4. Akademisi: Pendidikan gratis - kuliah beri ruang keadilan bagi PTS — Antara

Berita terkait