Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati Lima Pilar Sinergi Fiskal-Moneter

Menkeu Suahasil Nazara dan Gubernur BI Destry Damayanti sepakati lima pilar sinergi fiskal-moneter, dari likuiditas, SBN, hingga inflasi 2,5 persen.

BeritaFlash AI · · Ekonomi

Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati Lima Pilar Sinergi Fiskal-Moneter
Foto: Gedung Bank Indonesia di Jakarta, karya arsitek Frederich Silaban (1960) · Rochelimit · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

JAKARTA — Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menyepakati lima pilar sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan Gubernur BI Destry Damayanti di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

"Kami berharap koordinasi dan sinergi akan terus berlanjut dalam konteks bilateral BI dan Kementerian Keuangan maupun dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," kata Suahasil dalam konferensi pers, dikutip dari Antara. Lima pilar yang disepakati adalah: pertama, sinergi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen fiskal dan moneter; kedua, memperkuat ketahanan sektor eksternal dari sisi perdagangan internasional dan aliran modal asing; ketiga, mengelola kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian; keempat, koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS); kelima, pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat transmisi kebijakan dan memperluas sumber pembiayaan ekonomi.

Destry mengungkapkan, pembahasan dalam pertemuan berjalan alot sehingga konferensi pers yang semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB baru dimulai sekitar pukul 17.26 WIB. "Ini kita membahas likuiditas, strategi penerbitan surat berharga pemerintah, dan SRBI di BI dan beberapa isu lainnya," ungkapnya, dikutip dari CNBC Indonesia. Menurut Destry, pertemuan ini juga silaturahmi karena keduanya sama-sama baru dilantik di posisi masing-masing, sekaligus mempererat kerja sama dalam KSSK yang diketuai Menkeu.

Soal ketahanan eksternal, Destry menyebut pembahasan mencakup insentif biaya hedging bagi dana asing yang masuk ke pasar domestik, penggunaan underlying untuk pembelian Surat Perbendaharaan Negara (SPN), SRBI, saham, hingga pinjaman luar negeri. Pertemuan ini digelar saat nilai tukar rupiah bergerak mendekati level Rp18 ribu per dolar AS, seperti disorot Sindonews dalam laporannya soal kesepakatan lima pilar tersebut.

Suahasil menjelaskan sinergi konkret yang sudah berjalan, antara lain penempatan saldo anggaran lebih (SAL) di bank Himbara secara terukur dan terkoordinasi, serta koordinasi menurunkan suku bunga deposito perbankan yang tinggi — salah satunya dengan mengarahkan Badan Layanan Umum (BLU) agar tidak hanya mengejar bunga tinggi saat menyimpan dana di bank. "Sejumlah badan layanan umum kita itu telah kita kasih arahan untuk tidak hanya mengejar bunga yang tinggi-tinggi," tegasnya. Strategi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) juga didiskusikan dengan BI dalam rangka desain pembiayaan anggaran.

Dari sisi fiskal, Kemenkeu menyatakan akan konsisten menempuh kebijakan yang prudent: defisit APBN 2026 diarahkan tetap terkendali di bawah 3 persen terhadap PDB melalui penguatan penerimaan dan penajaman belanja, dengan penerbitan SBN berprinsip kehati-hatian agar struktur utang pemerintah tetap sehat. BI, di sisi lain, terus memperkuat kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah guna mencapai sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026-2027.

"Karena itu kita cari terus sinergi kita, sehingga di dalam mandat kebijakan kita masing-masing, kita bisa terus menumbuhkan perekonomian dan juga melindungi masyarakat kita," ucap Suahasil. KSSK sendiri beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sumber

  1. Kemenkeu-BI sepakati lima pilar sinergi fiskal dan moneter — Antara
  2. Menkeu dan Gubernur BI Kompak Umumkan Kabar Penting, Simak! — CNBC Indonesia
  3. Rupiah Hampir Rp18 Ribu, Pertemuan Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati 5 Pilar Fiskal-Moneter — Sindonews

Berita terkait