IHSG Anjlok 11,57 Persen Imbas MSCI, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
IHSG anjlok 11,57 persen ke 5.185 dan rupiah jebol Rp18.000 setelah MSCI membuka konsultasi reklasifikasi pasar saham RI ke Standalone Market.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- MSCI membuka konsultasi reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.
- IHSG ditutup anjlok 11,57 persen ke 5.185,11 dan sempat kena trading halt; rupiah menembus Rp18.021 per dolar AS.
- Menko Airlangga pertanyakan pengumuman MSCI yang dipercepat dari jadwal November; OJK dan BEI tegaskan reformasi pasar modal terus berjalan.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup anjlok 11,57 persen atau 678,67 poin ke posisi 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026), penurunan harian terdalam dalam bertahun-tahun, setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.
Penurunan tajam itu sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. IHSG sempat terkena trading halt pada sesi pembukaan setelah merosot lebih dari 8 persen, lalu melanjutkan pelemahan hingga penutupan. Seluruh sebelas sektor saham terkoreksi, dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam minus 13,26 persen, diikuti sektor kesehatan dan infrastruktur yang masing-masing melemah sekitar 12,8 persen. Sebanyak 812 saham turun, hanya 11 saham menguat, dengan nilai transaksi mencapai Rp31,73 triliun, menurut data bursa yang dikutip Antara.
Tekanan juga menjalar ke pasar valas. Kurs rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS; pada pembukaan perdagangan Jumat rupiah melemah 83 poin atau 0,46 persen ke Rp18.021 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya Rp17.938. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan rupiah dipengaruhi langsung oleh laporan MSCI, dikutip dari Republika.
MSCI dalam pengumumannya menyatakan tengah mengonsultasikan proposal reklasifikasi pasar Indonesia ke Standalone Market menyusul kekhawatiran pelaku pasar global atas transparansi kepemilikan saham dan indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi. Pelaku pasar menilai belum ada kemajuan yang cukup konsisten di pasar ekuitas Indonesia, termasuk dugaan masih adanya perilaku perdagangan terkoordinasi dan kurangnya bukti penegakan hukum yang berarti, menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. MSCI menerima masukan pelaku pasar hingga 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusan final pada atau sebelum 30 Juni 2027. Jika jadi diturunkan, Indonesia akan dikeluarkan dari indeks utama MSCI dan bergabung dengan kelompok Standalone Market yang saat ini dihuni antara lain Argentina, Ukraina, Nigeria, Lebanon, dan Zimbabwe, menurut catatan Sindonews berdasarkan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan pengumuman MSCI yang dinilai lebih cepat dari jadwal. "Pertama tentu ada akibat pengumuman MSCI yang katakan lah lebih cepat daripada ekspektasi yang sebetulnya mereka menjanjikannya di November, tapi ini di Oktober," kata Airlangga di Jakarta, Jumat. Sebelumnya, MSCI pada Juni 2026 menyatakan akan mempertimbangkan konsultasi reklasifikasi bila kemajuan memadai belum terlihat pada Index Review November 2026. Airlangga menambahkan, implementasi komitmen pasar modal memerlukan waktu dan ia berharap langkah konkret BEI beserta jadwalnya segera dibahas. Ia kemudian menyatakan persoalan ini dianggap selesai di tingkat internal pemerintah setelah klarifikasi BEI dan OJK, dikutip dari Okezone.
OJK menegaskan reformasi pasar modal terus berjalan, mulai dari kebijakan free float hingga penerapan High Shareholding Concentration (HSC). Otoritas juga mengungkap telah memanggil direksi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk terkait indikasi tindak pidana pasar modal dan menjatuhkan sanksi. Sementara BEI menegaskan fundamental emiten tetap solid: total aset emiten naik hampir 3 persen dari Rp21.583 triliun menjadi Rp22.128 triliun, dengan posisi ekuitas menguat dari Rp7.136 triliun menjadi Rp7.196 triliun. Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji menurunkan tim mengusut dugaan tindak pidana pasar modal, dan Wakil Ketua DPR bidang ekonomi Sufmi Dasco Ahmad mendatangi BEI meminta bursa terus berbenah serta mengakomodasi pengumuman MSCI, menurut Detik dan Liputan6.
Analis menilai sentimen negatif ini bisa berlangsung beberapa waktu karena konsultasi MSCI baru ditutup April 2027. "Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.925 hingga Rp18.050 per dolar, di tengah sentimen risk-off setelah pengumuman MSCI," ucap Josua Pardede. Sementara CEO Danantara Rosan Roeslani justru melihat koreksi tajam sebagai momentum untuk berinvestasi di pasar modal, menurut Antara.
Sumber
- IHSG turun 11 persen imbas MSCI buka konsultasi ubah klasifikasi RI — Antara
- Kurs Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Terpengaruh Pengumuman MSCI yang Dipercepat — Republika
- Menko Airlangga Ungkap Isu Masalah MSCI Sudah Selesai — Okezone
- Pasar Modal Indonesia Terancam Longsor ke Standalone Market, Setara Zimbabwe — Sindonews
- Kapolri Usut Dugaan Pidana Pasar Modal Imbas IHSG Anjlok — Liputan6
- Datangi BEI, Dasco Minta Ada Perbaikan dan Akomodir Pengumuman MSCI — Detik
Topik
Berita terkait
- BI Rate Diproyeksi Bertahan 5,75 Persen, Rupiah Tertekan Arus Modal Keluar
- Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati Lima Pilar Sinergi Fiskal-Moneter
- Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di IWIP Maluku Utara
- Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun ke Negara, Disaksikan Prabowo di Kejagung
- Impor KRL Bekas Jepang Dibahas Lintas Kementerian, Ini Dilema Menhub