Manchester City Dinyatakan Bersalah atas Mayoritas 115 Dakwaan Premier League
Panel independen menyatakan Man City bersalah atas mayoritas 115 dakwaan pelanggaran finansial; klub akan banding, sanksi belum diumumkan.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga

Rangkuman
- Panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas mayoritas dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League
- CEO Ferran Soriano bersikap defiant di hadapan bos klub Eropa, menyatakan proses masih panjang dan klub akan banding
- Sanksi belum diumumkan; kemungkinan pengurangan poin, denda besar, hingga degradasi, sementara klub rival mencari nasihat hukum untuk kompensasi
MANCHESTER — Manchester City dinyatakan bersalah atas mayoritas dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League, menurut laporan BBC Sport dan The Athletic. Putusan panel independen itu diumumkan 1.327 hari setelah klub didakwa pada Februari 2023, menyusul investigasi empat tahun terhadap dugaan penggelembungan pendapatan sponsor dari perusahaan terkait dan pembayaran di luar pembukuan untuk mengakali regulasi finansial.
The Athletic pertama kali membocorkan bahwa 114 dari 115 dakwaan dinyatakan terbukti. BBC Sport kemudian mengonfirmasi bahwa putusan telah dikirim ke eksekutif klub, yang harus menandatangani perjanjian kerahasiaan untuk membuka dokumen tersebut. Premier League sendiri menolak berkomentar, sementara City menyatakan proses masih berlangsung dan akan mengajukan banding.
CEO Manchester City Ferran Soriano menunjukkan sikap menantang saat berbicara di hadapan para eksekutif klub Eropa dalam rapat dewan European Football Clubs di Kopenhagen, Senin (28/9/2026). Dikutip dari Press Association, Soriano menyatakan, "Butuh delapan tahun untuk sampai ke sini dan akan butuh lebih banyak waktu lagi," merujuk pada dimulainya investigasi Premier League pada 2018. Ia kemudian meninggalkan ruangan tanpa menjawab pertanyaan media.
Chairman Khaldoon Al Mubarak juga mengirim surat kepada suporter, menyatakan keyakinan penuh bahwa klub akan membuktikan ketidakbersalahannya. "Proses Premier League masih panjang, dan keyakinan serta niat kami untuk membuktikan ketidakbersalahan klub sama kuatnya seperti saat ini dimulai," tulisnya. Ia mengaku banyak hal yang ingin ia sampaikan tetapi terhalang kerahasiaan proses hukum.
Sanksi belum diumumkan, namun BBC Sport melaporkan bahwa sidang sanksi masih bisa memakan waktu berbulan-bulan dan hasilnya mungkin tidak dipublikasikan hingga proses banding selesai. Kemungkinan hukuman yang mengemuka antara lain pengurangan poin, denda besar, hingga degradasi dari Premier League. Situasi ini berbeda dengan kasus Chelsea awal tahun ini, di mana klub London itu melaporkan diri dan mengakui kesalahan sehingga bisa bernegosiasi mencapai kesepakatan sanksi.
Sementara itu, sejumlah klub Premier League dilaporkan telah mencari nasihat hukum terkait kemungkinan menuntut kompensasi finansial dari City, dengan klaim bahwa mereka dirugikan oleh tindakan klub Manchester itu. Mantan manajer City Roberto Mancini, yang kini melatih di Italia, menolak berkomentar soal putusan tersebut, menyatakan itu bukan urusannya.
Ketidakpastian ini membayangi musim kompetisi yang sedang berjalan. City saat ini bersaing di papan atas Premier League dan akan menghadapi Liverpool pada 11 Oktober setelah jeda internasional. Jika pengurangan poin diterapkan, persaingan gelar bisa berubah drastis. Namun dengan banding yang akan diajukan, saga hukum ini diperkirakan masih akan berlangsung lama, bahkan mungkin bertahun-tahun.
Di luar lapangan, kasus ini juga menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Inggris. Sebagian kalangan menilai putusan ini sebagai ujian kredibilitas Premier League dalam menegakkan aturan finansial terhadap klub besar, sementara pendukung City menilai klub mereka menjadi sasaran ketidakadilan. Media Inggris menyebut situasi ini sebagai salah satu krisis terbesar dalam sejarah Premier League modern, dengan dampak yang bisa mengubah lanskap kompetisi untuk tahun-tahun mendatang.
Mantan manajer City Roberto Mancini, yang pernah membawa klub meraih gelar Premier League pertama mereka pada 2012, menolak berkomentar panjang. "Itu bukan urusan saya," katanya singkat kepada ESPN. Namun, ia mengakui bahwa dakwaan-dakwaan itu terkait periode yang jauh setelah kepergiannya dari klub. Sementara itu, analis sepak bola di BBC Sport menilai bahwa jika pengurangan poin benar terjadi, itu bisa menjadi preseden yang mengubah cara klub-klub Inggris mengelola keuangan mereka di masa depan.
Sumber
- Man City charges: What punishment could club face after Premier League verdict and will they appeal? — BBC Sport
- Man City charges: CEO Ferran Soriano issues defiant message to European club bosses — BBC Sport
- Man City charges: Premier League clubs seek legal advice over possible compensation — BBC Sport
- Ex-Man City boss Mancini brushes off guilty reports — ESPN