Manchester City Ajukan Banding atas Vonis Pelanggaran Finansial Premier League
Manchester City resmi mengajukan banding atas vonis bersalah komisi independen terkait lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Premier League era 2009-2018.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga

Rangkuman
- Manchester City mengajukan banding pada Kamis (1/10) malam, sehari sebelum tenggat, menyebut vonis komisi independen penuh kesalahan material dan tidak aman.
- Komisi menyatakan City bersalah atas hampir seluruh dakwaan: kontrak sponsor fiktif dan skema pendanaan terselubung senilai lebih dari 830 juta poundsterling pada 2009-2018.
- FA menyebut vonis ini berimplikasi besar bagi integritas sepak bola Inggris, sementara hukuman bagi City akan diputuskan dalam sidang terpisah.
MANCHESTER — Manchester City resmi mengajukan banding atas vonis bersalah yang dijatuhkan komisi independen terkait pelanggaran aturan finansial Premier League. Banding itu didaftarkan pada Kamis (1/10) pukul 19.00 waktu setempat, sehari sebelum tenggat yang ditetapkan liga, Jumat (2/10). Demikian pernyataan klub yang dikutip BBC Sport dan AFP, Jumat (2/10).
Dalam pernyataannya, juara sepuluh kali Liga Inggris itu menegaskan tidak bersalah. Menurut klub, putusan komisi mengandung kesalahan material yang jelas, baik dari sisi hukum, prinsip, maupun fakta, sehingga dianggap tidak aman. City mengklaim memiliki kumpulan bukti komprehensif yang tak terbantahkan untuk mendukung seluruh posisinya dalam kasus ini, meski mengaku terbatas berbicara sebelum seluruh proses hukum rampung.
Vonis itu sendiri diumumkan Premier League pada Selasa (30/9) dengan merilis versi yang disunting dari laporan komisi independen. Panel menyatakan City bersalah atas seluruh dakwaan pelanggaran aturan finansial antara musim 2009-10 hingga 2017-18, kecuali satu dakwaan terkait ketidakkooperatifan terhadap investigasi liga. Laporan itu juga menyebut sejumlah saksi penting klub memberikan keterangan palsu, dan sebagian secara sadar memberikan kesaksian tidak jujur.
Inti temuan komisi adalah penggunaan kontrak-kontrak komersial fiktif dengan sejumlah mitra sebagai bagian dari skema pendanaan terselubung senilai lebih dari 830 juta poundsterling. Panel menyimpulkan City memakai rekayasa untuk menyamarkan skala kewajiban klub yang sebenarnya serta menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya secara artifisial. Disebutkan pula, dari sekitar 360 juta poundsterling pendapatan sponsor pada tiga musim juara Premier League, 2011-12, 2013-14, dan 2017-18, hanya 43 juta poundsterling yang sah; sisanya berasal dari pemilik dan disamarkan. Skema itu, menurut komisi, membuat City terhindar dari catatan kerugian satu musim terbesar dalam sejarah Premier League pada 2009-10. City dimiliki Abu Dhabi United Group yang mengambil alih klub pada 2008.
Sumber BBC Sport menyebut City diperkirakan akan berargumen dalam banding bahwa kesepakatan sponsor utama didanai pemerintah Abu Dhabi, bukan pemilik klub. Namun argumen itu berpotensi terganggu pernyataan Etihad Airways kepada pemerintah Amerika Serikat pada 2015. Kala itu Etihad menegaskan klaim bahwa pemerintah Abu Dhabi membayar sponsorship City adalah tidak benar, dan menyatakan mendanai sponsorship dari likuiditasnya sendiri tanpa subsidi pemerintah.
Kasus ini juga menyeret perhatian politik London. Komite Keuangan parlemen Inggris, melalui ketuanya Meg Hillier, meminta kepastian otoritas pajak HMRC terkait dokumen-dokumen yang disunting dalam laporan komisi, menyusul laporan Tax Policy Associates yang mengklaim City gagal membayar pajak hingga 12 juta poundsterling akibat kontrak fiktif dengan mantan manajer Roberto Mancini.
Reaksi berdatangan. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyebut vonis terhadap City memiliki implikasi signifikan bagi integritas permainan dan akan mengambil tindakan bila perlu, termasuk kemungkinan investigasi sendiri. Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Lisa Nandy menilai laporan Premier League sangat gamblang dan memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter. Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel bahkan menyatakan tidak akan menutup pintu bagi pemain yang tidak bermain di kasta tertinggi, merespons skenario degradasi yang mengancam City.
CEO Premier League Richard Masters menegaskan putusan ini menetapkan fakta bahwa klub secara sistematis melanggar aturan selama hampir satu dekade. Besaran hukuman bagi City, mulai dari pengurangan poin hingga degradasi yang santer dibicarakan, akan diputuskan dalam sidang terpisah yang digelar privat bersama komisi independen. Dengan banding resmi diajukan, pertarungan hukum terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris ini dipastikan masih panjang.
Sumber
- Man City confirm appeal against guilty verdict — BBC Sport
- Manchester City charges: Premier League confirms club guilty of all charges related to financial rule breaches — BBC Sport
- Man City confirm appeal after Premier League charges verdict — The Standard / AFP