Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Finansial

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan finansial Premier League. Sanksi belum ditetapkan, klub diperkirakan banding.

BeritaFlash AI · · Olahraga

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Finansial
Foto: Stadion Etihad, markas Manchester City. · Hassocks5489 (Wikimedia Commons) · CC0 1.0

Rangkuman

JAKARTA — Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan pelanggaran regulasi finansial Liga Primer Inggris. Dari 115 dakwaan yang diajukan terhadap klub tersebut, 114 di antaranya disebut terbukti berdasarkan putusan komisi independen, menurut laporan The Athletic yang dikutip Republika, Jumat (25/9/2026).

Meski putusan bersalah telah keluar, sanksi terhadap Manchester City belum ditetapkan. Berbagai kemungkinan hukuman masih terbuka, dan klub asal Manchester itu diperkirakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Selama ini, spekulasi hukuman yang beredar di kalangan pengamat sepak bola Inggris berkisar dari denda besar, pengurangan poin, hingga sanksi yang lebih berat terkait status kompetisi klub.

Kasus ini bermula dari penyelidikan Liga Primer Inggris terhadap dugaan pelanggaran finansial Manchester City dalam periode 2009 hingga 2018. Liga Primer resmi mengajukan 115 dakwaan pada Februari 2023 setelah penyelidikan yang berlangsung selama empat tahun. Dakwaan itu mencakup tuduhan bahwa klub gagal memberikan informasi finansial yang akurat, termasuk terkait pendapatan serta pembayaran kepada pemain dan pelatih. City juga menghadapi tuduhan pelanggaran regulasi finansial UEFA serta aturan profitabilitas dan keberlanjutan Liga Primer Inggris.

Akar penyelidikan itu sendiri bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Pada November 2018, media Jerman Der Spiegel menerbitkan dokumen finansial klub yang bocor — bagian dari bocoran Football Leaks — yang memicu Liga Primer membuka penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran yang berlangsung selama sembilan musim. Dalam rentang periode yang diselidiki itu, City menjelma menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris dengan meraih berbagai gelar, sehingga putusan ini berpotensi mengguncang warisan prestasi klub.

Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan. Dalam pernyataan terbarunya kepada The Athletic, klub menegaskan proses hukum masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting belum selesai. "Proses Liga Primer masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat," kata juru bicara Manchester City. Klub juga menyatakan telah menghormati proses hukum selama delapan tahun dengan harapan dewan dan jajaran eksekutif Liga Primer Inggris menjalankan proses sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil.

Kasus ini dibawa ke komisi independen dengan sidang yang berlangsung selama 12 pekan dan berakhir pada Desember 2024. Putusan kemudian ditunggu hampir dua tahun sebelum hasilnya dilaporkan pada September 2026. Penantian panjang itu sempat memicu ketidakpuasan klub-klub Liga Primer lain. Kepala eksekutif Liga Primer Richard Masters, dikutip Sky Sports, sebelumnya mengakui putusan atas dakwaan terhadap City "memakan waktu lebih lama dari perkiraan".

Dengan putusan bersalah di tangan, fokus kini bergeser ke dua hal: besaran sanksi yang akan dijatuhkan komisi independen, dan langkah banding yang hampir pasti ditempuh City. Proses banding berarti saga hukum terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris ini masih jauh dari kata selesai, dan nasib gelar-gelar yang diraih klub dalam periode yang diselidiki akan terus menjadi perdebatan.

Sumber

  1. Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Sanksi Menanti — Republika
  2. Manchester City charges: Premier League chief executive Richard Masters says verdict has taken longer than expected — Sky Sports
  3. Explaining the 115 Manchester City charges as wait on verdict goes on — The Athletic (via NYTimes)

Berita terkait