Manchester City Bersalah Langgar Aturan Keuangan Liga Inggris

Manchester City dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan Liga Inggris 2009-2018, lewat kesepakatan palsu lebih dari £900 juta.

Oleh · · Olahraga

Manchester City Bersalah Langgar Aturan Keuangan Liga Inggris
Foto: Eksterior Etihad Stadium, kandang Manchester City, di Ashton New Road, Manchester · Hassocks5489 · CC0

Rangkuman

JAKARTA — Manchester City dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Liga Inggris oleh Komisi Independen, sebuah keputusan yang mengguncang sepak bola Inggris dan memicu reaksi dari klub, mantan pelatih, hingga Kantor Perdana Menteri Inggris, Jumat (2/10/2026).

Menurut laporan Sky Sports yang dikutip Okezone, Komisi Independen menemukan bahwa antara musim 2009-2010 dan 2017-2018, Manchester City mengatur kontrak "palsu" dengan sejumlah mitra komersialnya sebagai bagian dari "skema pendanaan terselubung" untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sebesar £830 juta. Laporan Detik yang mengutip AFP menyebut total kesepakatan palsu itu mencapai lebih dari £900 juta atau sekitar US$1,2 miliar antara tahun 2009 dan 2018, untuk mendongkrak pendapatan sekaligus menekan biaya.

Klub yang telah sepuluh kali menjuarai Liga Inggris ini didakwa Premier League atas lebih dari 100 pelanggaran pada Februari 2023. Manchester City terus membantah melakukan kesalahan dan berniat mengajukan banding atas keputusan tersebut. Masa depan klub yang didukung Abu Dhabi United Group itu kini menghadapi ketidakpastian, dengan spekulasi hukuman mulai dari pengurangan poin hingga degradasi yang ramai dibahas media Inggris sejak putusan keluar.

Mantan pelatih Pep Guardiola, yang menangani City pada 2016-2026, menulis pesan menyentuh kepada para pemain, staf, penggemar, dan pemilik klub. "Saya ingin setiap penggemar Manchester City di seluruh dunia tahu bahwa saya ada di sini; lebih dari sebelumnya. Saya selalu — dan akan selalu — mendukung klub saya," tulis Guardiola. "Izinkan saya menegaskan: kita akan melewati ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua."

Kasus ini juga menyeret ranah politik Inggris. Perdana Menteri Andy Burnham, mantan Wali Kota Manchester Raya, sempat menuai kritik setelah mengatakan kepada BBC bahwa ia tidak ingin melihat pemilik City asal Uni Emirat Arab hengkang akibat kasus ini. "Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka," ujarnya sambil menyoroti investasi Abu Dhabi United Group di kota itu.

Kantor PM Inggris di Downing Street buru-buru meluruskan. "Sebagaimana ditegaskan oleh Perdana Menteri, temuan awal ini merupakan masalah serius dan tidak boleh ada anggapan bahwa siapa pun berada di atas aturan," kata juru bicara Downing Street, dilansir AFP. Mereka menegaskan proses independen yang berlangsung harus dihormati dan pihak yang terbukti melanggar harus menghadapi konsekuensi setimpal.

Reaksi juga datang dari kalangan sepak bola. Sejumlah legenda klub rival, termasuk mantan pemain Liverpool, meminta gelar juara The Citizens pada periode pelanggaran dicabut. Sementara Roberto Mancini, mantan manajer City era awal kepemilikan Abu Dhabi, memilih cuci tangan. "Itu bukan masalah saya," katanya singkat. Hingga kini belum ada rincian resmi soal sanksi; proses banding klub diprediksi berlangsung berbulan-bulan dan menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Sumber

  1. Pep Guardiola Tulis Pesan Menyentuh Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar Peraturan Keuangan — Okezone
  2. Kantor PM Inggris soal Kasus Finansial Man City: Tidak Ada yang Kebal Aturan — Detik
  3. Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar Aturan Keuangan, Legenda Liverpool Minta Gelar The Citizens Dicabut — Okezone
  4. Liga Inggris Nyatakan Manchester City Bersalah atas Pelanggaran Keuangan, Gelembungkan Pendapatan hingga USD1 Miliar — Okezone

Berita terkait