KKB Papua Pegunungan Tewaskan 29 Orang, Polisi Tangkap Penembak ASN
Kapolda Papua mencatat 29 orang tewas akibat gangguan KKB di Papua Pegunungan sepanjang 2026; Satgas Damai Cartenz menangkap terduga penembak ASN di Yahukimo.
BeritaFlash AI · · Hukum

Rangkuman
- Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mencatat 29 orang tewas dan 642 kasus gangguan keamanan di Papua Pegunungan Januari–September 2026.
- Satgas Damai Cartenz menangkap NB, anggota KKB Batalyon Yamue Kodap XVI Yahukimo, terduga penembak ASN konsultan BPKAD di Dekai.
- Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom blak-blakan menyebut warga sipil pendatang memang sengaja dijadikan target, memicu kecaman.
JAYAPURA — Kepala Polda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengungkap angka kelam dari Provinsi Papua Pegunungan: sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 29 orang tewas akibat gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dari jumlah itu, 25 korban adalah warga sipil, sedangkan anggota TNI dan Polri masing-masing dua orang.
"Selama periode tersebut tercatat 76 aksi penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman dan perampasan senjata api yang dilakukan KKB," kata Patrige dalam rapat koordinasi kamtibmas dengan Pemprov Papua Pegunungan di Wamena, Rabu (23/9/2026), dikutip dari Antara. Total gangguan keamanan di provinsi itu pada periode yang sama mencapai 642 kasus. Rapat dihadiri para bupati dari delapan kabupaten: Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, dan Yahukimo.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyebut situasi itu tragedi kemanusiaan. "Kita tidak boleh menutup mata terhadap dinamika keamanan saat ini karena sudah banyak korban jatuh, bukan hanya dari aparat, tetapi juga masyarakat sipil yang tidak memegang senjata dan ini adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa," ujarnya. Polda Papua berjanji memperkuat pengamanan di jalur rawan seperti Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya, dan Wamena–Nduga, sembari menjalankan pendekatan humanis lewat program Binmas Noken.
Di tengah rilis data itu, aparat mencatat satu keberhasilan penegakan hukum. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangkap NB, anggota KKB Batalyon Yamue Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.25 WIT di sekitar Ruko Blok A dan B, Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo. Saat diamankan, petugas menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 milimeter yang disimpan di dalam noken.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan NB ditetapkan tersangka dalam dua aksi penembakan pada 27 April 2026 di jembatan Kali Biru, Jalan Kurima, Dekai. Aksi pertama menewaskan Ronal Kaligis, konsultan BPKAD berstatus ASN Pemkab Yahukimo, yang berada di dalam mobil Grand Max putih. Aksi kedua berupa penembakan terhadap mobil Toyota Fortuner silver. Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/24/IV/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua. "Penegakan hukum dilakukan terhadap mereka yang diduga terlibat dalam suatu tindak pidana dan dilakukan tepat sasaran guna menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil," kata Yusuf.
Kekerasan terhadap warga sipil ini sebelumnya juga menuai sorotan setelah Menteri HAM Natalius Pigai meminta konflik Papua tidak menyasar warga sipil. Merespons itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom justru menegaskan kepada Republika bahwa operasi bersenjata kelompoknya memang sengaja menyasar individu yang mereka curigai sebagai mata-mata militer Indonesia. Sebby berdalih seluruh warga pendatang di Papua dianggap bagian dari program pemerintah yang merampas tanah orang asli Papua, sehingga sah menjadi target pengusiran. Pernyataan itu memperjelas pola serangan terhadap guru, pedagang, dan pegawai sipil yang selama ini terjadi, dan menjadi sudut konflik yang belum menemukan titik temu antara pendekatan keamanan dan dialog.
Sumber
- 29 orang tewas akibat gangguan KKB di Papua Pegunungan — Antara
- Satgas Damai Cartenz tangkap anggota KKB terduga penembak ASN — Antara
- Polisi Tangkap Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo — Detik
- Ini Alasan OPM Kerap Bunuh Warga Sipil di Papua — Republika