Keracunan MBG di SMAN 1 Rembang, BGN Setop Operasional SPPG Magersari 2

Seratus lima siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang mengalami diare dan mual setelah menyantap Makan Bergizi Gratis, BGN suspend SPPG selama 30 hari.

Oleh · · Lokal

Keracunan MBG di SMAN 1 Rembang, BGN Setop Operasional SPPG Magersari 2
Foto: U.S. Air Force photo by Airman 1st Class Jennifer Gonzales · Public domain

Rangkuman

REMBANG — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2 setelah 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami keluhan diare dan mual usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/9/2026). Kepala SPPG setempat juga dicopot dari jabatannya.

"Untuk sementara kami sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan. Kalau recovery dan perbaikan tidak jalan, tidak menutup kemungkinan kami lakukan penutupan permanen," ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, kepada detikcom, Minggu (27/9). Ia menegaskan pihaknya tidak segan menindak tegas SPPG yang melanggar standar operasional prosedur, demi keselamatan penerima manfaat.

Menu yang disantap para siswa pada Kamis itu terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali. "Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tenaga kependidikan tidak ada," kata Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, dikutip dari detikJateng.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi'i, mengatakan pihaknya menerima laporan pada Jumat (25/9) dan langsung menerjunkan tim ke sekolah sambil berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Menurutnya, gangguan kesehatan yang dialami siswa tergolong ringan — sebagian besar nyeri perut dan mulas — sehingga tidak ada yang perlu dirawat di fasilitas kesehatan. Meski begitu, tim Dinkes tetap melakukan pendampingan dan monitoring.

"Kami dari Dinas Kesehatan belum menyimpulkan bahwa itu adalah keracunan," kata Ali dikutip dari Republika. Dugaan sementara mengarah ke menu pentol bakso bersaus yang kelewat pedas, sehingga sebagian siswa yang tidak tahan pedas mengalami sakit perut. Untuk memastikan penyebabnya, Dinkes Rembang telah mengambil sampel menu MBG dan akan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Daerah pada Senin (28/9).

Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan dalam program MBG. Sebelumnya, pada awal September, ratusan siswa SMAN 1 Lasem — masih di Kabupaten Rembang — juga bertumbangan dengan gejala serupa, dengan jumlah terdampak dilaporkan mencapai 752 siswa dan 25 guru. Kasus-kasus serupa juga terjadi di Pati, Blora, Tana Toraja, dan Jombang dalam sebulan terakhir, yang membuat BGN mengevaluasi dan mensuspend sejumlah SPPG di berbagai daerah.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, tim BGN melakukan investigasi menyeluruh, mulai dari standar dan kelayakan dapur hingga personel yang bertugas di lapangan. Ketut menegaskan, pihaknya sudah berupaya maksimal melakukan pencegahan sejak dini, tetapi tetap saja ada SOP yang dilanggar. Orang tua siswa berharap evaluasi ini benar-benar memperbaiki pengawasan dapur penyedia MBG, mengingat program ini menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia setiap hari. Kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Rembang sendiri dilaporkan tetap berjalan, sementara distribusi makanan dari SPPG Magersari 2 dihentikan total sampai ada keputusan lebih lanjut dari BGN.

Sumber

  1. 105 Siswa-8 Guru Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara — Detik
  2. Seratusan Siswa SMAN 1 Rembang Diduga Keracunan, Dinkes Uji Lab Sampel Menu — Republika

Berita terkait