Keracunan MBG Cisarua Bogor: 103 Siswa SMP Dirawat, SPPG Di-suspend

Sebanyak 103 siswa SMPN 2 Cisarua Bogor diduga keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis; SPPG Leuwimalang 01 dihentikan 20 hari, sampel susu diuji Labkesda.

Oleh · · Lokal

Keracunan MBG Cisarua Bogor: 103 Siswa SMP Dirawat, SPPG Di-suspend
Foto: Suasana ruang kelas SMP di Indonesia (ilustrasi) · Fitrah 9131 · CC BY 3.0

Rangkuman

BOGOR — Sebanyak 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilarikan ke Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026). Dugaan awal sementara mengarah ke susu UHT kemasan yang dibagikan bersama menu MBG pagi itu.

Kronologi kejadian diungkapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01, yang mengklaim proses distribusi MBG dimulai pukul 08.03 WIB dan dibagikan langsung ke seluruh siswa di ruang kelas. "Tidak lama berselang, Kepala SPPG dihubungi pihak sekolah bahwa terdapat siswa yang mengalami muntah dan mual secara mendadak," demikian klarifikasi SPPG, dikutip dari Liputan6. Pada pukul 08.40 WIB, Kepala SPPG Fima Aditya Nugraha mendatangi sekolah. Sejumlah siswa mengaku muntah dan mual setelah meminum susu UHT yang dibagikan bersama menu MBG.

Hingga pukul 10.00 WIB, jumlah siswa yang mengeluhkan sakit terus bertambah hingga 56 siswa, umumnya mengalami diare, mual, dan muntah. Angkanya kemudian terus naik. "Sementara yang di rumah sakit ada 92 orang," kata Kapolsek Cisarua Kompol Budi Suratman pada siang hari, dikutip dari CNN Indonesia. Menjelang sore, Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meninjau langsung ke RSPG memastikan jumlahnya mencapai 103 siswa. "Hari ini kami mendatangi lokasinya di Rumah Sakit Paru. Ada 103 siswa-siswi yang ditangani oleh rumah sakit tersebut. Maka siswa-siswi tersebut adalah warga Kabupaten Bogor," kata Rudy, dikutip dari Detik.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, mengatakan total penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 881 siswa, tetapi yang mengalami gejala 103 orang. "Dugaan awal sementara karena susu. Mereka mengalami gejala setelah minum susu itu," terangnya. Sebagai buntut kejadian ini, SPPG Leuwimalang 01 resmi dihentikan sementara operasinya. "Untuk 20 hari ke depan sambil dievaluasi dan menunggu hasil dari Labkesda, nanti mulai per hari ini sampai 20 hari ke depan dapurnya tidak akan beroperasional, suspend kategori sedang dalam 20 hari," kata Haidir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah mengambil sampel makanan dan minuman dari lokasi untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Sampel susu UHT turut diperiksa untuk meneliti dugaan kemasan rusak. "Nanti hasil uji laboratoriumnya keluar, kami baru bisa menyimpulkan apakah ini betul keracunan makanan atau keracunan minuman. Langkah pertama yang kami pastikan adalah anak-anak mendapatkan penanganan kesehatan terlebih dahulu," jelas Bupati Rudy Susmanto.

Soal kondisi para korban, Rudy memastikan seluruhnya stabil. "Dari 103 siswa-siswi yang ada, semua dalam kondisi stabil, semua dalam kondisi baik. Hanya ada satu siswi yang secara fisik kondisinya baik, tetapi nanti mungkin tim medis yang akan menyampaikan ada kepanikan secara psikologis," imbuhnya. Sebanyak 48 siswa segera dipulangkan ke rumah masing-masing, sisanya masih dalam observasi satu hingga dua jam. Beberapa siswa diinfus agar tidak dehidrasi. Pemkab Bogor memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan. "Kami memastikan bahwa siswa-siswi mendapatkan penanganan medis yang terbaik, yang tercepat dan tentunya semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Rudy.

Pemkab Bogor juga akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan mekanisme kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut ke depan. "Setelah ini kami akan segera lakukan rapat evaluasi bersama apakah kita akan liburkan atau dengan mekanisme seperti apa. Karena fokus awal kami sekarang adalah menangani siswa-siswinya dan alhamdulillah semua siswa-siswi dalam kondisi baik," ujar Rudy. Tim Dinas Kesehatan bersama Puskesmas dan rumah sakit akan melakukan observasi lanjutan ke rumah-rumah siswa yang terindikasi keracunan.

Kejadian ini menambah panjang daftar dugaan keracunan massal terkait program MBG di berbagai daerah, setelah sebelumnya sejumlah kasus serupa dilaporkan terjadi di Batang, Rembang, dan Cirebon dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber

  1. SPPG di Bogor Di-suspend 20 Hari Buntut 103 Siswa Diduga Keracunan MBG — Detik
  2. Siswa SMP di Cisarua Bogor Diduga Keracunan MBG Bertambah Jadi 103 Orang — Detik
  3. Pemkab Bogor Biayai Pengobatan 103 Siswa SMP di Cisarua Diduga Keracunan MBG — Detik
  4. Kronologi 92 Siswa SMP Cisarua Alami Keracunan, Diduga Usai Santap MBG — Liputan6
  5. 92 Siswa Cisarua Bogor Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan Makanan — CNN Indonesia

Topik

Berita terkait