Karhutla Landa 14 Taman Nasional, Walhi Sebut Terbesar dan Satgas Gagal

Sedikitnya 14 taman nasional kebakaran sepanjang 2026; Walhi menyebutnya terbesar dan menilai Satgas Taman Nasional pimpinan Hashim gagal.

Oleh · · Lokal

Karhutla Landa 14 Taman Nasional, Walhi Sebut Terbesar dan Satgas Gagal
Foto: Citra satelit titik api kebakaran hutan dan lahan di Indonesia · Beritaflash · Ai Generated

Rangkuman

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026 tercatat melanda sedikitnya 14 taman nasional di Indonesia. Lembaga pemerhati lingkungan Walhi menyebut kejadian tersebut sebagai yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk dibanding periode karhutla besar 2019 dan 2023.

Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional Uli Arta Siagian menilai masifnya kebakaran di taman nasional menunjukkan kegagalan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional yang dipimpin adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. "Jadi asumsi atau kekhawatiran kami di Walhi sejak awal bahwa Satgas Taman Nasional ini dibentuk hanya berorientasi untuk mendapatkan uang dengan klaim menjaga taman nasional, akhirnya terbukti," ujar Uli kepada BBC News Indonesia, Senin (26/10). BBC mengaku telah menghubungi Wakil Ketua Satgas Raja Juli Antoni namun tidak mendapat tanggapan.

Daftar taman nasional yang terbakar tahun ini membentang dari Sumatera hingga Papua. Dikutip dari BBC Indonesia, Taman Nasional Wasur di Papua Selatan menjadi yang terluas dengan 8.708 hektare terbakar sejak Januari hingga Agustus, disusul TN Lorentz di Papua dengan 6.532 hektare per Agustus. Di Jawa Timur, kebakaran di TN Bromo Tengger Semeru menewaskan sedikitnya enam relawan dan menghanguskan 3.531 hektare hingga akhir September. TN Tanjung Puting di Kalimantan Tengah tercatat 1.234 hektare terdampak per 20 Oktober, sementara TN Kerinci Seblat di Jambi 1.776 hektare dan TN Tambora di NTB 1.956 hektare.

Di TN Way Kambas, Lampung Timur, kebakaran bahkan mendekati pagar kandang gajah jantan Pusat Konservasi Gajah pada Sabtu (24/10) hingga Minggu. Humas Balai TN Way Kambas Riri Fitriandi menjelaskan kebakaran yang terdeteksi sejak 19 September berada di wilayah utara kawasan Cabang yang bergambut dan hingga kini belum sepenuhnya padam. "Gambut, sudah disiram hidup lagi. Gambut kayaknya sudah mati, ternyata siang berasap lagi," ujarnya. Sekitar 350 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat dikerahkan di titik tersebut, dibantu pemantauan drone termal dan instalasi selang air hampir tiga kilometer.

Titik api baru juga muncul di kawasan perbatasan TN Way Kambas dengan PT Great Giant Pineapple sejak Kamis (22/10). Warga Desa Pelabuhan Ratu IX, Iksan Sanjaya, menuturkan tinggi api di titik terbesar mencapai empat meter karena vegetasi semak dan alang-alang mengering. Api bahkan menyeberangi sungai yang biasanya menjadi batas alami rambatan karena sungai mengering setelah kemarau panjang. Kebakaran di kawasan perbatasan itu dilaporkan berhasil dipadamkan pada Minggu (25/10) sore setelah dibantu hujan dan dukungan sarana air dari perusahaan.

Uli memaparkan tiga akar persoalan mengapa karhutla tahun ini begitu masif. Pertama, minimnya jumlah polisi hutan dibanding luasan 57 taman nasional dan kawasan lindung lainnya, tanpa pemanfaatan teknologi seperti menara kamera pendeteksi asap yang dipakai Brasil. Kedua, peran masyarakat adat dan sekitar kawasan tidak dimaksimalkan karena tidak diakui pemerintah. Ketiga, Satgas Taman Nasional yang dibentuk Presiden Prabowo dinilai gagal menjaga kawasan. "Karena enggak ada korelasi yang erat antara adanya satgas dengan pencegahan kebakaran," ujarnya.

Pemerintah sendiri terus menggenjot penanganan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah menghabiskan total 14,3 ton bahan semai dalam 15 sortie per 23 Oktober 2026. Di Kalimantan Tengah dikerahkan 5.200 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram NaCl dalam delapan sortie, sementara di Sumatera Selatan 7.100 kilogram dalam tujuh sortie. Hujan ringan hingga sedang dilaporkan turun di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut OMC kali ini sebagai salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia, dengan sembilan pesawat aktif di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan serta enam pesawat di Sumatera Selatan. Per data BNPB per 25 Oktober, total lahan yang masih dalam penanganan mencapai 3.392 hektare di Kalimantan dan 990 hektare di Sumatera, didukung 57.050 personel darat dan 61 armada udara termasuk 37 helikopter water bombing di enam provinsi.

Sumber

  1. Karhutla melanda belasan taman nasional sepanjang 2026 - 'Ini menunjukkan kegagalan berlipat Satgas Taman Nasional' — BBC Indonesia
  2. Pemerintah habiskan 14,3 ton bahan semai untuk atasi karhutla — Antara
  3. Lebih dari 3.000 Hektare Lahan dan Hutan di Kalimantan Masih Terbakar — CNN Indonesia
  4. BMKG: Karhutla di Sumsel dan Kalteng Masih Tinggi, OMC dan Dry Ice Digencarkan — Okezone

Topik

Berita terkait