Karhutla Serentak: 1.500 Hektare Hangus di Jatim, Rumah Terbakar di Poso

Karhutla melanda Gunung Kawinajang-Buthak dan Gunung Wilis di Jatim, membakar rumah warga di Poso; buron pembakar lahan sawit ditangkap di Siak.

BeritaFlash AI · · Lokal

Karhutla Serentak: 1.500 Hektare Hangus di Jatim, Rumah Terbakar di Poso
Foto: Ilustrasi: helikopter water bombing menjatuhkan air memadamkan kebakaran hutan di Indonesia (dokumentasi Wiki Loves Earth 2020). · DenY Krisbiyantoro · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

SURABAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah daerah secara serentak pada akhir pekan ini, dari pegunungan di Jawa Timur, permukiman di Poso, hingga lahan gambut di Riau. Di Jawa Timur saja, sekitar 1.500 hektare lahan hangus dan api belum sepenuhnya padam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan dua kawasan gunung terdampak: Gunung Kawinajang yang berbatasan dengan Gunung Buthak, serta Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk. "Luas area terbakar kurang lebih 1.459 hektare dan data berkembang," kata Satriyo, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (19/9/2026). Di Gunung Wilis, wilayah terdampak mencapai 50 hektare.

Pemadaman dilakukan lewat darat dan udara. Helikopter PK-DAP berkapasitas bucket 1.000 liter telah menjatuhkan total 3.000 liter air dalam dua sortie water bombing pertama di Gunung Buthak, namun operasi terkendala kabut yang mengganggu jarak pandang. Di darat, petugas gabungan BPBD, Perhutani, relawan, dan warga membuat sekat bakar karena banyak titik api berada di tebing curam yang sulit dijangkau. "Titik api berada di area puncak Gunung Wilis dengan medan terjal dan curam," ujar Satriyo.

Di Sulawesi Tengah, karhutla menghanguskan sedikitnya 15 hektare lahan perkebunan dan dua rumah warga di Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Minggu (20/9). Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan api bermula dari kebun warga sekitar pukul 06.00 WITA dan cepat merambat ke permukiman karena angin kencang. Tidak ada korban jiwa, namun jumlah warga mengungsi masih didata. Data Pusdalops BPBD Sulteng mencatat 196 kejadian karhutla di provinsi itu hingga pertengahan September 2026 dengan total lahan terdampak 1.552 hektare — lonjakan signifikan setelah 120 kejadian pada Agustus lalu.

Sementara itu di Riau, Polres Siak menangkap Y alias IM (48), buron kasus karhutla yang melarikan diri sebulan. Ia diburu atas kebakaran pada 7 Agustus 2026 di Kampung Pinang Sebatan Timur, Kecamatan Tualang, di dalam areal konsesi PT Arara Abadi, Distrik Rasau Kuning. Kebakaran pertama kali terdeteksi drone patroli perusahaan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan tersangka mengakui membuat tiga titik pembakaran untuk membersihkan lahan sebelum ditanami kelapa sawit, namun api meluas tak terkendali hingga membakar sekitar 1,3 hektare lahan gambut dari total 2 hektare yang dikuasainya. Yang memberatkan, saat petugas hendak membuat sekat bakar dengan alat berat, tersangka keluar dari pondoknya sekitar 100 meter dari lokasi sambil membawa dodos — alat panen sawit — dan melarang penggunaan alat berat karena khawatir tanaman sawitnya rusak. "Akibatnya petugas tidak dapat menggunakan alat berat dan harus mengandalkan mesin pemadam," kata Sepuh, dikutip dari Detik.

Dari lokasi, polisi mengamankan cangkul, mesin chainsaw, dua parang, dodos, bibit kelapa sawit, botol berisi pertalite, biosolar dan oli, serta tiga potong kayu bekas terbakar. Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menegaskan penegakan hukum karhutla tidak berhenti pada pembakar. "Penyidik juga mendalami aktivitas pemanfaatan lahan, termasuk dugaan kegiatan perkebunan ilegal di dalam kawasan hutan," ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, terutama di kawasan gambut yang apinya sulit dikendalikan.

Sumber

  1. Karhutla Masih Landa 3 Gunung Jatim, 1.500 Hektare Hangus — CNN Indonesia
  2. Karhutla hanguskan puluhan hektare lahan dan dua rumah warga di Poso — Antara
  3. Buron Kasus Karhutla di Siak Ditangkap, Sempat Halangi Pemadaman demi Sawit — Detik

Berita terkait