Banjir Bandang Solok: Satu Warga Tewas Terseret 11 Km, Satu Masih Hilang

Banjir bandang Solok menerjang Kecamatan Gunung Talang pada Senin malam, satu warga tewas, satu hilang, ratusan rumah dan belasan kantor pemerintah terdampak.

BeritaFlash AI · · Lokal

Banjir Bandang Solok: Satu Warga Tewas Terseret 11 Km, Satu Masih Hilang
Foto: Ilustrasi: banjir bandang di Malampah, Pasaman Barat, Sumatera Barat (2022) · Badan Geologi Kementerian ESDM · Public domain

Rangkuman

SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Nagari Batang Barus dan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan kaki Gunung Talang itu menewaskan satu warga, menyebabkan satu orang hilang, serta merusak ratusan rumah dan belasan kantor pemerintahan.

Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Selasa (22/9) pukul 18.45 WIB yang disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan, satu warga meninggal dunia, satu warga masih dalam pencarian, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di Mapolres Solok, rumah dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Data BPBD Kabupaten Solok menyebut bencana ini berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga, sementara perkiraan Pemprov Sumbar mencapai 100 hingga 150 unit rumah dengan total sekitar 300 jiwa terdampak.

Korban meninggal diketahui bernama Dafi (21). Tim SAR gabungan menemukan jasadnya di aliran Sungai Koto Gaek yang berbatasan dengan daerah Jawi-Jawi pada Selasa sekitar pukul 13.30 WIB, setelah korban terseret arus sejauh sekitar 11 kilometer dari lokasi awal. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan korban ditemukan oleh tim gabungan bersama masyarakat, dan pihak keluarga kemudian mengonfirmasi identitas jenazah yang kini telah berada di rumah duka. Pencarian terhadap satu korban lain yang dilaporkan hilang melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai instansi dan warga setempat. Basarnas membagi kekuatan menjadi tiga tim penyisir karena adanya percabangan sungai, dan pencarian juga melibatkan anjing pelacak K9 dari Polda Sumatera Barat.

Kerusakan akibat banjir bandang ini tergolong berat. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan setidaknya 12 kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan, yang memicu potensi kelumpuhan pelayanan publik. Data BNPB merinci dua kantor pemerintahan rusak berat, sembilan kantor rusak ringan, dan satu fasilitas kesehatan terdampak. Satu jembatan di jalur utama Arosuka putus, 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor dilaporkan terdampak, sedangkan kerusakan lahan pertanian masih didata. Kompleks perkantoran Bupati Solok di Arosuka sendiri ikut diterjang lumpur dan material banjir.

Polri menyulap markas polisi di wilayah setempat menjadi tempat pengungsian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. "Kami menyiapkan tempat pengungsian di Mapolres Solok, pelayanan kesehatan, dapur lapangan dan trauma healing untuk membantu kebutuhan masyarakat selama masa darurat," ujarnya, Selasa. Polda Sumatera Barat mengerahkan 300 personel untuk membantu penanganan bencana.

Mahyeldi mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi kerusakan infrastruktur pelayanan langsung kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan pemerintah pusat menyatakan siap memberikan dukungan peralatan teknis maupun bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi perkantoran. Pemprov Sumbar bersama BNPB, Basarnas, dan Bappeda juga menerjunkan tim untuk mengevaluasi kelayakan lokasi kompleks perkantoran Pemkab Solok dengan memetakan kondisi hulu dan tata guna lahan di kawasan kaki Gunung Talang.

Hingga Selasa malam, enam unit alat berat dikerahkan membersihkan tumpukan batu dan lumpur yang sempat menutup akses jalan nasional dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Akses jalan nasional dan provinsi yang tertutup kini telah dipulihkan dan bisa dilalui kendaraan secara bertahap. Pada masa tanggap darurat, pemerintah daerah memprioritaskan keselamatan warga dan pemulihan sarana vital dengan mengoptimalkan dana Belanja Tidak Terduga.

Sumber

  1. Tim SAR temukan korban terseret banjir bandang di Kabupaten Solok — Antara
  2. Gubernur: Pemerintah pusat siap bantu rehabilitasi pascabencana Solok — Antara
  3. Banjir Bandang Terjang Solok, Warga Terdampak Mengungsi ke Markas Polisi — Okezone
  4. Banjir Bandang, Puluhan Orang Mengungsi di Solok — Okezone
  5. Warga Terdampak Banjir Bandang Solok Mengungsi di Mushala — Republika
  6. 1 Korban Banjir Bandang di Solok Masih dalam Pencarian — Kompas TV

Berita terkait