Iran Debatkan Pencabutan Larangan Senjata Nuklir, Ini Kata Rezaei
Iran memperdebatkan pencabutan larangan memiliki senjata nuklir jika perang kembali pecah, kata pejabat keamanan Mohsen Rezaei, Sabtu (31/10/2026).
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengungkap Teheran tengah memperdebatkan apakah tetap mempertahankan larangan senjata nuklir.
- Rezaei menegaskan belum ada keputusan resmi; perdebatan muncul di tengah permusuhan dengan AS dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
- Di sisi lain, Menlu AS Marco Rubio menyatakan Trump belum memutuskan serangan baru ke Iran dan tetap membuka opsi diplomatik.
TEHERAN — Iran mengisyaratkan bisa mencabut larangan memiliki senjata nuklir yang selama ini dianutnya, di tengah permusuhan yang terus memanas dengan Amerika Serikat. Isyarat itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah pada Sabtu (31/10/2026).
"Belum ada keputusan baru terkait perubahan doktrin nuklir kami. Namun, pertanyaan ini telah muncul: jika perang kembali pecah, apakah kami ingin mempertahankan doktrin sebelumnya atau tidak?" kata Rezaei, seperti dikutip Sindonews dari Roya News. Ia menegaskan pembahasan masih berlangsung secara internal dan pemerintah Iran belum mengubah kebijakan resminya.
Rezaei, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengaitkan perdebatan itu dengan sentimen masyarakat Iran. Menurutnya, publik Iran mempertanyakan mengapa fasilitas nuklir mereka menjadi sasaran serangan, padahal Teheran telah menyetujui seluruh inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan memfasilitasi akses para inspekturnya. "Wajar jika masyarakat bertanya mengapa kami ingin membiarkan situasi tersebut terus berlanjut," ujarnya.
Dalam wawancara yang sama, seperti dilaporkan Jerusalem Post mengutip Reuters, Rezaei menyatakan isu nuklir baru bisa dibahas jika Amerika Serikat memenuhi tuntutan Iran. Ia menegaskan hak nuklir Iran berdasarkan Traktat Non-Proliferasi (NPT) harus dihormati dalam setiap perundingan lanjutan. Rezaei juga menegaskan konflik dengan AS harus berakhir "secara permanen" dan tidak ada negara yang boleh berani menyerang Iran lagi. Ia bahkan menyatakan Selat Hormuz akan "tetap tertutup" sampai semua tuntutan Iran dipenuhi — klaim tegas yang belum bisa diverifikasi dampak riilnya di lapangan.
Rezaei turut menyinggung surat Wakil Presiden AS JD Vance, dengan mengatakan nada bicara Washington "telah berubah total" — hal yang ia sebut sebagai tanda baik dan bukti kemenangan rakyat Iran.
Dari sisi Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan soal serangan baru terhadap Iran di tengah terhentinya perundingan damai. "Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita menghendakinya," kata Rubio dalam konferensi pers di Atlanta, Georgia, seperti dilansir AFP dan dikutip Detik, Minggu (1/11/2026). Namun ia menegaskan Trump "belum membuat keputusan" dan tidak menganggap enteng opsi tersebut.
Rubio mengecam Teheran yang disebutnya "secara aktif dan terbuka" menargetkan kapal komersial, tetapi juga menyatakan Trump lebih memilih solusi diplomatik. "Jika ada solusi diplomatik, kami akan terbuka untuk itu," katanya, seraya menolak membeberkan kemajuan maupun tenggat perundingan.
Sebelumnya, Trump mengisyaratkan potensi aksi militer baru seusai pemilu paruh waktu AS. Pemimpin tertinggi Iran pada Sabtu memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan baru. Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak solusi diplomatik. "Eskalasi tidak menguntungkan siapa pun," ujarnya.
Perlu dicatat, pernyataan Rezaei sejauh ini masih berupa sinyal politik dari pejabat keamanan Iran, bukan keputusan resmi pemerintah. Klaim soal serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan penutupan Selat Hormuz juga merupakan keterangan sepihak Teheran yang belum dikonfirmasi independen. Masyarakat internasional kini menanti apakah perdebatan internal Iran itu akan bermuara pada perubahan doktrin nuklir yang sesungguhnya.
Sumber
- Iran Isyaratkan Bisa Cabut Larangan Senjata Nuklir di Tengah Permusuhan dengan AS — Sindonews
- Menlu AS: Trump Belum Putuskan soal Serangan Baru ke Iran — Detik
- Iran debating whether to maintain ban on nuclear weapons, regime's security chief Rezaei says — Jerusalem Post
Topik
Berita terkait
- Iran Belum Putuskan Keluar dari NPT, Trump Ancam 'Hal Besar akan Terjadi'
- Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz 7 Hari Jika AS Cabut Blokade
- Trump Ancam Musnahkan Iran di Sidang Umum PBB: Damai atau Neraka
- Perang AS-Iran: Menlu Iran Siap 'Perang Kiamat', Usulan Hormuz Ditolak Trump
- Houthi Serang Riyadh dan Aramco, Sirine Serangan Udara Pertama Berbunyi