Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS Tertekan Harga Minyak Dunia
Rupiah ditutup melemah 55 poin ke Rp18.135 per dolar AS, Senin 26 Oktober 2026, tertekan lonjakan harga minyak Brent ke 116 dolar dan kekhawatiran defisit APBN.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- Rupiah ditutup melemah 55 poin (0,30%) ke Rp18.135 per dolar AS pada Senin 26 Oktober 2026
- Minyak Brent melonjak ke 116,20 dolar AS per barel, tertinggi sejak Juni 2022, di tengah ancaman serangan baru AS ke Iran dan serangan Houthi ke Arab Saudi
- Analis ingatkan setiap kenaikan 1 dolar harga minyak memperlebar defisit APBN hingga Rp6,8 triliun; belanja subsidi-kompensasi sudah Rp376,8 triliun
JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,30 persen ke level Rp18.135 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (26/10/2026), dari penutupan sebelumnya Rp18.080 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah ke Rp18.116 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.069.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia seiring lonjakan harga minyak global. "Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN melalui peningkatan biaya impor minyak dan beban subsidi energi serta kompensasi kepada Pertamina," ujar Ibrahim kepada Antara.
Mengutip Anadolu, harga minyak mentah Brent — acuan internasional — melonjak 2,7 persen atau 3,06 dolar AS menjadi 116,20 dolar AS per barel pada Jumat (23/10), level tertinggi sejak Juni 2022. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,04 persen menjadi 102,50 dolar AS per barel, tertinggi dalam lima pekan. Sepanjang pekan lalu, Brent naik sekitar 5 persen dan berpeluang mencatat penguatan tiga pekan beruntun.
Lonjakan harga minyak dipicu eskalasi geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/10) menyatakan negaranya mungkin melancarkan serangan tambahan terhadap Iran, dan para pejabat AS disebut telah menyusun rencana serangan setelah pemilihan paruh waktu AS. Di sisi lain, kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi, sementara Arab Saudi mencegat sejumlah rudal dan drone tambahan. Situasi di sekitar Laut Merah memburuk seiring pergerakan Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis penghubung Laut Merah dengan Teluk Aden. Departemen Luar Negeri AS sampai memerintahkan personel non-esensial meninggalkan Arab Saudi.
Dampaknya ke fiskal Indonesia tidak kecil. Ibrahim menghitung, kenaikan setiap 0,1 persen yield Surat Berharga Negara (SBN) dapat memperlebar defisit Rp1,9 triliun, depresiasi rupiah setiap Rp100 per dolar AS menambah defisit Rp800 miliar, dan setiap kenaikan 1 dolar AS per barel harga minyak memperlebar defisit hingga Rp6,8 triliun. "Asumsi Indonesian Crude Price sampai akhir September 2026 sudah meleset jauh dari target APBN 70 dolar AS per barel ke 91,9 dolar AS per barel," kata dia. Belanja subsidi dan kompensasi hingga 30 September 2026 telah mencapai Rp376,8 triliun, naik 54,1 persen secara tahunan.
Bank Indonesia menyatakan terus memantau pergerakan rupiah di tengah gejolak pasar. Gubernur BI menegaskan pelemahan di atas Rp18.000 per dolar AS merupakan volatilitas biasa. Meski begitu, Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah ke kisaran Rp18.130-Rp18.180 per dolar AS pada perdagangan berikutnya. Pasar juga mencermati pertemuan bank sentral AS (The Fed) Selasa-Rabu waktu setempat serta rilis indeks PCE inti AS, indikator inflasi andalan The Fed.
Sindonews mencatat risiko defisit APBN ikut meningkat seiring pelemahan rupiah. Investor kini menanti kejelasan arah diplomasi Qatar, Iran, AS, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang tengah menjalin komunikasi untuk meredam konflik, di tengah ultimatum Trump kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi konflik lebih lanjut.
Sumber
- Rupiah terkoreksi seiring kekhawatiran dampak kenaikan harga minyak — Antara
- Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS, Risiko Defisit APBN Meningkat — Sindonews
- Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS, BI Terus Pantau Pasar — Okezone
- BI terus memantau pergerakan rupiah di tengah gejolak pasar — Antara
Topik
Berita terkait
- Utang BLBI Rp218,3 Triliun ke BI Dinyatakan Lunas, Kemenkeu Lanjut Tagih Obligor
- BI Rate Diproyeksi Bertahan 5,75 Persen, Rupiah Tertekan Arus Modal Keluar
- BI Rate Tetap 5,75 Persen, RDG Perdana Tatap Muka Usai 1,5 Tahun
- Rekening Gratis Rp50 Ribu Warga 17 Tahun, Anggaran Rp3,8 T dari APBN
- Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati Lima Pilar Sinergi Fiskal-Moneter