IHSG Anjlok 14,91 Persen Sepekan Imbas MSCI, Kapolri Usut Pasar Modal
IHSG rontok 14,91 persen ke 5.185 dalam sepekan usai ancaman MSCI turunkan status Indonesia; Kapolri kerahkan Bareskrim usut dugaan pidana pasar modal.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi
Rangkuman
- IHSG anjlok 14,91 persen sepekan ke 5.185,105; kapitalisasi pasar lenyap Rp1.544 triliun menjadi Rp9.157 triliun
- BEI sempat memberlakukan trading halt Jumat pagi setelah IHSG jeblok 8 persen; asing net sell Rp3,34 triliun dalam sehari
- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kerahkan Bareskrim usut dugaan tindak pidana pasar modal, menyasar sekuritas dan perorangan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kemerosotan 14,91 persen sepanjang sepekan perdagangan 12–16 Oktober 2026, ditutup di level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya. Kejatuhan ini dipicu pengumuman lembaga pemeringkat global MSCI yang mengancam menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
"Perubahan dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 14,91 persen sehingga ditutup pada level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya," kata P.h. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Valentina Simon dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026), dikutip dari Okezone. Pada perdagangan Jumat (16/10), BEI bahkan terpaksa memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 08.58 waktu Jakarta Automated Trading System setelah IHSG anjlok 8 persen.
Seiring pelemahan indeks, nilai kapitalisasi pasar BEI tergerus 14,43 persen menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun sepekan sebelumnya — setara Rp1.544 triliun lenyap dalam lima hari perdagangan. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) Rp3,34 triliun pada Jumat saja, sehingga akumulasi net sell asing sepanjang 2026 menembus Rp88,19 triliun. Rata-rata volume transaksi harian terkoreksi 5,22 persen menjadi 44,102 miliar lembar saham, sementara rata-rata frekuensi transaksi justru naik 2,46 persen menjadi 1,72 juta kali.
Tekanan jual besar-besaran ini memicu reaksi lintas lembaga. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, perwakilan Danantara, dan petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendatangi gedung BEI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (16/10). Di hadapan awak media, Kapolri berjanji menurunkan tim Bareskrim Polri untuk mengusut dugaan pelanggaran dan tindak pidana di pasar modal.
"Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan, adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal dan tentunya dengan alat bukti yang kami akan kumpulkan," kata Suyudi, dikutip dari Detik. Ia menegaskan Polri akan bertindak tegas demi kepastian hukum di dunia pasar modal. Dasco menambahkan, sasaran penindakan mencakup individu maupun perusahaan sekuritas yang terindikasi terlibat. "Yang disampaikan Pak Kapolri itu termasuk sekuritas dan perorangan yang terindikasi terlibat," ujarnya.
Dasco juga mengungkap detail waktu yang ganjil dari pengumuman MSCI. Menurutnya, MSCI seharusnya baru melakukan review pada November 2026, namun justru menerbitkan semacam review lebih awal — bertepatan dengan proses perbaikan yang sedang dijalankan OJK dan BEI untuk mengakomodasi masukan lembaga-lembaga rating internasional. "Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di bursa dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan," ucap Dasco.
Kabar soal MSCI dan IHSG juga memantik perbincangan warganet; "IHSG", "MSCI", dan "Agunan Saham Sah" masuk daftar trending topic X (Twitter) Indonesia pada Sabtu pagi. Wall Street Journal mencatat kejatuhan saham Indonesia sebagai yang terburuk sejak 1998, setelah MSCI mengeluarkan peringatan reklasifikasi dengan alasan persoalan signifikan di pasar modal Indonesia.
Kepanikan pasar pekan ini adalah kelanjutan dari gejolak sehari sebelumnya, ketika IHSG sudah anjlok 11,57 persen dan rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS. Analis menilai sentimen negatif MSCI menjadi katalis utama aksi jual asing, sementara pelaku pasar menanti langkah konkret OJK dan BEI meyakinkan MSCI sebelum keputusan reklasifikasi final diumumkan.
Sumber
- IHSG Sepekan Anjlok 14,91 Persen ke Level 5.185 Usai Pengumuman MSCI — Okezone
- Kapitalisasi Pasar Saham Lenyap Rp1.544 Triliun Usai Usulan MSCI Standalone Market — Okezone
- Janji Kapolri Usut Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal Kala Kunjungi BEI — Detik
- Indonesia Stocks Log Worst Day Since 1998 on MSCI Downgrade Warning — Wall Street Journal
Topik
Berita terkait
- IHSG Anjlok 11,57 Persen Imbas MSCI, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
- IAWP 2026 di Bali: Kapolri Sebut Polri Suatu Hari Bisa Dipimpin Polwan
- Ngaji Kebangsaan Kapolri dan Gus Baha Diikuti 42 Ribu Santri dan Polri
- Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di IWIP Maluku Utara
- Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun ke Negara, Disaksikan Prabowo di Kejagung