Demo Karhutla: 13 Aktivis Mahasiswa Bandung Masih Ditahan Polda Jabar

Ribuan mahasiswa demo karhutla di berbagai kota menuntut status bencana nasional; 13 aktivis Bandung masih ditahan Polda Jabar hingga 31 Oktober 2026.

Oleh · · Politik

Demo Karhutla: 13 Aktivis Mahasiswa Bandung Masih Ditahan Polda Jabar
Foto: Ilustrasi: mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berkumpul sebelum unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Juni 2026. · Beritaflash · Generated by AI

Rangkuman

JAKARTA — Gelombang demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang menuntut penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional masih menyisakan persoalan hukum. Sebanyak 13 aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung tercatat masih ditahan di Polda Jawa Barat hingga 31 Oktober 2026, lebih dari sepekan setelah aksi besar yang digelar serentak di sejumlah kota pada 20 dan 22 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan BBC News Indonesia, para aktivis itu dijerat dengan Pasal 262, 246, 348, 349, 466, 469, dan 470 juncto Pasal 20 dan 21 KUHP baru. Pasal-pasal tersebut digunakan untuk menjerat dugaan pengeroyokan, penganiayaan, penghasutan, dan perlawanan terhadap pejabat, dengan ancaman hukuman 5 hingga 12 tahun penjara. Salah satu aktivis berinisial F dijemput paksa di rumahnya oleh sejumlah polisi pada Rabu (21/10) malam. Kuasa hukum dari LBH Bandung, Andi Daffa Patiroi, menyebut penangkapan itu tidak sesuai prosedur karena salinan surat penangkapan tidak diberikan sebagaimana mestinya.

Aksi pada 20 Oktober lalu berlangsung di banyak titik. Di Jakarta, ratusan mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil berkumpul di Tugu Tani membawa lima tuntutan pada momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran: penetapan karhutla sebagai bencana nasional, perbaikan tata kelola ekonomi, penghormatan HAM dan demokrasi, pemberantasan korupsi, serta perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan. Dua peserta aksi sempat memanjat tugu sepasang petani setinggi sekitar 10 meter untuk membentangkan spanduk tuntutan, disambut sorakan massa.

Pada pagi yang sama, 11 aktivis Greenpeace membentangkan spanduk di atas Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia sekitar pukul 06.05 WIB. Mereka dibawa ke Polda Metro Jaya dan sebagian sempat tertahan hingga malam hari. Daniel Winatra dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut enam dari 11 orang sempat tidak diperbolehkan pulang tanpa dasar hukum yang jelas, dengan dugaan sementara pelanggaran UU Cagar Budaya. Keenamnya kemudian dilepaskan.

Di daerah lain, aksi berlangsung di gedung DPRD DIY dengan ribuan mahasiswa dari UGM, UII, UMY, dan berbagai aliansi; di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang pada 22 Oktober dengan poster bertuliskan If We Burn, You Burn With Us; di halaman Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin yang mendesak transparansi anggaran penanganan karhutla dan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak; serta di Makassar dan Jayapura. Di Jayapura, aktivis mahasiswa asal Papua Selatan, Stenly Dambujai, mendesak pemerintah pusat turun langsung karena kebakaran di Merauke mengganggu masyarakat adat dan memicu penyakit ISPA, terutama pada ibu dan anak.

Di Bandung, selain aksi di jalan Asia Afrika dan Teras Braga, sekelompok pesepeda menggelar aksi Mengayuh ke Istana, bersepeda dari Gedung Merdeka menuju Istana Negara untuk menyampaikan empat tuntutan, termasuk status bencana nasional dan larangan alih fungsi kawasan yang terbakar. Mahasiswa Bandung membawa 14 poin tuntutan, termasuk penindakan terhadap perusahaan yang terlibat karhutla.

Hingga akhir Oktober, pemerintah belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, meski tekanan dari mahasiswa, organisasi lingkungan, dan masyarakat sipil terus berlanjut. Nasib 13 aktivis yang masih ditahan di Polda Jabar kini menjadi sorotan baru, dengan LBH Bandung menyiapkan pendampingan hukum dan mempersoalkan prosedur penangkapan yang dinilai cacat.

Sumber

  1. 'Kami bicara atas nama masyarakat' – Ribuan mahasiswa di berbagai kota demo karhutla — BBC Indonesia
  2. 37 Titik Api Masih Menyala di Ogan Komering Ilir, 8 Kecamatan Mengepul — CNN Indonesia
  3. Demo Meluas di Mana-Mana, 160.000 Gen Z Siap Kepung Jalanan — CNBC Indonesia

Topik

Berita terkait