Pabrik Tramadol Ilegal di Bandung Digerebek, Mampu Cetak 8 Juta Butir Sehari
Polda Jabar membongkar pabrik tramadol dan hexymer ilegal di Bizpark Kopo, Bandung; lima tersangka ditangkap dan bahan baku untuk 256 juta butir disita.
Oleh Adi Rahmadi · · Hukum
Rangkuman
- Satresnarkoba Polrestabes Bandung dan Polda Jabar menggerebek pabrik tramadol-hexymer ilegal di Pergudangan Bizpark, Kopo, Minggu (18/10) petang
- Kapasitas produksi ditaksir 8 juta butir per hari; bahan baku yang disita bisa menghasilkan 256 juta butir
- Lima tersangka ditangkap; pabrik menyamar dengan modus mengaku menjual makanan kucing menurut ketua RW setempat
BANDUNG — Kepolisian membongkar pabrik obat keras ilegal jenis tramadol dan hexymer di kawasan Pergudangan Bizpark, Jalan Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026) petang. Pabrik yang baru beroperasi 22 hari itu ditaksir mampu mencetak hingga 8 juta butir obat keras siap edar per hari.
Pengungkapan bermula dari penangkapan seorang tersangka di Rest Area Kilometer 125 Tol Purbaleunyi pada Jumat (16/10) sekitar pukul 18.00 WIB. "Awal mulanya mengamankan satu orang tersangka pada hari Jumat di kilometer 125 Purbaleunyi dengan barang bukti 600 ribu butir Hexymer siap edar. Barang bukti tersebut hendak dibawa menuju Jakarta," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki, dikutip dari Detik.
Data kepolisian yang diperoleh Republika merinci barang bukti dari penangkapan di tol itu: 10 dus berisi masing-masing 32 botol berisi 1.000 butir pil double Y, total 320.000 butir, ditambah 5 dus berisi botol berisi 1.000 butir Hexymer, total 240.000 butir — keseluruhan sekitar 560.000 butir obat terlarang.
Dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan pada Sabtu hingga Minggu di sejumlah titik yang berdekatan di dalam kompleks Pergudangan Bizpark Kopo, ditambah satu lokasi di Jalan Taman Kopo Indah. Penggerebekan dipimpin langsung Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana. Saat digerebek, polisi mendapati empat orang tengah memproduksi obat-obatan keras terbatas itu.
Total lima tersangka diamankan, berinisial P, R, MF, dan F, ditambah satu tersangka yang lebih dulu ditangkap di jalan tol. "Peran mereka berbeda-beda. Ada yang bertindak sebagai pembeli, peracik, hingga pengantar atau koordinator pengiriman barang sesuai pesanan," jelas Irjen Hengki, yang mendatangi lokasi didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi.
"Kalau melihat alat-alat yang ada, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta," ucap Hengki.
Di dalam gudang, polisi menyita satu mesin pencetak hexymer dan satu mesin pencetak double Y, oven, mesin penggiling, mesin mixer, kompresor, ribuan kemasan botol kosong, dua unit forklift, dan alat pengemas. Ditemukan pula bahan baku obat jenis prekursor berton-ton yang disimpan dalam puluhan drum berwarna cokelat, karung berisi serbuk bahan baku, puluhan ponsel, laptop berisi data penjualan, serta buku rekening.
Berdasarkan perhitungan polisi, bahan baku yang diamankan di lokasi diperkirakan dapat menghasilkan hingga 256 juta butir obat jenis Hexymer dan Tramadol. Angka itu setara kebutuhan pasar gelap yang sangat besar, mengingat pabrik tersebut baru menyewa gudang selama 22 hari.
Modus para pelaku terbilang lihai. Ketua RW setempat, Asep Kardiman (42), mengaku mendapat informasi bahwa gudang itu dipakai untuk usaha makanan kucing. "Pabrik jualan makanan kucing. Baru sebulan," kata dia, dikutip dari Republika. Ia berjanji akan memperketat pengawasan dan mengecek tiap rumah dan gudang di wilayahnya.
Polrestabes Bandung kini melakukan pemeriksaan intensif untuk membongkar jaringan pemasok bahan baku serta jalur distribusi obat keras ilegal tersebut secara menyeluruh. Kasus ini menambah panjang daftar pabrik narkoba rumahan yang menyaru sebagai usaha legal di kawasan pergudangan.
Sumber
- Polisi Gerebek Pabrik Obat Keras di Kopo Bandung, 5 Orang Ditangkap — Detik
- Produksi 8 Juta Butir per Hari, Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung Ngaku Jual Makanan Kucing — Republika
- Pabrik Tramadol di Bandung Bisa Cetak 8 Juta Obat Tiap Bulan Digerebek — CNN Indonesia
Topik
Berita terkait
- Selebgram Jule positif etomidate usai ditangkap di apartemen
- Ganja 62,5 Kg di Petamburan Digagalkan Polda Metro, 2 Pria Ditangkap
- Lab Etomidate PIK 2 Dibongkar, WN China Ditangkap, Bos DPO
- Napoleon Bonaparte Meninggal, Eks Kadivhubinter Terpidana Red Notice
- Razia Bareskrim-BNN di PIK dan Jakarta Timur, 9 Orang Positif Narkoba